Peduli Sesama di Usia Senja, Penyuluh Agama Kemenag Medan Hadir Membawa Penghiburan bagi Lansia

Medan (Humas) – Wujud kepedulian terhadap masyarakat terus diwujudkan oleh Kementerian Agama Kota Medan melalui pelayanan lintas agama yang menyentuh berbagai lapisan masyarakat. Kali ini, Penyuluh Agama Katolik Marulam Nainggolan, S.S., bersama Penyuluh Agama Kristen Tiurma Butar Butar, S.Th., Natalina Hutagalung, S.PAK., dan Torang Berutu, S.Th., melaksanakan penyuluhan rohani bagi para lanjut usia (lansia) di Panti Jompo Yayasan Guna Budi Bakti, Jalan KL. Yos Sudarso Km. 16 No. 14, Kelurahan Martubung, Kecamatan Medan Labuhan, Rabu (22/7/2026).

Kegiatan yang dikemas dalam bentuk ibadah tersebut menjadi bagian dari komitmen Kementerian Agama Kota Medan untuk menghadirkan pelayanan keagamaan yang memberikan penguatan spiritual sekaligus menumbuhkan semangat hidup bagi para lansia. Kehadiran para penyuluh disambut hangat oleh para penghuni panti yang mengikuti seluruh rangkaian ibadah dengan penuh sukacita dan rasa syukur.

Ibadah diawali dengan doa pembuka yang dipimpin oleh Marulam Nainggolan. Selanjutnya, suasana ibadah semakin khidmat melalui pujian dan penyembahan yang dipandu oleh Natalina Hutagalung, sehingga menghadirkan nuansa penuh damai dan pengharapan bagi seluruh peserta.

Para opa dan oma tampak mengikuti setiap rangkaian ibadah dengan antusias. Mereka turut menyanyikan lagu-lagu pujian, berdoa bersama, serta menyimak firman Tuhan yang disampaikan. Momen tersebut menjadi kesempatan bagi para lansia untuk memperkuat iman sekaligus merasakan perhatian dan kasih dari para penyuluh agama.

Dalam khotbahnya yang diambil dari Kejadian 13:1–10 dan Amsal 17:17, Torang Berutu mengajak para lansia untuk terus memelihara kasih, menjaga kerukunan, serta saling mendukung sebagai saudara seiman. Ia menegaskan bahwa usia lanjut bukanlah penghalang untuk tetap menjadi pribadi yang membawa damai dan menjadi teladan dalam kehidupan.

“Firman Tuhan mengajarkan kita untuk hidup dalam kasih dan persaudaraan yang tulus. Mari kita terus saling mengasihi, saling menguatkan, dan tetap percaya kepada Tuhan dalam setiap musim kehidupan. Kasih kepada sesama dan iman yang teguh kepada Tuhan akan menjadi sumber damai, sukacita, dan kekuatan bagi kita semua,” ujar Torang Berutu.

Ia juga mengingatkan bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan umat-Nya, termasuk mereka yang telah memasuki usia senja. Menurutnya, setiap tahap kehidupan memiliki makna dan rencana Tuhan, sehingga para lansia diajak untuk terus memelihara pengharapan serta menjadi berkat melalui doa dan teladan hidup yang baik.

Sementara itu, Marulam Nainggolan dalam doa dan pesan rohaninya mengajak para opa dan oma untuk tetap mengandalkan Tuhan dalam setiap keadaan. Ia mengatakan bahwa doa merupakan sumber kekuatan yang mampu menghadirkan ketenangan hati, penghiburan, dan pengharapan di tengah berbagai keterbatasan yang dialami pada usia lanjut.

“Melalui doa, marilah kita menyerahkan seluruh hidup kepada Tuhan. Kiranya kasih dan penyertaan-Nya senantiasa menguatkan hati setiap opa dan oma dalam menjalani hari-hari dengan penuh pengharapan. Tuhan tetap menyertai dan mengasihi setiap anak-anak-Nya tanpa memandang usia maupun keadaan,” ungkap Marulam.

Ia menambahkan bahwa kehadiran para penyuluh bukan hanya untuk memimpin ibadah, tetapi juga sebagai bentuk perhatian, kepedulian, dan pendampingan kepada para lansia. Menurutnya, perhatian sederhana, sapaan hangat, dan doa bersama mampu menghadirkan sukacita serta menguatkan semangat mereka dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Di sela-sela kegiatan, para penyuluh juga berinteraksi dengan para penghuni panti, mendengarkan cerita dan pengalaman hidup mereka, serta memberikan motivasi agar tetap menjaga kesehatan, semangat, dan kedekatan dengan Tuhan. Suasana kekeluargaan yang terjalin membuat kegiatan berlangsung hangat dan penuh makna.

Melalui kegiatan ini, Penyelenggara Katolik dan Seksi Bimbingan Masyarakat Kristen Kantor Kementerian Agama Kota Medan berharap pelayanan keagamaan dapat terus menjangkau masyarakat yang membutuhkan pendampingan spiritual, termasuk para lansia. Diharapkan, kehadiran para penyuluh agama mampu menghadirkan damai, sukacita, serta menumbuhkan iman dan pengharapan sehingga para opa dan oma dapat menikmati masa senja dengan hati yang tenang, penuh syukur, dan tetap merasakan kasih Tuhan dalam setiap langkah kehidupan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *