Medan (Humas) – Wujud kepedulian terhadap pelayanan rohani bagi masyarakat terus dilakukan oleh Penyelenggara Katolik Kantor Kementerian Agama Kota Medan melalui para Penyuluh Agama Katolik. Mengusung tema “Yesus, Sumber Pengharapan dan Kesembuhan”, Hekdi Jojada Sinaga bersama Leonhard Hutagalung melaksanakan penyuluhan dan pendampingan rohani kepada para pasien di Rumah Sakit Murni Teguh Methodist Susanna Wesley, Jalan Harmonika Baru, Jalan Setia Budi Pasar II, Padang Bulan Selayang II, Kecamatan Medan Selayang, Selasa (21/7/2026).
Kegiatan dilaksanakan dengan mengunjungi langsung ruang-ruang perawatan pasien. Melalui pendekatan pastoral yang penuh kasih, para penyuluh hadir memberikan doa, penghiburan, serta penguatan iman kepada pasien dan keluarga yang tengah mendampingi. Kehadiran penyuluh disambut dengan hangat oleh para pasien yang mengikuti pelayanan rohani dengan penuh harapan dan rasa syukur.
Pelayanan tersebut mengangkat tema “Yesus, Sumber Pengharapan dan Kesembuhan” yang terinspirasi dari Injil Markus 5:34, “Hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau. Pergilah dengan selamat dan sembuhlah dari penyakitmu.” Melalui sabda Tuhan tersebut, para pasien diajak untuk tetap percaya bahwa Tuhan Yesus senantiasa hadir menyertai setiap pergumulan hidup, memberikan kekuatan dalam penderitaan, serta menumbuhkan harapan di tengah proses penyembuhan.
Dalam pelaksanaannya, Hekdi Jojada Sinaga memimpin doa pembuka sekaligus menyampaikan renungan singkat yang meneguhkan iman para pasien. Ia mengajak setiap pasien untuk tidak kehilangan pengharapan meskipun sedang menghadapi sakit, karena kasih Tuhan selalu bekerja dalam setiap perjalanan hidup manusia.
“Melalui iman kepada Kristus, setiap orang yang sedang menderita dapat menemukan harapan baru. Kami hadir bukan hanya untuk mendoakan kesembuhan fisik, tetapi juga menguatkan hati agar para pasien tetap percaya bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan mereka dan senantiasa menyertai setiap langkah kehidupan mereka,” ujar Hekdi.
Menurutnya, sakit bukanlah akhir dari harapan, melainkan kesempatan untuk semakin mendekatkan diri kepada Tuhan. Ia mengajak para pasien agar tetap tekun berdoa, berserah kepada kehendak Tuhan, serta memelihara semangat hidup karena iman yang kuat akan menjadi sumber kekuatan dalam menjalani masa-masa sulit.
Sementara itu, Leonhard Hutagalung memberikan kata-kata penguatan kepada para pasien dan keluarga yang mendampingi. Ia menekankan pentingnya menjaga optimisme serta terus membangun relasi yang dekat dengan Tuhan melalui doa dan pengharapan.
“Semoga kehadiran kami membawa sukacita, penghiburan, dan damai sejahtera bagi setiap pasien. Kami berharap mereka tetap memiliki semangat untuk berjuang, berserah kepada Tuhan, serta meyakini bahwa Yesus adalah sumber pengharapan dan kesembuhan yang tidak pernah meninggalkan umat-Nya dalam situasi apa pun,” ungkap Leonhard.
Ia juga mengajak keluarga pasien untuk terus memberikan dukungan moral dan spiritual selama proses perawatan berlangsung. Menurutnya, perhatian, kasih sayang, dan doa dari keluarga menjadi kekuatan besar yang dapat membangkitkan semangat pasien dalam menjalani proses pemulihan.
Suasana pelayanan berlangsung penuh kehangatan dan kekeluargaan. Para pasien tampak mengikuti doa bersama dengan khusyuk, sementara keluarga yang hadir turut merasakan penghiburan melalui pesan-pesan iman yang disampaikan. Momen tersebut menjadi pengingat bahwa kehadiran Gereja dan para penyuluh agama tetap dirasakan oleh umat, terutama ketika mereka sedang menghadapi masa-masa sulit.
Melalui pelayanan pastoral ini, Penyelenggara Katolik Kantor Kementerian Agama Kota Medan terus berkomitmen menghadirkan pembinaan dan pendampingan rohani yang menyentuh seluruh lapisan masyarakat, termasuk mereka yang sedang menjalani perawatan di rumah sakit. Diharapkan, pelayanan tersebut semakin menguatkan iman, menumbuhkan pengharapan, serta menghadirkan damai Kristus sehingga para pasien mampu menjalani proses penyembuhan dengan hati yang tenang, penuh keyakinan, dan optimisme.

