Medan (Humas) – Penyelenggara Katolik Kantor Kementerian Agama Kota Medan terus memperkuat pembinaan iman umat hingga ke tingkat Komunitas Basis Gerejani (KBG). Melalui Penyuluh Agama Katolik, Hekdi Jojada Sinaga, Kementerian Agama Kota Medan melaksanakan kegiatan penyuluhan keagamaan bagi umat Lingkungan Santo Antonius Padua, Paroki Katedral Medan, Selasa (21/7/2026).
Kegiatan yang berlangsung di salah satu rumah umat tersebut dikemas dalam bentuk Ibadat Sabda dengan mengangkat tema “Keluarga Katolik Berjalan Bersama untuk Saling Meneguhkan.” Tema ini dipilih untuk mengajak setiap keluarga Katolik semakin menghayati pentingnya kebersamaan, saling menguatkan, dan membangun kehidupan keluarga yang berlandaskan kasih Kristus.
Suasana ibadat berlangsung dengan penuh kekhusyukan dan keakraban. Umat mengikuti setiap rangkaian kegiatan dengan antusias, mulai dari doa pembuka, pembacaan Kitab Suci, renungan, hingga sesi refleksi bersama. Momentum tersebut menjadi kesempatan bagi umat untuk semakin memperdalam iman sekaligus mempererat persaudaraan dalam kehidupan menggereja.
Dalam penyampaiannya, Hekdi Jojada Sinaga memimpin Ibadat Sabda sekaligus membawakan renungan yang bersumber dari Injil Yohanes 20:19-23. Ia menjelaskan bahwa Yesus hadir menjumpai para murid yang sedang diliputi ketakutan dan kecemasan. Kehadiran Kristus membawa damai sejahtera, menguatkan hati para murid, serta mengutus mereka untuk melanjutkan karya keselamatan dengan penyertaan Roh Kudus.
Menurut Hekdi, pesan Injil tersebut sangat relevan dengan kehidupan keluarga Katolik saat ini. Berbagai tantangan kehidupan yang dihadapi keluarga hendaknya menjadi kesempatan untuk semakin mengandalkan Tuhan dan memperkuat kebersamaan, bukan justru saling menyalahkan atau berjalan sendiri-sendiri.
“Sebagaimana Yesus hadir membawa damai kepada para murid, demikian pula setiap keluarga dipanggil untuk menjadi tempat yang menghadirkan kasih, penghiburan, dan penguatan. Dalam keluarga yang hidup dalam Kristus, setiap anggota saling menopang sehingga tidak ada seorang pun yang merasa berjalan sendiri menghadapi persoalan hidup,” ujar Hekdi.
Ia menambahkan bahwa Komunitas Basis Gerejani memiliki peran penting dalam membangun kehidupan iman umat. Melalui pertemuan rutin, doa bersama, dan pendalaman Kitab Suci, umat diajak untuk saling mengenal, saling mendukung, serta bertumbuh bersama dalam semangat persaudaraan.
“Ketika keluarga Katolik berjalan bersama dalam Kristus, mereka akan semakin kuat menghadapi berbagai tantangan kehidupan. Kita dipanggil untuk saling meneguhkan, saling mengampuni, menghadirkan damai, dan menjadi saksi kasih Tuhan di tengah keluarga, Gereja, maupun masyarakat,” lanjutnya.
Hekdi juga mengajak seluruh umat untuk menjadikan keluarga sebagai tempat pertama dalam menanamkan nilai-nilai iman kepada anak-anak. Menurutnya, keluarga yang dibangun di atas doa, kasih, dan komunikasi yang baik akan menjadi fondasi lahirnya pribadi-pribadi yang beriman, peduli, dan mampu membawa damai di tengah lingkungan sekitarnya.
“Marilah kita membangun keluarga yang tidak hanya hidup bersama, tetapi juga bertumbuh bersama dalam iman. Jadikan doa sebagai kekuatan, kasih sebagai dasar kehidupan, dan kebersamaan sebagai jalan untuk menghadapi setiap tantangan. Dengan demikian, keluarga Katolik akan menjadi terang dan berkat bagi sesama,” pesannya.
Melalui kegiatan penyuluhan ini, Penyelenggara Katolik Kantor Kementerian Agama Kota Medan terus berkomitmen menghadirkan pembinaan iman yang menyentuh langsung kehidupan umat hingga ke tingkat Komunitas Basis Gerejani. Diharapkan, semangat berjalan bersama, saling menguatkan, dan menghadirkan damai Kristus semakin bertumbuh dalam setiap keluarga Katolik sehingga mampu menjadi saksi kasih Tuhan serta berkontribusi dalam membangun kehidupan masyarakat yang rukun, harmonis, dan penuh persaudaraan.

