Pengawas Pendidikan Agama Katolik Kemenag Medan Laksanakan Monitoring Pembelajaran di SMP Negeri 21 dan SMK Negeri 10 Medan

Medan (Humas) – Pengawas Pendidikan Agama Katolik Kantor Kementerian Agama Kota Medan, Dr. Dewi Sartika Simbolon, M.Pd., melaksanakan kegiatan monitoring pembelajaran Pendidikan Agama Katolik di dua satuan pendidikan di Kota Medan sebagai bagian dari upaya meningkatkan mutu pembelajaran dan memperkuat pembinaan kepada guru agama. Kegiatan ini menjadi wujud komitmen Kementerian Agama dalam memastikan proses pembelajaran berlangsung secara efektif, berkualitas, dan berorientasi pada pembentukan karakter peserta didik.

Monitoring pertama dilaksanakan di UPT SMP Negeri 21 Medan yang berlokasi di Jalan Bunga Rampai, Kelurahan Simalingkar B, Kecamatan Medan Tuntungan, pada Kamis (16/7/2026). Dalam kunjungan tersebut, Dr. Dewi Sartika Simbolon melakukan observasi terhadap proses pembelajaran Pendidikan Agama Katolik yang diampu oleh Silawati Keliat.

Selain mengamati jalannya pembelajaran di kelas, ia juga melakukan dialog bersama guru untuk mengevaluasi pelaksanaan proses belajar mengajar, strategi pembelajaran, serta berbagai aspek yang dapat mendukung peningkatan kualitas layanan pendidikan agama. Suasana monitoring berlangsung komunikatif dan penuh semangat, sehingga menjadi ruang berbagi pengalaman serta penguatan kompetensi bagi guru.

Selanjutnya, pada Selasa (21/7/2026), monitoring kembali dilaksanakan di SMK Negeri 10 Medan, Jalan Teuku Cik Ditiro No. 57, Kelurahan Madras Hulu, Kecamatan Medan Polonia. Pada kesempatan tersebut, Dewi Sartika Simbolon melakukan pemantauan terhadap pembelajaran Pendidikan Agama Katolik yang diampu oleh Elisabeth Sijabat.

Kegiatan tidak hanya difokuskan pada observasi pembelajaran, tetapi juga diisi dengan diskusi mengenai pengembangan metode pembelajaran yang lebih kreatif, inovatif, dan berpusat pada peserta didik. Berbagai masukan diberikan sebagai upaya meningkatkan efektivitas pembelajaran agar materi yang disampaikan semakin mudah dipahami dan mampu membentuk karakter peserta didik sesuai nilai-nilai Kristiani.

Kehadiran Pengawas Pendidikan Agama Katolik di kedua sekolah tersebut mendapat sambutan positif dari pihak sekolah maupun guru. Mereka menilai kegiatan monitoring menjadi sarana evaluasi sekaligus pendampingan yang memberikan motivasi bagi guru untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran dan profesionalisme dalam menjalankan tugas.

Dewi Sartika Simbolon menjelaskan bahwa kegiatan monitoring merupakan bagian penting dari pembinaan berkelanjutan yang dilakukan Kementerian Agama Kota Medan. Menurutnya, pengawasan tidak hanya berorientasi pada penilaian administrasi, tetapi juga menjadi wadah untuk memberikan pendampingan dan solusi terhadap berbagai tantangan yang dihadapi guru di lapangan.

“Monitoring bukan sekadar melakukan pengawasan, tetapi juga menjadi sarana pembinaan, pendampingan, dan penguatan bagi guru agar pembelajaran semakin berkualitas serta mampu membentuk karakter peserta didik yang beriman, berintegritas, dan berakhlak mulia,” ujar Dewi Sartika Simbolon.

Ia menambahkan bahwa guru Pendidikan Agama Katolik memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda melalui proses pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada penguasaan materi, tetapi juga pada penanaman nilai-nilai moral, etika, dan spiritual dalam kehidupan sehari-hari.

“Guru agama harus terus meningkatkan kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian agar mampu menghadirkan pembelajaran yang inspiratif, relevan, dan menyenangkan. Dengan demikian, peserta didik tidak hanya memahami ajaran agama secara teoritis, tetapi juga mampu menghayati serta mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari,” tambahnya.

Melalui kegiatan monitoring ini, Kementerian Agama Kota Medan berharap kualitas Pendidikan Agama Katolik di sekolah-sekolah semakin meningkat. Sinergi antara pengawas, guru, dan pihak sekolah diharapkan mampu menciptakan proses pembelajaran yang lebih efektif, inovatif, dan berorientasi pada pembentukan peserta didik yang unggul, beriman, berkarakter, serta memiliki integritas dalam kehidupan bermasyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *