Penyuluh Agama Katolik KUA Medan Sunggal Tanamkan Semangat Melayani kepada Calon Putra-putri Altar

Medan (Humas) – Penyuluh Agama Katolik KUA Medan Sunggal, Roni Antonius Sitanggang, memberikan pendampingan kepada calon Putra-putri Altar pada Sabtu, 25 Juli 2026, pukul 19.00 WIB di Gereja Katolik Stasi St. Fransiskus Xaverius Sunggal yang beralamat di Jl. Abadi No. 54, Kelurahan Tanjung Rejo, Kecamatan Medan Sunggal. Kegiatan ini merupakan bagian dari pembinaan bagi calon pelayan altar agar memahami tugas dan tanggung jawabnya dalam pelayanan liturgi.

Dalam kesempatan tersebut, Roni Antonius Sitanggang menyampaikan materi bertema “Tugas dan Tanggung Jawab Putra-putri Altar.” Ia menjelaskan bahwa Putra-putri Altar memiliki peran penting dalam membantu imam selama Perayaan Ekaristi dan perayaan liturgi lainnya. Oleh karena itu, setiap calon pelayan altar perlu memiliki pemahaman yang baik mengenai tata liturgi, disiplin, dan etika pelayanan di dalam gereja.

Pada penyampaiannya, Roni menekankan bahwa seorang Putra-putri Altar tidak hanya dituntut mampu menjalankan tugas-tugas teknis, seperti mempersiapkan perlengkapan liturgi, membawa salib, lilin, maupun membantu imam di altar, tetapi juga harus memiliki kehidupan rohani yang baik. Seorang pelayan altar dipanggil untuk menjadi teladan melalui sikap hormat, kerendahan hati, kedisiplinan, dan kesetiaan dalam mengikuti ajaran Gereja.

Selain memberikan penjelasan mengenai tugas dan tanggung jawab, kegiatan pendampingan juga diisi dengan sesi tanya jawab dan pengarahan mengenai sikap yang harus dijaga selama bertugas di altar. Para calon Putra-putri Altar diajak untuk melayani dengan penuh sukacita, menjaga kekompakan, serta mempersiapkan diri melalui doa agar setiap pelayanan yang dilakukan menjadi ungkapan kasih kepada Tuhan dan sesama.

Dalam pendampingan tersebut, Roni Antonius Sitanggang juga mengajak para calon Putra-putri Altar untuk membangun semangat pelayanan yang dilandasi kasih, tanggung jawab, dan komitmen. Menurutnya, pelayanan di altar bukan sekadar menjalankan tugas saat liturgi berlangsung, tetapi juga menjadi sarana pembentukan karakter Kristiani yang mengajarkan kedisiplinan, kerja sama, kepedulian, serta kesediaan untuk melayani tanpa mengharapkan imbalan. Dengan demikian, pengalaman sebagai Putra-putri Altar diharapkan dapat menjadi bekal dalam menumbuhkan iman dan keterlibatan aktif mereka dalam kehidupan Gereja.

Melalui kegiatan pendampingan ini, diharapkan para calon Putra-putri Altar semakin memahami makna pelayanannya sebagai bagian dari karya liturgi Gereja. Dengan pembinaan yang berkesinambungan, mereka diharapkan mampu bertumbuh menjadi pelayan altar yang beriman, bertanggung jawab, dan siap melayani dengan penuh dedikasi demi kemuliaan Tuhan dan perkembangan kehidupan menggereja di Stasi St. Fransiskus Xaverius Sunggal.(RAS/PAI).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *