Melalui Doa dan Firman Tuhan, Bimas Kristen Kemenag Medan Hadirkan Penghiburan bagi Pasien

Medan (Humas) – Tim Bimas Kristen Kemenag Medan melaksanakan pelayanan kerohanian di RS Royal Prima, Jalan Ayahanda No. 68A, Medan, Jumat (31/7/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari pelayanan pembinaan keagamaan yang bertujuan menghadirkan penghiburan, penguatan iman, serta menumbuhkan pengharapan bagi pasien melalui doa dan firman Tuhan.

Pelayanan tersebut diikuti oleh Rudi Nainggolan, S.Th., Daniel Malau, S.Th., Windu Manik, S.Th., Remulus Situmorang, S.Th., Novina Barasa, S.Th., dan Asima Manik, S.Pd. Tim Bimas Kristen Kemenag Medan memberikan doa bersama, menyampaikan firman Tuhan, serta memberikan motivasi rohani kepada pasien dan keluarga yang mendampingi selama menjalani masa perawatan.

Rudi Nainggolan menyampaikan bahwa kehadiran pelayanan kerohanian di rumah sakit merupakan bentuk kepedulian Kemenag Medan dalam mendampingi masyarakat yang sedang menghadapi pergumulan hidup. Menurutnya, dukungan spiritual menjadi bagian penting dalam membantu pasien tetap memiliki semangat dan keyakinan selama menjalani proses penyembuhan. “Melalui doa dan firman Tuhan, kami ingin menghadirkan penghiburan bagi setiap pasien agar tetap memiliki iman yang teguh, hati yang damai, serta pengharapan bahwa Tuhan senantiasa menyertai dan memberikan kekuatan dalam setiap proses pemulihan,” ujarnya.

Selain memberikan penguatan rohani, tim juga mengajak pasien untuk tetap membangun hubungan yang dekat dengan Tuhan melalui doa dan pembacaan firman-Nya. Menurut para penyuluh, ketenangan batin yang lahir dari iman dapat menjadi kekuatan bagi pasien maupun keluarga dalam menghadapi berbagai tantangan selama menjalani pengobatan.

Kegiatan berlangsung dengan penuh kekhidmatan dan disambut baik oleh pasien serta keluarga. Suasana pelayanan terasa hangat dan penuh kepedulian. Melalui pelayanan ini, Bimas Kristen Kemenag Medan berharap nilai-nilai kasih, penghiburan, dan pengharapan dapat dirasakan oleh setiap pasien yang sedang menjalani masa pemulihan.

Remulus Situmorang berharap pelayanan kerohanian seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkesinambungan di berbagai fasilitas kesehatan. Ia menilai bahwa kehadiran penyuluh agama di tengah masyarakat, khususnya bagi pasien yang sedang menjalani perawatan, merupakan wujud nyata pelayanan dan kasih kepada sesama. “Kami percaya firman Tuhan memberikan kekuatan bagi setiap orang yang sedang menghadapi pergumulan. Kiranya pelayanan ini menjadi saluran berkat yang menghadirkan damai sejahtera, menguatkan iman, serta membangkitkan harapan bagi pasien dan keluarga yang mendampingi mereka,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, Bimas Kristen Kemenag Medan berkomitmen untuk terus menghadirkan pelayanan keagamaan yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Diharapkan, pelayanan kerohanian di rumah sakit dapat menjadi sarana memperkuat iman, menumbuhkan pengharapan, serta memberikan ketenangan batin bagi pasien dan keluarga selama menjalani masa pemulihan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *