Medan (Humas) Penyuluh Agama Katolik Kementerian Agama Kota Medan, Hamma Sitohang, melaksanakan kegiatan pendampingan bagi 55 calon penerima Sakramen Krisma dari Orang Muda Katolik (OMK) Paroki Santa Maria Ratu Rosari Tanjung Selamat, Minggu (2/8/2026). Kegiatan ini bertujuan membekali para peserta dengan pemahaman yang benar mengenai makna Sakramen Krisma sebagai bagian dari perjalanan iman menuju kedewasaan dalam hidup menggereja.
Dalam kegiatan tersebut, Hamma Sitohang menyampaikan materi bertema, “Sakramen adalah tanda yang kelihatan dari yang tak kelihatan sebagai saluran rahmat Allah bagi manusia.” Ia menjelaskan bahwa Yesus Kristus merupakan sakramen dasar karena merupakan penjelmaan Allah sendiri, sedangkan Gereja adalah sakramen Yesus Kristus yang menghadirkan karya keselamatan-Nya kepada umat.
Lebih lanjut, peserta diberikan pemahaman bahwa setiap sakramen memiliki dua unsur penting, yaitu materi dan forma, yang menjadi bagian tak terpisahkan dalam pelaksanaannya. Melalui pendalaman materi tersebut, para calon penerima Krisma diharapkan semakin memahami bahwa sakramen merupakan sarana Allah mencurahkan rahmat-Nya bagi umat yang beriman.
Pendampingan berlangsung dengan penuh antusias dan interaktif. Sebanyak 55 peserta mengikuti seluruh rangkaian pembinaan dengan semangat, menunjukkan kesiapan mereka dalam mempersiapkan diri menerima Sakramen Krisma. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari komitmen Kementerian Agama Kota Medan melalui penyuluh agama untuk memperkuat pembinaan keagamaan serta membentuk generasi muda Katolik yang beriman, berkarakter, dan aktif dalam kehidupan menggereja.
Hamma Sitohang berharap seluruh calon penerima Sakramen Krisma tidak hanya memahami makna sakramen secara teori, tetapi juga mampu menghayatinya dalam kehidupan sehari-hari. Dengan aktif merayakan sakramen, umat diharapkan senantiasa memperoleh rahmat Tuhan untuk menguduskan diri serta menjadi saksi Kristus di tengah keluarga, Gereja, dan masyarakat.
Hamma Sitohang mengatakan, “Melalui pendampingan ini, saya berharap para calon penerima Sakramen Krisma semakin memahami makna sakramen sebagai saluran rahmat Allah. Dengan demikian, mereka dapat bertumbuh menjadi pribadi yang dewasa dalam iman, setia kepada Gereja, dan siap menjadi saksi Kristus dalam kehidupan sehari-hari.”

