Penyuluh Agama Katolik Kemenag Medan Sampaikan Katekese Lima Menit tentang Sikap Hormat terhadap Ekaristi

Medan (Humas). Penyuluh Agama Katolik Kantor Kementerian Agama Kota Medan, Roni Antonius Sitanggang, menyampaikan materi Katekese Lima Menit bertajuk “Sikap Hormat terhadap Ekaristi” kepada umat sebelum Perayaan Ekaristi di Gereja Katolik Stasi St. Fransiskus Xaverius Sunggal, Jalan Abadi No. 54, Kelurahan Tanjung Rejo, Kecamatan Medan Sunggal, Minggu (2/8/2026) pukul 09.45 WIB. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari pembinaan iman yang secara rutin diberikan kepada umat sebelum dimulainya Perayaan Misa.

Dalam penyampaiannya, Roni menjelaskan bahwa Ekaristi merupakan puncak dan sumber seluruh kehidupan Kristiani. Di dalam Ekaristi, umat beriman sungguh berjumpa dengan Yesus Kristus yang hadir secara nyata dalam rupa roti dan anggur yang telah dikonsekrasi. Oleh karena itu, setiap umat dipanggil untuk mengikuti Perayaan Ekaristi dengan penuh iman, hormat, dan kesadaran akan kehadiran Tuhan. “Menghormati Ekaristi berarti menghormati kehadiran Kristus yang nyata dalam hidup kita,” ujar Roni.

Roni menegaskan bahwa sikap hormat terhadap Ekaristi diwujudkan melalui berbagai tindakan sederhana namun bermakna, seperti datang tepat waktu, mengenakan pakaian yang sopan dan pantas, menjaga suasana hening di dalam gereja, mengikuti seluruh rangkaian liturgi dengan khusyuk, serta menghindari hal-hal yang dapat mengganggu kekhidmatan perayaan. Menurutnya, sikap-sikap tersebut merupakan ungkapan penghormatan kepada Kristus yang hadir dalam Sakramen Mahakudus.

Selain itu, umat juga diingatkan untuk mempersiapkan diri secara rohani sebelum menerima Komuni Kudus. Roni menjelaskan bahwa setiap umat hendaknya memiliki hati yang bersih, hidup dalam kasih, serta memanfaatkan Sakramen Tobat apabila menyadari telah melakukan dosa berat. Persiapan batin yang baik akan menolong umat menerima Tubuh Kristus dengan layak dan memperoleh buah-buah rohani dari Ekaristi.

Pada akhir katekese, Roni mengajak seluruh umat untuk tidak hanya menghormati Kristus selama Perayaan Ekaristi, tetapi juga membawa semangat Ekaristi ke dalam kehidupan sehari-hari. Kasih, pengampunan, kerendahan hati, dan semangat melayani yang diterima dari Kristus hendaknya diwujudkan dalam keluarga, lingkungan kerja, dan kehidupan bermasyarakat sebagai kesaksian iman yang nyata. “Iman yang dirayakan dalam Ekaristi harus menjadi kekuatan untuk mengasihi dan melayani sesama setiap hari,” tutup Roni.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *