Penyuluh Agama Katolik Kemenag Medan Bekali Wali Baptis Paroki Santa Maria Ratu Rosari tentang Tugas dan Tanggung Jawab

Medan (Humas) – Kementerian Agama Kota Medan melalui Penyuluh Agama Katolik terus berupaya memperkuat pembinaan umat melalui berbagai kegiatan pendampingan dan edukasi keagamaan. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui pembekalan bagi para wali baptis yang akan mendampingi anak-anak penerima Sakramen Baptis di Gereja Paroki Santa Maria Ratu Rosari, Tanjung Selamat, Sabtu (1/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Paroki Santa Maria Ratu Rosari, Jalan Flamboyan Raya No. 139, Kecamatan Medan Tuntungan, Kota Medan, tersebut diikuti oleh 30 orang wali baptis yang akan mendampingi 30 anak penerima Sakramen Baptis. Suasana pembekalan berlangsung penuh antusias, di mana para peserta mengikuti setiap materi dengan semangat sebagai bekal dalam menjalankan tugas pelayanan mereka.

Penyuluh Agama Katolik Kementerian Agama Kota Medan, Hamma Sitohang, menjelaskan bahwa peran wali baptis memiliki makna yang sangat penting dalam kehidupan Gereja. Seorang wali baptis bukan hanya hadir sebagai saksi saat pelaksanaan Sakramen Baptis, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral dan spiritual untuk mendampingi pertumbuhan iman anak baptis hingga dewasa.

Dalam penyampaian materinya, Hamma menekankan bahwa seorang wali baptis harus mampu menjadi teladan dalam kehidupan Kristiani melalui sikap, perkataan, dan perbuatan. Kehadiran wali baptis diharapkan dapat menjadi motivator sekaligus pendamping yang senantiasa mengingatkan anak baptis agar tetap bertumbuh dalam kasih Tuhan serta aktif dalam kehidupan menggereja.

“Wali baptis tidak hanya menjadi saksi dalam penerimaan Sakramen Baptis, tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk mendampingi, menasihati, dan membantu pertumbuhan iman anak agar tetap hidup dalam ajaran Kristus. Kehadiran seorang wali baptis harus mampu menjadi contoh nyata dalam kehidupan sehari-hari sehingga anak baptis memiliki figur yang dapat diteladani dalam perjalanan imannya,” ujar Hamma Sitohang.

Ia juga mengingatkan bahwa pembinaan iman anak merupakan tanggung jawab bersama antara orang tua, wali baptis, dan Gereja. Oleh karena itu, sinergi yang baik di antara ketiganya menjadi faktor penting dalam membentuk pribadi anak yang memiliki iman yang kuat, karakter yang baik, serta mampu mengamalkan nilai-nilai Injil dalam kehidupan bermasyarakat.

“Peran wali baptis tidak berhenti setelah upacara baptis selesai. Justru setelah itu dimulai tanggung jawab untuk terus mendampingi, memberikan perhatian, menguatkan dalam doa, serta membantu anak bertumbuh menjadi pribadi yang mencintai Tuhan dan sesama,” tambahnya.

Selama kegiatan berlangsung, para peserta juga diberikan kesempatan untuk berdialog dan berbagi pengalaman mengenai peran wali baptis dalam kehidupan menggereja. Interaksi tersebut menjadi sarana untuk memperdalam pemahaman peserta sekaligus memperkuat komitmen mereka dalam menjalankan tugas pelayanan dengan penuh tanggung jawab.

Melalui kegiatan pembekalan ini, Kementerian Agama Kota Medan berharap para wali baptis semakin memahami dan menghayati panggilannya sebagai pendamping iman. Dengan bekal pengetahuan dan komitmen yang semakin kuat, para wali baptis diharapkan mampu berperan aktif dalam membentuk generasi muda Katolik yang beriman, berkarakter, serta mampu menjadi saksi kasih Kristus di tengah keluarga, Gereja, dan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *