Medan (Humas) – Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama Kota Medan, Syarifuddin Pasaribu, menghadiri undangan Musyawarah Kelurahan dalam rangka Kegiatan Pemberdayaan Masyarakat yang diselenggarakan di Kelurahan Tegal Sari Mandala III, Kecamatan Medan Denai, Senin (3/8/2026). Kehadiran Penyuluh Agama Islam pada kegiatan tersebut merupakan wujud sinergi dan kolaborasi lintas sektoral dalam mendukung pembangunan masyarakat yang berdaya, harmonis, dan religius.
Musyawarah yang dihadiri oleh unsur pemerintah kelurahan, tokoh masyarakat, lembaga kemasyarakatan, serta berbagai pemangku kepentingan ini membahas sejumlah program pemberdayaan masyarakat yang akan dilaksanakan di lingkungan Kelurahan Tegal Sari Mandala III. Forum tersebut juga menjadi wadah untuk menyerap aspirasi masyarakat sekaligus memperkuat koordinasi antarinstansi dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.
Dalam kesempatan itu, Syarifuddin Pasaribu menyampaikan bahwa peran penyuluh agama tidak hanya memberikan pembinaan keagamaan, tetapi juga berkontribusi dalam mendukung program-program pembangunan masyarakat melalui pendekatan spiritual, sosial, dan edukatif. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan berbagai program pemberdayaan.
“Kolaborasi lintas sektoral sangat penting dalam membangun masyarakat yang maju dan berdaya. Penyuluh agama memiliki peran strategis untuk memberikan penguatan nilai-nilai moral, etika, dan keagamaan sehingga setiap program pembangunan dapat berjalan selaras dengan pembentukan karakter masyarakat yang religius dan harmonis,” ujar Syarifuddin.
Ia menambahkan bahwa pemberdayaan masyarakat tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga harus menyentuh pembangunan sumber daya manusia melalui peningkatan kualitas akhlak, kepedulian sosial, dan semangat gotong royong.
“Apabila seluruh elemen masyarakat mampu bersinergi, maka berbagai persoalan sosial dapat diatasi secara bersama-sama. Nilai kebersamaan, musyawarah, dan saling menghargai harus terus dipelihara agar tercipta lingkungan yang aman, rukun, dan sejahtera,” tambahnya.
Melalui musyawarah tersebut, berbagai usulan dan program pemberdayaan masyarakat berhasil dihimpun untuk menjadi bahan perencanaan pembangunan di tingkat kelurahan. Diharapkan hasil musyawarah dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta memperkuat koordinasi antarinstansi dalam meningkatkan kesejahteraan warga.
Kehadiran Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama Kota Medan dalam kegiatan ini menegaskan komitmen Kementerian Agama untuk terus membangun sinergi dengan berbagai pihak dalam mewujudkan masyarakat yang tidak hanya maju secara ekonomi dan sosial, tetapi juga memiliki karakter religius, moderat, dan menjunjung tinggi nilai-nilai kebersamaan.

