Medan (Humas) – Penyuluh Agama Katolik KUA Medan Sunggal, Roni Antonius Sitanggang, melaksanakan kegiatan pendampingan bagi orang tua lanjut usia (lansia) pada Minggu, 2 Agustus 2026, pukul 11.45 WIB di Gereja Katolik Stasi St. Fransiskus Xaverius Sunggal yang beralamat di Jl. Abadi No. 54, Kelurahan Tanjung Rejo, Kecamatan Medan Sunggal. Kegiatan ini bertujuan memberikan penguatan iman dan perhatian pastoral kepada para lansia sebagai bagian dari pelayanan Gereja kepada umat.
Pendampingan tersebut diikuti oleh tiga orang lansia, yaitu Ostaria Simarmata, Rosmaida Siregar, dan Aisyah Sumbayak. Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh kehangatan dan kekeluargaan. Melalui pertemuan ini, para peserta diajak untuk tetap memelihara semangat hidup, iman, dan pengharapan di tengah berbagai tantangan yang dihadapi pada masa lanjut usia.
Dalam kesempatan tersebut, Roni Antonius Sitanggang menyampaikan materi mengenai Pesan Paus Leo XIV pada Hari Kakek Nenek Sedunia. Ia menjelaskan bahwa Paus mengajak seluruh umat beriman untuk menghargai dan mendampingi para kakek, nenek, serta lansia sebagai bagian yang sangat berharga dalam kehidupan keluarga dan Gereja. Kehadiran mereka bukan hanya sebagai penerima perhatian, tetapi juga sebagai pewaris iman yang mampu memberikan teladan, kebijaksanaan, dan pengalaman hidup kepada generasi yang lebih muda.
Lebih lanjut, Roni mengajak para lansia untuk tetap aktif menghidupi kehidupan doa, mengikuti Perayaan Ekaristi, serta terus menjadi saksi iman melalui kesabaran, kasih, dan semangat melayani sesuai dengan kemampuan masing-masing. Ia juga mengingatkan keluarga dan seluruh umat agar senantiasa memberikan perhatian, pendampingan, serta penghormatan kepada para lansia sehingga mereka tetap merasa dicintai, dihargai, dan menjadi bagian penting dalam kehidupan Gereja.
Melalui kegiatan pendampingan ini, diharapkan para lansia semakin dikuatkan dalam iman dan tetap memiliki harapan serta sukacita dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini juga menjadi pengingat bagi seluruh umat akan pentingnya membangun budaya saling menghormati dan mengasihi antar generasi, sehingga keluarga dan Gereja menjadi tempat yang ramah, peduli, dan penuh kasih bagi setiap orang, khususnya para lanjut usia.(RAS/PAI).

