Medan (Humas) Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Sunggal yang diwakili Penyuluh Agama Islam, Paidi, S.Ag., menghadiri kegiatan Curhat Warga bersama Kapolsek Sunggal yang berlangsung di Mapolsek Sunggal, Jalan TB Simatupang Nomor 240, Kelurahan Sunggal, Kecamatan Medan Sunggal, Kota Medan, Sabtu (1/8/2026). Kegiatan ini bertujuan menyerap aspirasi masyarakat sekaligus memperkuat sinergi antara aparat keamanan, pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat dalam menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang aman dan kondusif.
Acara dihadiri oleh Kapolsek Sunggal Kompol Yusuf Tarigan SH.MH beserta jajarannya, Camat Medan Sunggal Irfan Abdillah, S.STP., Koramil 0206/MS, Kapten Arm Yani Darma Putra, MUI Medan Sunggal, PC LDII Medan Sunggal ketua Mukti Rahono bersama Sekretaris Suprianto, organisasi kepemudaan, para kepala sekolah beserta siswa dari Perguruan Panca Budi dan SMK Negeri 9 Medan, serta masyarakat dari wilayah hukum Polsek Sunggal yang meliputi Kecamatan Medan Sunggal, Kecamatan Medan Selayang, dan Kecamatan Sunggal Kabupaten Deli Serdang. Kegiatan diawali dengan pembacaan doa, kemudian dilanjutkan dengan arahan dari Kapolrestabes Medan.
Dalam arahannya, Kapolrestabes Medan, Kombes Pol. Jean Calvijn Simanjuntak, S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa terdapat tiga titik yang menjadi perhatian terkait potensi tindak kriminalitas, yakni kawasan Jalan Flamboyan, seputaran Manhattan, dan Desa Medan Krio. Beliau mengajak seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan serta memperkuat kerja sama dengan kepolisian, TNI, pemerintah daerah, lurah, kepala lingkungan, maupun kepala dusun agar setiap potensi gangguan keamanan dapat segera ditangani.
Pada sesi dialog interaktif, Penyuluh Agama Islam KUA Medan Sunggal, Paidi menyampaikan pertanyaan terkait meningkatnya rasa khawatir masyarakat terhadap aksi kriminalitas yang terjadi di tengah kehidupan saat ini. Ia mengungkapkan bahwa kondisi masyarakat telah berubah dibandingkan masa lalu sehingga diperlukan langkah nyata dalam menghadapi situasi tersebut. Paidi, mengatakan, “Kalau dulu ketika keluar rumah kita lebih takut kepada hantu, apalagi saat melewati kuburan. Namun sekarang kondisinya berbeda, masyarakat justru lebih khawatir terhadap tindakan kriminalitas yang dilakukan manusia. Bagaimana sebaiknya sikap masyarakat apabila menghadapi atau menyaksikan tindak kriminalitas di lapangan?”
Menanggapi pertanyaan tersebut, Kapolrestabes Medan menjelaskan bahwa masyarakat harus tetap tenang apabila menghadapi tindak kriminalitas, tidak bertindak sendiri atau main hakim sendiri, serta segera berkoordinasi dengan aparat kepolisian agar penanganan dapat dilakukan secara tepat. Kombes Pol. Jean Calvijn Simanjuntak, S.I.K., M.H., mengatakan, “Apabila terjadi tindak kriminalitas, masyarakat jangan panik, jangan main hakim sendiri, dan segera laporkan kepada pihak kepolisian agar dapat ditangani sesuai prosedur. Kerja sama antara masyarakat dan aparat menjadi kunci terciptanya keamanan bersama.” ujar Jean Calvijn. Atas partisipasi aktifnya dalam dialog, Paidi menerima apresiasi berupa bingkisan dari Kapolrestabes Medan sebagai bentuk penghargaan atas kepeduliannya terhadap keamanan lingkungan.
Kegiatan Curhat Warga menjadi wadah yang efektif untuk mempererat komunikasi antara masyarakat dan aparat penegak hukum. Kehadiran KUA Medan Sunggal melalui Penyuluh Agama Islam menunjukkan komitmen dalam mendukung terciptanya keamanan, ketertiban, dan kerukunan di tengah masyarakat. Sinergi antara kepolisian, pemerintah, tokoh agama, lembaga pendidikan, dan seluruh elemen masyarakat diharapkan mampu mewujudkan lingkungan yang aman, nyaman, serta kondusif bagi seluruh warga.(Paidi).

