Medan (Humas) – Penyuluh Agama Islam (PAI) Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Denai kembali melaksanakan kegiatan Bimbingan dan Penyuluhan (BIMLUH) di Majelis Taklim Ummahat Aceh Sepakat Cabang IV yang berlokasi di Jalan Tuba I, Kecamatan Medan Denai, Selasa (4/8/2026) ba’da Zuhur. Kegiatan ini menjadi bagian dari pembinaan keagamaan rutin yang bertujuan memperkuat pemahaman Islam serta membentuk karakter masyarakat yang berakhlak mulia.
Acara diawali oleh Sukiyem selaku protokol yang memandu jalannya kegiatan dengan tertib. Selanjutnya, Ketua Majelis Taklim Ummahat Aceh Sepakat Cabang IV, Hj. Mariani, menyampaikan sambutan sekaligus mengapresiasi komitmen PAI KUA Medan Denai yang secara konsisten menghadirkan pembinaan keagamaan bagi masyarakat.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada PAI KUA Medan Denai yang terus istiqamah membimbing masyarakat melalui majelis ilmu. Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut karena sangat bermanfaat dalam meningkatkan pemahaman agama sekaligus mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat,” ujar Hj. Mariani.
Memasuki sesi inti, Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Medan Denai, Khoiruz Zaman, S.H.I., menyampaikan kajian bertema “Empat Kunci Keselamatan Hidup di Dunia: Terjaga dari Perselisihan, Pertengkaran, dan Fitnah” yang bersumber dari kitab Syarah Hidayatul Azkiyā’ karya Syekh Sholeh Darat halaman 91. Materi tersebut mengajak jamaah untuk membangun kehidupan yang damai melalui pembinaan akhlak dan pengendalian diri.
Dalam pemaparannya dijelaskan bahwa seseorang akan memperoleh ketenangan hidup, dicintai Allah SWT dan sesama manusia, serta dijauhkan dari berbagai konflik apabila mampu mengamalkan empat akhlak mulia. Pertama, memaafkan kesalahan orang lain sebagai wujud keluhuran budi dan sifat orang-orang bertakwa. Kedua, menjaga diri dari mengambil hak orang lain karena keadilan merupakan fondasi terciptanya kehidupan yang harmonis.
Selanjutnya, ketiga adalah tidak menggantungkan harapan kepada pemberian manusia, melainkan hanya berharap kepada Allah SWT sehingga hati menjadi lebih tenang dan terhindar dari rasa kecewa. Adapun yang keempat ialah membiasakan diri menjadi pribadi yang dermawan, karena sifat suka memberi akan menumbuhkan kasih sayang, mempererat persaudaraan, serta menghilangkan benih-benih permusuhan di tengah masyarakat.
“Empat nasihat Syekh Sholeh Darat ini sangat relevan dengan kehidupan saat ini. Jika kita mampu memaafkan, menjaga hak sesama, menggantungkan harapan hanya kepada Allah, dan membiasakan diri bersedekah, insya Allah kehidupan akan lebih damai dan kita terhindar dari perselisihan maupun fitnah,” tutur Khoiruz Zaman.
Penyampaian materi berlangsung interaktif. Para jamaah aktif mengajukan pertanyaan sekaligus berbagi pengalaman mengenai penerapan nilai-nilai akhlak tersebut dalam kehidupan keluarga dan lingkungan masyarakat. Diskusi yang hangat mencerminkan tingginya antusiasme peserta dalam memperdalam pemahaman agama.
Salah seorang jamaah, Hj. Rani Siregar, mengungkapkan bahwa materi yang disampaikan sangat menyentuh dan sesuai dengan kondisi kehidupan masyarakat saat ini. Menurutnya, empat nasihat Syekh Sholeh Darat merupakan pedoman yang sangat berharga dalam menjaga keharmonisan rumah tangga maupun hubungan sosial.
“Alhamdulillah, kajian ini membuka wawasan kami bahwa memperbaiki akhlak adalah kunci menciptakan kedamaian. Materinya mudah dipahami dan sangat relevan dengan tantangan kehidupan sekarang, terutama dalam menghadapi perbedaan pendapat agar tidak menimbulkan permusuhan,” ujarnya.
Hal senada disampaikan oleh Hj. Mahyana. Ia mengaku senang mengikuti kegiatan BIMLUH karena materi disampaikan secara sederhana, disertai dalil Al-Qur’an, hadis, dan penjelasan para ulama sehingga mudah dipahami dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Setiap pertemuan selalu memberikan ilmu baru yang bermanfaat. Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut agar masyarakat semakin memahami ajaran Islam dan mampu mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.
Kegiatan ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Syaiful Akhyar, S.H.I., seraya memohon kepada Allah SWT agar seluruh jamaah diberikan ilmu yang bermanfaat, kekuatan untuk mengamalkan akhlak mulia, serta senantiasa dianugerahi keselamatan, keberkahan, dan persatuan dalam kehidupan bermasyarakat.
Melalui kegiatan BIMLUH ini, PAI KUA Kecamatan Medan Denai berharap semangat masyarakat dalam menuntut ilmu agama terus tumbuh, sehingga nilai-nilai akhlakul karimah semakin mengakar dalam kehidupan sehari-hari dan mampu menciptakan lingkungan yang damai, harmonis, serta terhindar dari perselisihan, pertengkaran, dan fitnah.

