Penyuluh KUA Medan Sunggal Isi Rekaman Mutiara Sore RRI Pro 4 FM Medan, Bahas Hikmah Maulid Nabi

Medan (Humas) – Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Medan Sunggal, Paidi, S.Ag., mengisi rekaman program Mutiara Sore RRI Pro 4 FM Medan yang beralamat di Jalan Gatot Subroto Nomor 214, Kelurahan Sei Sikambing C II, Kota Medan, Kamis (13/8/2026). Kegiatan rekaman tersebut didampingi operator rekaman RRI, Monita, dengan mengangkat tema “Hikmah Maulid Nabi Muhammad SAW”.

Dalam rekaman tersebut, Paidi menyampaikan bahwa memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW merupakan momentum untuk mengenang kelahiran Rasulullah SAW sekaligus mengambil pelajaran dari kehidupan dan keteladanan beliau. Menurutnya, salah satu hikmah utama peringatan Maulid Nabi adalah membentuk pribadi yang memiliki akhlakul karimah. “Allah SWT mengutus Nabi Muhammad SAW untuk menyempurnakan akhlak. Karena itu, peringatan Maulid hendaknya menjadi momentum bagi kita untuk memperbaiki akhlak dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Paidi.

Lebih lanjut, Paidi menjelaskan empat sifat wajib Rasulullah SAW yang harus menjadi teladan bagi umat Islam. Pertama, siddiq, yaitu senantiasa berkata dan berbuat jujur, serta menjauhi sifat kizib atau kebohongan. Kedua, amanah, yakni memiliki sikap bertanggung jawab terhadap setiap kepercayaan, pekerjaan, jabatan, maupun wewenang yang diberikan. “Jangan sampai amanah yang diberikan kepada kita dikhianati, karena khianat merupakan perbuatan tercela yang harus kita jauhi,” jelasnya.

Sifat ketiga adalah tabligh, yaitu menyampaikan kebaikan dan mengajak orang lain untuk melakukan kebajikan serta mencegah kemungkaran sesuai kemampuan dan ketentuan agama. Keempat, fathanah, yaitu kecerdasan dan kebijaksanaan. Paidi menegaskan bahwa kecerdasan harus diwujudkan dengan sikap bijak, adil, dan penuh pertimbangan dalam mengambil keputusan. “Empat sifat Rasulullah SAW ini hendaknya tidak hanya kita ketahui, tetapi juga kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari,” tambah Paidi.

Paidi juga menyampaikan bahwa hikmah berikutnya dari peringatan Maulid Nabi adalah meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah SAW dengan mengamalkan sunnah beliau. Sunnah Nabi mencakup ucapan, perbuatan, ketetapan, dan keteladanan Rasulullah SAW yang menjadi pedoman bagi umat Islam. Dengan mengamalkan sunnah, umat Islam diharapkan mampu menghadirkan nilai-nilai keteladanan Rasulullah dalam kehidupan keluarga, masyarakat, dan lingkungan kerja.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW bukan sekadar kegiatan seremonial untuk mengenang kelahiran Rasulullah, tetapi menjadi momentum untuk memperbaiki akhlak dan meningkatkan kualitas keimanan. Keteladanan sifat siddiq, amanah, tabligh, dan fathanah, serta kecintaan untuk mengamalkan sunnah Nabi, diharapkan dapat membentuk pribadi Muslim yang jujur, bertanggung jawab, peduli terhadap kebaikan, cerdas, bijaksana, dan berakhlakul karimah.(Paidi).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *