Medan (Humas) – Penyuluh Agama Katolik KUA Medan Sunggal, Roni Antonius Sitanggang, melaksanakan kegiatan pendampingan katekumen pada Minggu, 16 Agustus 2026, pukul 17.00 WIB. Kegiatan bertempat di Aula Paroki Hayam Wuruk Medan, Jl. Hayam Wuruk No. 3, Medan, dan diikuti oleh para katekumen Paroki Hayam Wuruk. Kegiatan ini merupakan bagian dari pembinaan iman secara berkelanjutan bagi para katekumen dalam mempersiapkan diri untuk semakin memahami kehidupan dan ajaran Gereja Katolik.
Materi yang disampaikan dalam kegiatan tersebut adalah “Tahun Liturgi dalam Gereja Katolik.” Roni Antonius Sitanggang menjelaskan bahwa Tahun Liturgi merupakan rangkaian perayaan iman Gereja sepanjang satu tahun yang membantu umat mengenangkan dan menghayati karya keselamatan Allah melalui kehidupan, wafat, dan kebangkitan Yesus Kristus. Melalui Tahun Liturgi, umat dibimbing untuk semakin menghayati misteri iman secara bertahap dan mendalam.
Dalam penyampaiannya, Roni menjelaskan bahwa Tahun Liturgi Gereja Katolik terdiri atas beberapa masa utama, yaitu Masa Adven, Masa Natal, Masa Biasa, Masa Prapaskah, Masa Paskah, dan Masa Biasa. Setiap masa memiliki karakteristik dan makna tersendiri dalam membantu umat mempersiapkan diri, merayakan, serta menghayati misteri keselamatan yang dirayakan Gereja.
Para katekumen juga diajak memahami bahwa Tahun Liturgi tidak sekadar berkaitan dengan pergantian waktu atau kalender kegiatan Gereja. Setiap masa liturgi memiliki pesan iman yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Masa Adven mengajak umat mempersiapkan diri menyambut kedatangan Kristus, Masa Natal merayakan kelahiran-Nya, sedangkan Masa Prapaskah menjadi kesempatan untuk bertobat dan memperbarui kehidupan iman menuju perayaan Paskah.
Selanjutnya, Roni menekankan pentingnya keterlibatan umat dalam setiap perayaan liturgi sebagai bagian dari proses pertumbuhan iman. Para katekumen diharapkan mulai membangun kebiasaan mengikuti Perayaan Ekaristi dan memahami berbagai simbol, warna liturgi, serta perayaan-perayaan Gereja. Dengan pemahaman tersebut, mereka dapat mengikuti kehidupan liturgi bukan hanya secara lahiriah, tetapi dengan iman dan penghayatan yang semakin baik.
Melalui pendampingan ini, diharapkan para katekumen Paroki Hayam Wuruk semakin memahami makna Tahun Liturgi dan mampu menghayatinya sebagai bagian dari perjalanan iman menuju kedewasaan Kristiani. Kegiatan tersebut juga menjadi wujud pelaksanaan tugas Penyuluh Agama Katolik dalam memberikan pembinaan dan pendampingan kepada calon umat agar semakin mengenal, mencintai, dan terlibat aktif dalam kehidupan Gereja.(Paidi).

