Penyuluh Agama Katolik Kemenag Medan Ikuti Lokakarya Penyusunan Materi Hari Pangan Sedunia 2026

Medan (Humas) Penyuluh Agama Katolik Kementerian Agama Kota Medan, Roni Antonius Sitanggang, Marulam Nainggolan, dan Hamma Sitohang mengikuti Lokakarya Penyusunan Bahan Materi Hari Pangan Sedunia (HPS) Tahun 2026 yang berlangsung pada 13–15 Agustus 2026 di Catholic Center Pusat Pembinaan Umat Keuskupan Agung Medan (CC PPU KAM), Desa Tambun Nabolon, Kota Pematangsiantar. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendukung tersedianya bahan pembinaan umat yang kontekstual dan relevan dengan kehidupan masyarakat.

Lokakarya mengusung tema “Berjalan Bersama Mewujudkan Ketahanan Pangan Berkelanjutan dalam Semangat Mendengarkan, Meneguhkan, dan Mewartakan.” Tema tersebut menjadi landasan dalam menyusun materi pembinaan yang mengintegrasikan ajaran sosial Gereja dengan upaya membangun ketahanan pangan berkelanjutan, semangat sinodal, kepedulian terhadap sesama, serta tanggung jawab bersama dalam merawat ciptaan Tuhan.

Selama tiga hari, para peserta mengikuti diskusi, pendalaman materi, refleksi, dan penyusunan bahan pembinaan yang akan digunakan dalam rangkaian peringatan Hari Pangan Sedunia Tahun 2026 di wilayah Keuskupan Agung Medan. Penyusunan materi dilakukan secara partisipatif dengan menggali pengalaman pastoral, Kitab Suci, ajaran Gereja, serta realitas kehidupan masyarakat, khususnya berbagai persoalan dan tantangan ketahanan pangan.

Ketiga Penyuluh Agama Katolik Kemenag Kota Medan turut memberikan masukan dan terlibat aktif dalam proses diskusi. Keterlibatan tersebut diharapkan menghasilkan bahan pembinaan yang dapat diterapkan secara kontekstual bagi umat di tingkat paroki, stasi, maupun lingkungan. Keikutsertaan penyuluh juga menjadi bagian dari penguatan sinergi antara Kementerian Agama dan Keuskupan Agung Medan dalam menghadirkan pelayanan serta pembinaan umat yang menyentuh kehidupan sehari-hari.

Ketua Pokjaluh Agama Katolik Kota Medan, Hamma Sitohang, yang mewakili para penyuluh menyampaikan bahwa lokakarya tersebut memberikan wawasan penting bagi penyuluh dalam mengembangkan materi pembinaan umat. “Kami siap mengimplementasikan hasil lokakarya ini dalam tugas penyuluhan, sehingga pesan tentang ketahanan pangan dapat semakin dekat dengan kehidupan umat dan mendorong kepedulian terhadap sesama serta lingkungan,” ujarnya.

Penyelenggara Bimas Katolik Kemenag Kota Medan, Dr. Pinta Omastri Pandiangan, MSP., berharap para Penyuluh Agama Katolik dapat mengimplementasikan hasil penyusunan materi dalam pelaksanaan tugas di wilayah binaan masing-masing. Menurutnya, kegiatan ini merupakan wujud komitmen bersama dalam mendukung pembinaan umat yang berorientasi pada pembangunan manusia seutuhnya, penguatan ketahanan pangan, kepedulian terhadap kelompok rentan, serta terwujudnya masyarakat yang semakin beriman, peduli, dan berkelanjutan sesuai semangat pelayanan Gereja dan Kementerian Agama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *