Penyuluh Agama Islam Kemenag Medan Bina Persaudaraan Haji melalui Makna Talbiyah

Medan (Humas) — Penyuluh Agama Islam Kantor Kementerian Agama Kota Medan, Masdar Tambusai, S.Ag., memberikan bimbingan dan penyuluhan (Bimluh) kepada Ikatan Persaudaraan Haji, Minggu (16/8/2026). Bimbingan mengangkat tema “Memenuhi Janji kepada Allah Sesuai dengan Janji yang Diucapkan ketika Talbiyah”. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Penyuluh Agama Islam Kemenag Kota Medan dalam memberikan pembinaan keagamaan sekaligus mengajak jamaah haji merefleksikan kembali makna talbiyah dan komitmen kepada Allah.

Dalam penyampaiannya, Masdar menjelaskan bahwa talbiyah bukan sekadar bacaan yang diucapkan selama pelaksanaan ibadah haji, tetapi mengandung makna kesiapan seorang hamba untuk memenuhi panggilan dan menjalankan ketentuan Allah. Janji tersebut perlu diwujudkan melalui sikap, perilaku, dan ketaatan dalam kehidupan setelah menyelesaikan rangkaian ibadah haji. “Talbiyah mengingatkan kita bahwa ketika kita memenuhi panggilan Allah, maka ada komitmen yang harus terus kita jaga dalam kehidupan setelah kembali dari Tanah Suci,” jelas Masdar.

Masdar mengajak para jamaah untuk memaknai perjalanan haji sebagai proses pembentukan diri menuju pribadi yang lebih baik. Nilai kesabaran, keikhlasan, kedisiplinan, persaudaraan, dan kepedulian yang diperoleh selama berhaji diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Jamaah haji juga diharapkan mampu menjadi teladan di lingkungan keluarga dan masyarakat melalui perilaku yang mencerminkan nilai-nilai tersebut. “Jangan sampai talbiyah hanya menjadi ucapan ketika berada di Tanah Suci, tetapi hendaknya menjadi pengingat bagi kita untuk terus memperbaiki diri dan memenuhi janji kepada Allah,” ujarnya.

Menurut Masdar, keberhasilan ibadah haji tidak hanya dilihat dari selesainya rangkaian ritual, tetapi juga dari perubahan sikap setelah jamaah kembali ke tanah air. Kehidupan setelah berhaji menjadi kesempatan untuk membuktikan nilai-nilai yang telah dipelajari dan dijalani selama berada di Tanah Suci. Semangat persaudaraan antarsesama jamaah haji juga perlu terus dipelihara melalui kepedulian dan saling mengingatkan dalam kebaikan. “Haji hendaknya melahirkan perubahan dalam diri, sehingga setelah kembali kita dapat menjadi pribadi yang lebih dekat kepada Allah dan lebih bermanfaat bagi sesama,” lanjutnya.

Bimbingan tersebut menjadi salah satu bentuk peran Penyuluh Agama Islam Kemenag Kota Medan dalam memperkuat pemahaman dan pengamalan nilai-nilai keislaman di tengah masyarakat. Masdar mendorong para jamaah untuk menjaga semangat ibadah melalui peningkatan kualitas amal, menjaga hubungan baik dengan sesama, serta menghadirkan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan bermasyarakat. Pembinaan keagamaan secara berkelanjutan diharapkan dapat membantu jamaah menghubungkan pengalaman spiritual selama berhaji dengan pengamalan agama dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui Bimluh tersebut, para jamaah diharapkan semakin memahami makna talbiyah dan mampu menjaga komitmen yang telah diikrarkan kepada Allah. Nilai-nilai yang diperoleh selama perjalanan haji diharapkan terus tumbuh dalam bentuk ketaatan, kepedulian, persaudaraan, dan keteladanan di tengah masyarakat. “Setelah menunaikan haji, tugas kita bukan berhenti pada predikat sebagai seorang haji, tetapi bagaimana nilai-nilai haji itu terlihat dalam akhlak dan kehidupan kita,” pungkas Masdar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *