Penyuluh Agama Katolik Kemenag Medan Dampingi Misdinar Paroki St. Konrad Martubung Rayakan Pesta Santo Tarsisius

Medan (Humas) Penyuluh Agama Katolik Kementerian Agama Kota Medan, Zetra Hail Saragih dan Hekdi Jojada Sinaga, turut merayakan Pesta Santo Tarsisius, santo pelindung para misdinar, bersama peserta Misdinar se-Paroki St. Konrad Martubung Medan, Minggu (16/8/2026). Kegiatan yang berlangsung pukul 15.00–18.30 WIB tersebut dilaksanakan di Aula Paroki St. Konrad Martubung, Jalan Pancing I No. 7, Martubung, Kecamatan Medan Labuhan, Kota Medan, Sumatera Utara.

Rangkaian kegiatan diawali dengan Perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Pastor Philipus Alex Sutanto, SVD. Perayaan tersebut menjadi momentum bagi para misdinar untuk semakin menyadari makna pelayanan di dalam Gereja serta meneladani semangat Santo Tarsisius yang dikenal sebagai pribadi yang setia dalam melayani dan mempertahankan iman.

Setelah Perayaan Ekaristi, kegiatan dilanjutkan dengan pertemuan dan pembinaan iman bersama para misdinar. Dalam kesempatan tersebut, Penyuluh Agama Katolik Kemenag Kota Medan membawakan tema “Aku Datang Bukan untuk Dilayani, Melainkan untuk Melayani” yang bersumber dari Matius 20:28. Tema tersebut mengajak para misdinar untuk memahami bahwa tugas pelayanan bukan sekadar menjalankan tugas liturgis, tetapi merupakan panggilan untuk memberikan diri dan melayani Tuhan serta sesama dengan tulus.

Materi pembinaan yang disampaikan mengangkat tema “Generasi Z Siap dan Berani Menjadi Pelayan Kristus.” Melalui materi tersebut, para misdinar diajak untuk menjadi generasi muda Katolik yang berani, bertanggung jawab, disiplin, dan mampu menggunakan berbagai potensi yang dimiliki untuk menjadi saksi Kristus di tengah keluarga, Gereja, sekolah, dan masyarakat.

Zetra Hail Saragih menyampaikan bahwa perayaan Santo Tarsisius hendaknya menjadi kesempatan bagi para misdinar untuk semakin mencintai pelayanan dan bertumbuh dalam iman. “Menjadi misdinar bukan hanya tentang membantu imam di altar, tetapi juga belajar menjadi pribadi yang siap, berani, disiplin, dan tulus melayani Kristus serta sesama,” ujarnya. Ia berharap semangat Santo Tarsisius terus menjadi teladan bagi para misdinar dalam menjalankan panggilan pelayanan mereka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *