Cinta Rasul Tak Sekadar Ucapan, Penyuluh Kemenag Medan Ajak Jamaah Wujudkan dalam Amal dan Akhlak

Medan (Humas) — Kementerian Agama Kota Medan melalui Penyuluh Agama Islam terus memperkuat pembinaan keagamaan masyarakat melalui kegiatan bimbingan dan penyuluhan yang menyentuh kehidupan sehari-hari. Salah satu kegiatan tersebut dilaksanakan H. Abdullah Hakim bersama jamaah MT. Al Halimah, Rabu (19/8/2026), dengan mengangkat tema “3 Ciri Umat Nabi Muhammad SAW”. Dalam penyuluhan tersebut, jamaah diajak memahami bahwa kecintaan kepada Rasulullah SAW bukan sekadar ungkapan hati dan lisan, tetapi harus diwujudkan melalui peningkatan amal ibadah, keteladanan akhlak, serta kepedulian terhadap sesama. Pesan tersebut diharapkan menjadi dorongan bagi jamaah untuk menjadikan Rasulullah SAW sebagai teladan dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Dalam bimbingannya, Abdullah Hakim menyampaikan bahwa mencintai Rasulullah SAW memiliki konsekuensi untuk berusaha mengikuti ajaran dan sunnah yang telah beliau contohkan. Menurutnya, kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW seharusnya terlihat dari perubahan perilaku seorang muslim, baik dalam hubungan dengan Allah SWT maupun dalam kehidupan bermasyarakat. “Cinta kepada Rasulullah SAW bukan hanya diucapkan dengan lisan, tetapi harus dibuktikan dengan mengikuti sunnah dan meneladani akhlak beliau dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Abdullah Hakim. Ia menambahkan bahwa semakin kuat kecintaan seseorang kepada Rasulullah SAW, semestinya semakin besar pula keinginannya untuk memperbaiki diri, meningkatkan kualitas ibadah, dan menghadirkan kebaikan di tengah masyarakat.

Abdullah Hakim kemudian menjelaskan tiga ciri utama umat Nabi Muhammad SAW yang perlu menjadi perhatian setiap muslim. Pertama, mencintai dan mengikuti sunnah Nabi Muhammad SAW sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan. Kedua, memiliki akhlak mulia dengan membangun sikap kasih sayang, menghormati orang lain, menjaga hubungan silaturahmi, dan menjauhi perilaku yang dapat menyakiti sesama. Ketiga, senantiasa memperbanyak ibadah dengan menjalankan perintah Allah SWT dan menjauhi segala larangan-Nya sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT. “Ketiga ciri ini tidak dapat dipisahkan. Cinta kepada Rasul harus melahirkan ketaatan, ketaatan harus tercermin dalam ibadah, dan ibadah yang baik seharusnya membentuk akhlak yang semakin mulia,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia mengajak jamaah untuk menghadirkan keteladanan Rasulullah SAW dalam berbagai aktivitas kehidupan, termasuk dalam lingkungan keluarga dan masyarakat. Hal-hal sederhana seperti menjaga lisan, berkata jujur, menghormati orang tua, menyayangi anak-anak, membantu orang yang membutuhkan, mempererat silaturahmi, serta membiasakan membaca shalawat merupakan bagian dari upaya menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah SAW. Menurut Abdullah Hakim, akhlak yang baik akan menjadi salah satu bukti nyata bahwa ajaran Rasulullah SAW benar-benar berusaha diterapkan dalam kehidupan. “Jangan sampai kita mengaku mencintai Rasulullah, tetapi lisan kita masih mudah menyakiti orang lain, hubungan silaturahmi kita renggang, dan ibadah kita tidak mengalami peningkatan. Cinta Rasul harus terlihat dari perubahan diri kita menjadi pribadi yang lebih baik,” pesannya.

Ia juga mengingatkan jamaah agar menjadikan kecintaan kepada Rasulullah SAW sebagai motivasi untuk terus melakukan evaluasi terhadap kehidupan keagamaan masing-masing. Menurutnya, setiap muslim perlu melihat kembali apakah ibadah yang dilakukan sudah memberikan pengaruh terhadap akhlak dan perilaku sehari-hari. “Mari kita jadikan kecintaan kepada Rasulullah SAW sebagai motivasi untuk memperbaiki akhlak, meningkatkan ibadah, dan menjalankan sunnah beliau. Jangan hanya berhenti pada rasa cinta di dalam hati, tetapi wujudkan melalui amal nyata yang memberikan manfaat bagi keluarga dan masyarakat,” ungkap Abdullah Hakim. Dengan demikian, kecintaan kepada Rasulullah SAW dapat menjadi kekuatan untuk membangun kehidupan umat yang lebih baik, harmonis, dan penuh kepedulian.

Kegiatan bimbingan dan penyuluhan tersebut berlangsung dengan khidmat dan diikuti secara antusias oleh jamaah MT. Al Halimah. Para jamaah mendapatkan penguatan mengenai pentingnya menyeimbangkan kecintaan kepada Rasulullah SAW dengan peningkatan kualitas ibadah dan pembentukan akhlak dalam kehidupan sehari-hari. Melalui kegiatan tersebut, diharapkan jamaah tidak hanya memahami tiga ciri umat Nabi Muhammad SAW secara teori, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan keluarga, lingkungan masyarakat, dan berbagai aktivitas sosial. Pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan menjadi bagian dari upaya Kementerian Agama Kota Medan melalui Penyuluh Agama Islam untuk menghadirkan pemahaman keagamaan yang aplikatif, membangun karakter umat, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Abdullah Hakim berharap kegiatan penyuluhan keagamaan dapat terus menjadi ruang bagi jamaah untuk memperdalam pemahaman agama sekaligus melakukan refleksi terhadap kehidupan sehari-hari. Menurutnya, ilmu agama akan semakin bermakna apabila diwujudkan dalam amal, sementara kecintaan kepada Rasulullah SAW akan semakin sempurna apabila melahirkan akhlak yang baik dan kepedulian terhadap sesama. “Semoga kita tidak hanya menjadi umat yang mengenal nama dan sejarah Rasulullah SAW, tetapi benar-benar menjadi umat yang mengikuti sunnah, meneladani akhlak, memperbanyak ibadah, dan menghadirkan manfaat bagi orang lain,” pungkasnya. Melalui pesan tersebut, jamaah diharapkan semakin termotivasi untuk menjadikan Rasulullah SAW sebagai teladan utama dalam membangun kehidupan yang beriman, berakhlak, dan bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *