Medan (Humas) — Kementerian Agama Kota Medan terus mendorong penguatan pembinaan keagamaan yang berjalan seiring dengan kepedulian sosial di tengah masyarakat. Salah satu bentuknya diwujudkan melalui kunjungan tim pembinaan ke Panti Asuhan Sundoro, Kecamatan Medan Polonia, Kamis (20/8/2026). Kegiatan tersebut diisi dengan ibadah bersama yang berlangsung dalam suasana khidmat, hangat, dan penuh kebersamaan, sekaligus menjadi kesempatan untuk memberikan penguatan rohani kepada para penghuni panti. Ibadah dipimpin oleh Amin Murni, doa pembukaan oleh Srik Surbakti, firman Tuhan disampaikan Fitri Handayani, sedangkan doa penutup dipimpin Saronisa Ginting, serta diikuti Fitri Brutu, Liza Brutu, Verawati Butar Butar, dan seluruh tim pembinaan yang hadir.
Dalam penyampaian firman Tuhan, Fitri Handayani mengajak seluruh peserta untuk terus memelihara iman, menjaga pengharapan, dan menghadirkan kasih dalam kehidupan sehari-hari. Ia menekankan bahwa kehidupan beriman tidak cukup hanya diwujudkan melalui kegiatan ibadah, tetapi juga harus tercermin dalam kepedulian, perhatian, dan perbuatan baik kepada orang lain. Menurutnya, setiap orang memiliki kesempatan untuk menjadi pembawa kebaikan, terutama melalui tindakan sederhana yang dilakukan dengan ketulusan. “Melalui firman Tuhan, kita diingatkan untuk tetap memiliki pengharapan dan menjadi pribadi yang membawa kasih serta kebaikan bagi orang-orang di sekitar kita,” ujar Fitri Handayani.
Fitri juga mengajak para penghuni panti untuk tidak mudah kehilangan semangat ketika menghadapi berbagai tantangan kehidupan. Menurutnya, iman dan pengharapan dapat menjadi kekuatan untuk menghadapi setiap keadaan dengan hati yang lebih tenang dan penuh keyakinan. Ia menilai kebersamaan dan dukungan dari lingkungan sekitar juga memiliki arti penting dalam menumbuhkan semangat serta memberikan rasa aman bagi setiap individu. “Apa pun keadaan yang kita hadapi, jangan berhenti berharap dan jangan berhenti berbuat baik. Ketika kita saling menguatkan dan berjalan dalam kasih, kita akan memiliki kekuatan untuk menghadapi setiap proses kehidupan,” ungkapnya.
Sementara itu, Amin Murni yang memimpin ibadah mengajak seluruh peserta mengikuti setiap rangkaian kegiatan dengan penuh sukacita, ketulusan, dan hati yang terbuka. Menurutnya, ibadah bersama bukan hanya menjadi sarana untuk mendekatkan diri kepada Tuhan, tetapi juga menjadi ruang untuk membangun hubungan yang lebih erat antarsesama. Doa dan kebersamaan dapat menjadi sumber kekuatan ketika seseorang menghadapi berbagai persoalan maupun tantangan dalam kehidupan. “Mari kita mengikuti ibadah ini dengan hati yang penuh sukacita, karena kebersamaan dan doa menjadi kekuatan dalam menjalani kehidupan,” ujar Amin Murni.
Kunjungan tersebut juga menjadi momentum untuk membangun komunikasi dan kedekatan antara tim pembinaan dengan para penghuni Panti Asuhan Sundoro. Kehadiran Fitri Brutu, Liza Brutu, Verawati Butar Butar, serta anggota tim lainnya menciptakan suasana kekeluargaan yang membuat rangkaian kegiatan berlangsung lebih hangat dan interaktif. Menurut Verawati Butar Butar, perhatian dan kehadiran secara langsung dapat memberikan dukungan moral yang berarti bagi para penghuni panti. “Kunjungan ini bukan hanya tentang berbagi waktu, tetapi juga bagaimana kita dapat saling menguatkan dan menghadirkan kepedulian melalui kebersamaan,” ujar Verawati.
Lebih lanjut, Verawati mengatakan bahwa kepedulian kepada sesama dapat diwujudkan melalui berbagai bentuk, termasuk meluangkan waktu untuk hadir dan mendengarkan. Ia berharap kebersamaan yang dibangun melalui kegiatan tersebut dapat memberikan semangat kepada para penghuni panti untuk terus menjalani kehidupan dengan optimisme dan pengharapan. “Kadang-kadang kehadiran dan perhatian sederhana dapat memberikan kekuatan yang besar. Karena itu, mari kita terus membangun kepedulian dan tidak membiarkan saudara-saudara kita merasa berjalan sendiri,” katanya.
Rangkaian ibadah kemudian ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Saronisa Ginting sebagai ungkapan syukur atas kelancaran seluruh kegiatan. Dalam doa penutup tersebut, peserta diajak untuk membawa pesan yang telah diterima selama ibadah ke dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam menjaga iman, mengasihi sesama, dan terus melakukan kebaikan. “Kiranya apa yang kita terima dalam ibadah ini dapat menjadi kekuatan untuk terus berjalan dalam iman, saling mengasihi, dan melakukan kebaikan,” ujar Saronisa Ginting. Doa tersebut sekaligus menjadi penutup rangkaian kegiatan yang berlangsung dalam suasana penuh syukur dan kebersamaan.
Kunjungan ke Panti Asuhan Sundoro menjadi salah satu bentuk pelayanan yang menggabungkan pembinaan spiritual dengan kepedulian sosial. Melalui ibadah, komunikasi, dan interaksi bersama, tim pembinaan berupaya menghadirkan perhatian sekaligus memberikan dukungan moral kepada para penghuni panti. Kegiatan tersebut juga menjadi pengingat bahwa pembinaan keagamaan memiliki dimensi sosial yang mendorong umat untuk saling peduli, menguatkan, dan menghadirkan kasih dalam kehidupan bersama. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan baik dan mendapat respons positif dari peserta yang hadir.
Melalui kegiatan tersebut, Kementerian Agama Kota Medan berharap nilai-nilai iman, kasih, kepedulian, dan kebersamaan dapat terus tumbuh dalam kehidupan masyarakat. Kehadiran tim pembinaan di Panti Asuhan Sundoro diharapkan tidak hanya memberikan penguatan rohani selama kegiatan berlangsung, tetapi juga meninggalkan semangat dan pengharapan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan menjadi bagian penting dalam menghadirkan pelayanan keagamaan yang menyentuh kebutuhan spiritual sekaligus kemanusiaan. Dengan semangat saling menguatkan dan peduli terhadap sesama, diharapkan tercipta kehidupan masyarakat yang semakin rukun, penuh kasih, dan memiliki kepedulian sosial yang kuat.

