Dari Majelis Taklim, Penyuluh Kemenag Medan Perkuat Kehidupan Keagamaan Jamaah

Medan (Humas) — Kementerian Agama Kota Medan melalui Penyuluh Agama Islam terus memperkuat kehidupan keagamaan masyarakat melalui pembinaan yang hadir dekat dengan aktivitas jamaah. Salah satunya dilaksanakan melalui kegiatan bimbingan dan penyuluhan di Masjid Ihsaniyah, Jalan Gurilla, Kecamatan Medan Perjuangan, Kota Medan, Kamis (20/8/2026). Dalam kegiatan tersebut, Penyuluh Agama Islam Kemenag Kota Medan, Affan Sihite, memberikan bimbingan kepada jamaah ibu-ibu MT Jamiyatul Mardiyah dengan mengangkat pesan-pesan keagamaan yang berkaitan erat dengan kehidupan sehari-hari. Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan dan mendapat perhatian aktif dari para jamaah yang hadir.

Dalam penyampaian bimbingannya, Affan mengajak jamaah menjadikan majelis taklim bukan hanya sebagai tempat untuk menambah pengetahuan agama, tetapi juga sebagai ruang untuk melakukan evaluasi dan memperbaiki diri. Menurutnya, ilmu agama akan memberikan manfaat yang lebih besar apabila diwujudkan melalui sikap, ucapan, dan perbuatan dalam kehidupan sehari-hari. “Majelis taklim bukan hanya tempat kita belajar agama, tetapi juga menjadi ruang untuk memperbaiki diri dan mengamalkan ilmu yang kita peroleh dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Affan. Ia berharap setiap materi yang disampaikan dapat menjadi bekal bagi jamaah untuk membangun kehidupan keluarga yang lebih baik dan lingkungan masyarakat yang semakin religius.

Affan juga menekankan pentingnya menjaga keberlangsungan majelis taklim sebagai wadah pembinaan sekaligus sarana mempererat silaturahmi. Menurutnya, pertemuan rutin yang diisi dengan kegiatan keagamaan dapat menjadi kesempatan bagi jamaah untuk saling mengingatkan dalam kebaikan, bertukar pengalaman, serta memberikan dukungan ketika menghadapi berbagai persoalan kehidupan. “Ketika kita terus berkumpul dalam kegiatan yang baik, kita tidak hanya mendapatkan ilmu, tetapi juga saling menguatkan dan menjaga silaturahmi,” katanya. Ia menilai kebersamaan yang terbangun melalui majelis taklim dapat menjadi kekuatan dalam menciptakan keluarga dan lingkungan yang saling peduli.

Lebih lanjut, Affan mengajak jamaah untuk membawa nilai-nilai keagamaan yang diperoleh dari majelis taklim ke lingkungan keluarga. Menurutnya, peran ibu dalam keluarga sangat penting dalam menanamkan kebiasaan baik dan memberikan keteladanan kepada anak-anak maupun anggota keluarga lainnya. Penerapan ajaran Islam dapat dimulai dari hal-hal sederhana, seperti menjaga tutur kata, membangun komunikasi yang baik, menghormati anggota keluarga, serta membiasakan perilaku yang mencerminkan akhlak mulia. “Apa yang kita pelajari di majelis taklim hendaknya tidak berhenti ketika kegiatan selesai, tetapi dibawa ke rumah dan diwujudkan melalui perilaku yang baik,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa pembinaan keagamaan akan semakin kuat apabila dilakukan secara konsisten dan disertai dengan kemauan untuk terus belajar. Menurut Affan, perubahan dalam kehidupan tidak selalu harus dimulai dari hal-hal besar, tetapi dapat tumbuh dari kebiasaan kecil yang dilakukan secara berkelanjutan. “Mari kita mulai perubahan dari diri sendiri, dari keluarga, dan dari lingkungan terdekat. Ketika kebaikan terus dibiasakan, insyaallah akan memberikan pengaruh yang lebih luas kepada masyarakat,” ungkapnya. Pesan tersebut sekaligus mengajak jamaah untuk menjadikan kegiatan majelis taklim sebagai bagian dari proses membangun kehidupan yang lebih baik.

Dalam kegiatan tersebut, interaksi antara penyuluh dan jamaah berlangsung secara komunikatif. Jamaah diberikan kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan, pengalaman, maupun hal-hal yang berkaitan dengan kehidupan keagamaan yang mereka hadapi sehari-hari. Affan mengatakan bahwa penyuluh tidak hanya bertugas menyampaikan materi, tetapi juga perlu mendengarkan kebutuhan masyarakat agar pembinaan yang diberikan dapat lebih tepat sasaran. “Kami ingin pembinaan ini menjadi ruang bersama, sehingga jamaah dapat menyampaikan hal-hal yang ingin dipelajari dan didiskusikan sesuai dengan kebutuhan mereka,” ungkap Affan.

Menurutnya, pola pembinaan yang komunikatif dapat membantu menciptakan suasana belajar agama yang lebih terbuka dan menyenangkan. Jamaah tidak hanya menjadi penerima materi, tetapi juga dapat berperan aktif dalam menentukan kebutuhan pembelajaran dan mendiskusikan persoalan keagamaan yang mereka temui dalam kehidupan. “Setiap jamaah tentu memiliki pengalaman dan kebutuhan yang berbeda. Karena itu, mari kita manfaatkan majelis taklim ini untuk saling belajar, saling mengingatkan, dan bersama-sama memperkuat pemahaman agama,” katanya. Dengan pendekatan tersebut, majelis taklim diharapkan semakin mampu menjadi ruang pembinaan yang dekat dengan kebutuhan masyarakat.

Kegiatan bimbingan dan penyuluhan di Masjid Ihsaniyah tersebut berlangsung lancar dengan keterlibatan aktif jamaah MT Jamiyatul Mardiyah. Pertemuan tersebut tidak hanya menjadi sarana untuk menambah wawasan keislaman, tetapi juga mempererat hubungan silaturahmi dan membangun kebersamaan di antara para jamaah. Materi yang disampaikan diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan keluarga maupun lingkungan sekitar melalui sikap, ucapan, dan perbuatan yang mencerminkan nilai-nilai Islam. Kehadiran Penyuluh Agama Kemenag Kota Medan di tengah majelis taklim menjadi bagian dari upaya menghadirkan pembinaan keagamaan yang berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Melalui pembinaan yang dilakukan secara rutin, Kementerian Agama Kota Medan terus mendorong majelis taklim menjadi salah satu ruang strategis dalam meningkatkan pemahaman dan pengamalan ajaran Islam. Dari majelis taklim, jamaah diharapkan tidak hanya memperoleh ilmu, tetapi juga semakin terdorong memperbaiki akhlak, memperkuat ukhuwah, serta menghadirkan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari. Dengan semangat belajar dan saling menguatkan, kegiatan pembinaan diharapkan dapat memberikan dampak positif mulai dari lingkungan keluarga hingga masyarakat secara lebih luas. “Semoga majelis taklim ini terus menjadi tempat tumbuhnya ilmu, silaturahmi, dan kebaikan, sehingga apa yang kita pelajari benar-benar membawa perubahan dalam kehidupan kita,” pungkas Affan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *