Melalui BRUS KUA Medan Sunggal, Siswa SMA Panca Budi Medan Didorong Menjadi Remaja Taat Aturan

Medan (Humas) – Penyuluh Agama Islam KUA Medan Sunggal Paidi, S.Ag melaksanakan kegiatan Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) di Yayasan Prof. Dr. Kadirun Yahya, tepatnya di unit SMA Panca Budi Medan yang beralamat di Jalan Jenderal Gatot Subroto Km 4,5 Kelurahan Sei Sikambing, Kecamatan Medan Sunggal, Kota Medan, Rabu (19/8/2026). Kegiatan tersebut mengangkat tema “Taat kepada Aturan Merupakan Ibadah” dengan tujuan menanamkan kesadaran kepada para siswa agar menjadi generasi yang disiplin, bertanggung jawab, dan menjunjung nilai kebaikan.

Dalam kegiatan tersebut, Paidi didampingi Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan Adlin Khairi Sitepu, S.Pd., beserta para guru dan staf pengajar SMA Panca Budi Medan. Suasana bimbingan berlangsung komunikatif karena Paidi mengajak para siswa aktif berdiskusi dan memberikan pandangan tentang pentingnya aturan dalam kehidupan sehari-hari.

Paidi menyampaikan bahwa Allah SWT mengutus para nabi dan rasul dengan membawa aturan sebagai pedoman hidup manusia. Ia menjelaskan bahwa Nabi Musa AS menerima kitab Taurat, Nabi Isa AS menerima kitab Injil, Nabi Daud AS menerima kitab Zabur, dan Nabi Muhammad SAW menerima kitab Al-Qur’an sebagai pedoman umat manusia. “Semua kitab suci tersebut berisi aturan yang mengatur manusia agar dapat menjalani kehidupan yang lebih baik, tertib, dan penuh kebaikan,” ujar Paidi.

Dalam suasana yang interaktif, Paidi mengajukan pertanyaan kepada para siswa tentang apa yang akan terjadi apabila kehidupan manusia tidak memiliki aturan. Para siswa memberikan berbagai jawaban, seperti kehidupan akan kacau, terjadi tindakan kriminal, bahkan rasa aman dalam kehidupan sehari-hari akan hilang. “Jawaban para siswa sangat cerdas. Inilah bukti bahwa aturan sangat penting karena memberikan ketertiban, keamanan, dan kenyamanan dalam kehidupan,” tambah Paidi.

Lebih lanjut Paidi memberikan contoh sederhana tentang aturan lalu lintas. Menurutnya, ketika seseorang mematuhi lampu merah dengan berhenti, maka ia telah menjaga keselamatan dirinya dan orang lain. Sebaliknya, melanggar aturan lalu lintas dapat mendatangkan bahaya dan kerugian. “Ketika kita mematuhi aturan, baik aturan yang dibuat manusia maupun aturan yang berasal dari Allah SWT, maka akan mendatangkan kebaikan, pahala, serta ketenangan dalam hidup,” jelasnya.

Paidi juga menegaskan bahwa aturan tidak hanya berlaku dalam bidang agama, tetapi mencakup seluruh aspek kehidupan. Di sekolah terdapat aturan yang dibuat oleh yayasan dan guru, di rumah terdapat aturan dari orang tua, serta di lingkungan masyarakat terdapat norma yang harus dihormati. “Barang siapa yang mematuhi aturan dengan penuh kesadaran, maka sesungguhnya ia sedang menanam kebaikan untuk dirinya sendiri dan orang lain,” tutup Paidi.

Melalui kegiatan BRUS ini, siswa SMA Panca Budi Medan diajak memahami bahwa ketaatan terhadap aturan bukan sekadar kewajiban, tetapi juga bagian dari ibadah. Dengan membiasakan diri hidup disiplin, bertanggung jawab, dan menghormati aturan, para remaja diharapkan mampu menjadi generasi yang berkarakter, membawa kedamaian, serta memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.(Paidi).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *