Medan (Humas) – Penyuluh Agama Katolik KUA Medan Sunggal, Roni Antonius Sitanggang, melaksanakan kegiatan pendampingan katekumen pada Rabu, (19/08/2026), pukul 08.00 WIB. Kegiatan berlangsung di Aula Gereja Katolik Stasi St. Fransiskus Xaverius Sunggal, Jl. Abadi No. 54, Kelurahan Tanjung Rejo, Kecamatan Medan Sunggal. Pendampingan ini merupakan bagian dari pembinaan iman secara berkelanjutan bagi calon umat Katolik.
Kegiatan tersebut diikuti oleh dua orang katekumen, yaitu Daud Tarigan dan Fitri Silalahi. Para peserta mendapatkan pembinaan mengenai salah satu pokok Pengakuan Iman Gereja, yakni Gereja yang Satu dan Gereja yang Kudus. Materi diberikan untuk membantu para katekumen memahami identitas dan hakikat Gereja secara lebih mendalam.
Dalam penyampaian materi, Roni Antonius Sitanggang menjelaskan bahwa Gereja disebut satu karena memiliki satu iman, satu baptisan, satu sumber keselamatan dalam Kristus, serta kesatuan dalam kehidupan Gereja. Kesatuan tersebut diwujudkan melalui persekutuan umat beriman dengan Kristus dan dengan sesama anggota Gereja, sekaligus melalui kesatuan dengan para gembala Gereja.
Selanjutnya, dijelaskan bahwa Gereja disebut kudus karena Kristus, Kepala Gereja, adalah kudus dan Gereja menjadi sarana bagi umat untuk bertumbuh dalam kekudusan. Kekudusan Gereja bukan berarti seluruh anggotanya telah sempurna, melainkan Gereja senantiasa mengajak umat untuk bertobat, memperbarui diri, dan semakin menyerupai Kristus melalui kehidupan iman serta perbuatan kasih.
Dalam kegiatan pendampingan, para katekumen juga diajak untuk memahami bahwa menjadi anggota Gereja berarti memiliki tanggung jawab untuk menjaga persatuan, menghindari perpecahan, serta mewujudkan kekudusan melalui kehidupan sehari-hari. Materi kemudian diperdalam melalui dialog dan tanya jawab sehingga peserta dapat menghubungkan ajaran Gereja dengan pengalaman konkret dalam kehidupan keluarga, masyarakat, dan lingkungan Gereja.
Melalui kegiatan ini, diharapkan Daud Tarigan dan Fitri Silalahi semakin memahami makna Gereja yang Satu dan Gereja yang Kudus serta semakin mantap dalam menjalani proses pembinaan sebagai katekumen. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari pelaksanaan tugas Penyuluh Agama Katolik Kementerian Agama dalam memberikan pendampingan dan pembinaan iman secara berkesinambungan, sehingga calon umat semakin dewasa dalam iman dan siap mengambil bagian dalam kehidupan Gereja.(RAS/PAI).

