Penyuluh Agama Islam KUA Medan Petisah Berikan Bimbingan tentang Keutamaan Adzan kepada Pengajian Pertuni

Medan (Humas) — Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Medan Petisah, Heriansyah Harahap, S.Th.I dan Nurlely, M.Sos melaksanakan kegiatan bimbingan keagamaan kepada jamaah Pengajian Pertuni pada hari Kamis, 20 Agustus 2026. Kegiatan tersebut mengangkat tema tentang keutamaan adzan sebagai salah satu syiar Islam yang memiliki kedudukan penting dalam kehidupan umat Muslim.

Dalam penyampaiannya, Heriansyah Harahap menjelaskan bahwa adzan bukan sekadar panggilan untuk melaksanakan salat, tetapi juga merupakan syiar yang mengingatkan umat Islam kepada kebesaran Allah SWT. Menurutnya, lantunan adzan memiliki makna yang sangat mendalam karena mengajak umat untuk meninggalkan sejenak kesibukan dunia dan memenuhi panggilan Allah SWT. “Adzan adalah panggilan yang mulia. Ketika mendengar adzan, seorang Muslim hendaknya segera mengingat Allah dan mempersiapkan diri untuk melaksanakan salat,” ujar Heriansyah.

Ia juga menerangkan berbagai keutamaan yang terdapat dalam adzan, di antaranya sebagai bentuk pengagungan kepada Allah SWT, pengingat masuknya waktu salat, serta syiar yang memperlihatkan identitas kehidupan umat Islam. Heriansyah mengajak jamaah untuk tidak hanya mendengarkan adzan, tetapi juga mengamalkan adab ketika mendengarnya, seperti menjawab lafaz adzan dan kemudian membaca doa setelah adzan.

Sementara itu, Nurlely, M.Sos menekankan pentingnya menjadikan adzan sebagai momentum untuk meningkatkan kedisiplinan dalam beribadah. Menurutnya, panggilan adzan hendaknya menjadi pengingat agar umat Islam senantiasa menjaga salat lima waktu. “Mari kita jadikan suara adzan sebagai panggilan hati untuk mendekatkan diri kepada Allah. Jangan sampai kita mendengar adzan, tetapi tetap larut dalam kesibukan dan melupakan kewajiban salat,” tuturnya.

Dalam bimbingan tersebut, jamaah Pengajian Pertuni juga diajak memahami bahwa orang yang mengumandangkan adzan atau muazin memiliki keutamaan tersendiri. Adzan merupakan amal yang bernilai ibadah sekaligus menjadi sarana mengajak orang lain kepada kebaikan. Karena itu, kegiatan mengumandangkan adzan perlu dilakukan dengan penuh keikhlasan dan sesuai dengan tuntunan syariat Islam.

Kegiatan bimbingan berlangsung dengan suasana penuh kekeluargaan dan antusias. Para peserta mengikuti materi yang disampaikan serta mendapatkan kesempatan untuk berdiskusi mengenai adab mendengarkan adzan, menjawab seruan adzan, dan pentingnya segera menunaikan salat setelah masuk waktunya. “Semoga melalui bimbingan ini, kita semakin mencintai adzan dan menjadikannya sebagai pengingat untuk senantiasa menjaga hubungan kita dengan Allah SWT,” kata Heriansyah.

Melalui kegiatan tersebut, Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Medan Petisah berharap jamaah Pengajian Pertuni dapat semakin memahami makna dan keutamaan adzan serta mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Bimbingan keagamaan ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat pemahaman dan pengamalan nilai-nilai Islam di tengah masyarakat, khususnya dalam membangun kebiasaan menjaga salat lima waktu secara istiqamah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *