Medan (Humas) — Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Medan Petisah, Muhammad Zahid Nasution, M.Pd, Heriansyah Harahap, S.Th.I, dan Nurlely, M.Sos melaksanakan kegiatan bimbingan rohani dan doa bersama kepada pasien di RS Bandung Medan pada hari Kamis, 20 Agustus 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memberikan penguatan spiritual kepada pasien agar tetap memiliki ketenangan, kesabaran, dan semangat dalam menjalani proses pengobatan.
Dalam kegiatan tersebut, para penyuluh memberikan motivasi kepada pasien agar senantiasa mendekatkan diri kepada Allah SWT dalam setiap keadaan, termasuk ketika sedang menghadapi ujian berupa sakit. Mereka mengingatkan bahwa sakit dapat menjadi momentum untuk meningkatkan kesabaran, memperbanyak doa, serta tetap berprasangka baik kepada Allah SWT. “Ketika kita sedang diuji dengan sakit, jangan pernah kehilangan harapan. Teruslah berdoa, bersabar, dan yakin bahwa Allah SWT selalu memberikan yang terbaik bagi hamba-Nya,” ujar Muhammad Zahid Nasution.
Heriansyah Harahap, S.Th.I dalam bimbingannya menyampaikan bahwa kesehatan merupakan salah satu nikmat besar yang sering kali baru disadari ketika seseorang sedang mengalami sakit. Karena itu, pasien diajak untuk tetap bersyukur atas segala keadaan dan menjadikan masa pengobatan sebagai kesempatan untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT. “Sakit bukan alasan untuk berhenti berharap kepada Allah. Justru dalam kondisi seperti ini, doa dan tawakal perlu semakin kita kuatkan,” tutur Heriansyah.
Selain memberikan tausiah singkat, para penyuluh juga mengajak pasien untuk bersama-sama memanjatkan doa. Doa bersama tersebut diharapkan dapat memberikan ketenteraman batin serta menumbuhkan optimisme kepada pasien dalam menghadapi proses perawatan. Nurlely, M.Sos menyampaikan bahwa dukungan spiritual sangat penting untuk membantu pasien menghadapi masa-masa sulit. “Kita berdoa agar Allah SWT memberikan kekuatan, ketenangan, kesabaran, serta kesembuhan kepada seluruh pasien yang sedang menjalani perawatan,” ungkap Nurlely.
Dalam kesempatan itu, para penyuluh juga mengingatkan pasien dan keluarga agar tetap menjaga ibadah sesuai dengan kemampuan selama berada di rumah sakit. Keterbatasan kondisi fisik tidak seharusnya menjadi penghalang untuk tetap mengingat Allah SWT. Pasien diberikan pemahaman bahwa ibadah, doa, dan dzikir dapat menjadi sarana untuk memperoleh ketenangan hati selama menjalani proses pengobatan.
Kegiatan bimbingan rohani dan doa bersama berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan kekhusyukan. Kehadiran para penyuluh diharapkan dapat memberikan perhatian tidak hanya dari sisi sosial, tetapi juga membantu memenuhi kebutuhan spiritual pasien. “Kami berharap kehadiran kami dapat memberikan manfaat dan menjadi penguat bagi para pasien. Semoga Allah SWT mengangkat segala penyakit dan memberikan kesembuhan serta kesehatan,” kata Muhammad Zahid Nasution.
Melalui kegiatan bimbingan rohani tersebut, Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Medan Petisah terus berupaya hadir di tengah masyarakat melalui pelayanan keagamaan, termasuk bagi mereka yang sedang menjalani perawatan di rumah sakit. Kegiatan ini diharapkan dapat terus dilaksanakan secara berkesinambungan sebagai bentuk kepedulian dan pengabdian dalam memberikan penguatan spiritual kepada pasien dan keluarga, sehingga mereka tetap optimis, sabar, dan tawakal dalam menghadapi ujian sakit.

