Penyuluh Agama Katolik Kemenag Medan Dampingi Katekumen Memahami Panca Tugas Gereja

Medan (Humas) Penyuluh Agama Katolik Kementerian Agama Kota Medan, Roni Antonius Sitanggang, melaksanakan pendampingan katekumen dengan materi Panca Tugas Gereja pada Jumat (28/08/2026) pukul 18.00 WIB. Kegiatan tersebut berlangsung di Kantor Paroki Helvetia Medan, Jalan Beringin 3 No. 9, Helvetia, Kecamatan Medan Helvetia, dan diikuti oleh enam orang katekumen sebagai bagian dari pembinaan iman dan persiapan untuk semakin mengenal serta memahami kehidupan Gereja Katolik.

Dalam pendampingan tersebut, Roni menjelaskan bahwa Panca Tugas Gereja merupakan lima bidang utama yang menjadi perwujudan kehidupan dan perutusan Gereja di tengah dunia. Kelima tugas tersebut meliputi Koinonia, Kerygma, Liturgia, Diakonia, dan Martyria. Para katekumen diajak memahami bahwa menjadi anggota Gereja tidak hanya berkaitan dengan kehidupan doa, tetapi juga mencakup panggilan untuk membangun persaudaraan, mewartakan iman, merayakan iman, melayani sesama, dan memberikan kesaksian hidup.

Pada materi Koinonia, para katekumen diajak memahami pentingnya membangun persekutuan dan persaudaraan sebagai umat beriman. Gereja dipanggil menjadi komunitas yang saling menerima, menghargai, mendukung, dan membangun kebersamaan dalam Kristus. Semangat persaudaraan tersebut diharapkan dapat diwujudkan mulai dari kehidupan keluarga, lingkungan, hingga kehidupan menggereja.

Selanjutnya, Roni menjelaskan Kerygma sebagai tugas Gereja untuk mewartakan Sabda Allah dan Kabar Gembira keselamatan dalam Yesus Kristus. Para katekumen didorong untuk semakin mengenal Kitab Suci dan ajaran Gereja serta mampu memberikan kesaksian iman melalui perkataan dan perbuatan. Pewartaan iman tidak selalu harus dilakukan melalui kata-kata, tetapi juga dapat diwujudkan melalui keteladanan dalam kehidupan sehari-hari.

Materi kemudian dilanjutkan dengan pembahasan mengenai Liturgia, Diakonia, dan Martyria. Liturgia berkaitan dengan perayaan iman dan kehidupan doa Gereja, Diakonia merupakan panggilan untuk melayani sesama, khususnya mereka yang membutuhkan, sedangkan Martyria merupakan kesediaan umat untuk memberikan kesaksian iman melalui kehidupan yang sesuai dengan ajaran Kristus. Kelima tugas tersebut saling berkaitan dan menjadi bagian dari panggilan setiap umat Katolik dalam kehidupan menggereja dan bermasyarakat.

Roni Antonius Sitanggang menyampaikan bahwa pendampingan katekumen merupakan proses penting untuk membantu peserta mempersiapkan diri menjadi umat Katolik yang tidak hanya memahami ajaran Gereja, tetapi juga mampu menghidupinya dalam kehidupan nyata. “Katekumen perlu memahami bahwa iman bukan hanya untuk dihayati secara pribadi, tetapi juga diwujudkan melalui persaudaraan, pewartaan, doa, pelayanan, dan kesaksian hidup,” ungkap Roni. Melalui pendampingan yang berkelanjutan, keenam katekumen diharapkan semakin mengenal Kristus, mencintai Gereja, serta siap mengambil bagian dalam perutusan Gereja di tengah keluarga dan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *