Penyuluh Agama Islam Kemenag Medan Sampaikan 4 Investasi Akhirat yang Tak Pernah Terputus

Medan (Humas) — Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama Kota Medan, H. Abdullah Hakim, memberikan Bimbingan Penyuluhan kepada jamaah Majelis Taklim (MT) Ummati, Senin (31/08/2026). Kegiatan tersebut mengangkat tema “4 Investasi Akhirat yang Tak Pernah Terputus” sebagai bagian dari upaya Kementerian Agama Kota Medan melalui penyuluh agama dalam meningkatkan pemahaman keagamaan masyarakat. Dalam penyuluhannya, Abdullah Hakim mengajak jamaah untuk tidak hanya mempersiapkan kebutuhan kehidupan dunia, tetapi juga memperbanyak amal saleh sebagai bekal menghadapi kehidupan akhirat.

Dalam penyampaian materinya, Abdullah Hakim mengingatkan bahwa kehidupan dunia pada hakikatnya bersifat sementara, sedangkan kehidupan akhirat merupakan kehidupan yang kekal. Karena itu, waktu, kesempatan, kesehatan, ilmu, serta rezeki yang dimiliki hendaknya dimanfaatkan untuk melakukan berbagai kebaikan yang bernilai ibadah. Menurutnya, manusia perlu memiliki kesadaran bahwa setiap amal yang dilakukan akan menjadi bagian dari pertanggungjawaban di hadapan Allah SWT.

Abdullah Hakim kemudian menjelaskan empat bentuk investasi akhirat yang perlu dipersiapkan oleh setiap Muslim. Pertama adalah sedekah jariyah, yaitu amal yang manfaatnya terus dirasakan sehingga pahalanya tetap mengalir; kedua ilmu yang bermanfaat, khususnya ilmu yang diajarkan dan diamalkan untuk kebaikan; ketiga mendidik dan meninggalkan generasi yang saleh; serta keempat amal kebaikan yang memberikan manfaat secara berkelanjutan kepada orang lain. Ia menekankan bahwa investasi akhirat tidak selalu berkaitan dengan jumlah harta, tetapi lebih kepada keikhlasan dan kebermanfaatan amal yang dilakukan.

Menurut Abdullah Hakim, sedekah jariyah dapat dilakukan melalui berbagai bentuk sesuai kemampuan masing-masing. Tidak harus menunggu seseorang memiliki kekayaan yang besar, karena membantu pembangunan fasilitas ibadah, memberikan Al-Qur’an, membantu pendidikan, maupun berbagai bentuk kebaikan yang manfaatnya terus dirasakan dapat menjadi bagian dari amal jariyah. “Jangan berpikir bahwa investasi akhirat hanya bisa dilakukan oleh orang yang memiliki harta banyak. Setiap orang memiliki kesempatan untuk beramal sesuai kemampuan yang dimilikinya, baik melalui harta, tenaga, waktu, maupun ilmu,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya ilmu yang bermanfaat sebagai salah satu bentuk investasi yang memiliki nilai jangka panjang. Ilmu yang diajarkan dengan niat yang baik dan kemudian diamalkan oleh orang lain dapat memberikan manfaat yang terus berlanjut. Begitu pula dengan mendidik generasi agar menjadi anak yang saleh, berakhlak, dan bermanfaat bagi masyarakat, karena pendidikan dan keteladanan yang diberikan orang tua maupun pendidik dapat menjadi amal yang terus dikenang dan memberikan dampak positif.

“Orang yang cerdas bukan hanya memikirkan apa yang akan diwariskan kepada keluarga, tetapi juga memikirkan apa yang akan dibawa menghadap Allah SWT. Harta, jabatan, dan berbagai kesenangan dunia pada akhirnya akan kita tinggalkan, sementara amal kebaikan yang dilakukan dengan ikhlas menjadi bekal yang akan menemani kita,” ujar Abdullah Hakim.

Lebih lanjut, ia mengajak jamaah untuk mulai membangun investasi akhirat sejak saat ini dan tidak menunda-nunda kesempatan berbuat baik. Menurutnya, banyak kebaikan sederhana yang dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hari, seperti membantu orang lain, mengajarkan ilmu, menjaga hubungan silaturahmi, mendidik anak dengan baik, serta memberikan manfaat kepada lingkungan sekitar. “Mari kita bangun investasi akhirat sejak sekarang. Jangan menunggu kaya, jangan menunggu tua, dan jangan menunggu memiliki banyak waktu, karena kesempatan untuk berbuat baik adalah nikmat yang harus kita manfaatkan,” pesannya.

Abdullah Hakim menambahkan bahwa inti dari investasi akhirat adalah kebermanfaatan dan keikhlasan. Setiap kebaikan yang dilakukan dengan niat karena Allah SWT dan memberikan manfaat kepada orang lain hendaknya terus dipelihara dan dikembangkan. “Yang kita cari bukan sekadar banyaknya amal, tetapi bagaimana amal tersebut ikhlas dan memberikan manfaat. Bisa jadi kebaikan yang menurut kita kecil justru memiliki nilai besar di sisi Allah SWT karena dilakukan dengan tulus dan memberikan manfaat bagi orang lain,” ungkapnya.

Kegiatan Bimbingan Penyuluhan berlangsung khidmat dan mendapat antusiasme dari jamaah MT Ummati. Para jamaah mengikuti penyampaian materi dengan penuh perhatian dan mendapatkan kesempatan untuk memahami kembali pentingnya mempersiapkan bekal akhirat melalui amal yang memiliki manfaat berkelanjutan. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi ruang refleksi agar jamaah dapat menerapkan pesan-pesan keagamaan dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui kegiatan Bimbingan Penyuluhan tersebut, Kementerian Agama Kota Medan melalui Penyuluh Agama Islam terus mendorong masyarakat untuk meningkatkan kualitas keimanan dan memperbanyak amal saleh. Penyuluhan keagamaan diharapkan tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga mendorong perubahan perilaku dan membangun kesadaran masyarakat untuk menghadirkan kebaikan yang berdampak bagi sesama. Dengan memperkuat amal jariyah, ilmu yang bermanfaat, pendidikan generasi yang saleh, dan berbagai kebaikan lainnya, masyarakat diharapkan mampu mempersiapkan bekal terbaik menuju kehidupan akhirat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *