Medan (Humas) — Penyuluh Agama Kristen Kementerian Agama Kota Medan, Verawati Butar-Butar, M.Pd., mendorong generasi muda untuk memahami dan menjalani makna kemerdekaan sejati dengan bertumbuh dalam iman, karakter, serta tanggung jawab. Pesan tersebut disampaikan dalam kegiatan ibadah dan pembinaan rohani di Panti Asuhan Dewi Karunia, Jalan Helvetia Raya Nomor 164, Kelurahan Helvetia, Kecamatan Medan Helvetia, Senin (31/08/2026). Dalam kesempatan tersebut, Verawati menyampaikan firman Tuhan dari Galatia 5:1 dengan tema “Kemerdekaan Kristen” yang diikuti anak-anak panti asuhan dan pengurus dengan penuh perhatian.
Dalam penyampaian firman Tuhan, Verawati menjelaskan bahwa kemerdekaan dalam iman Kristen bukan sekadar kebebasan untuk melakukan apa saja, melainkan kebebasan yang membawa seseorang kepada kehidupan yang sesuai dengan kehendak Tuhan. Menurutnya, Kristus telah memberikan kemerdekaan kepada orang percaya agar tidak lagi hidup dalam belenggu dosa dan berbagai hal yang menjauhkan manusia dari Tuhan. Karena itu, kemerdekaan harus disertai kesadaran untuk menjalani kehidupan dengan penuh tanggung jawab.
“Kristus telah memerdekakan kita supaya kita sungguh-sungguh merdeka. Karena itu, jangan lagi membiarkan diri diperhamba oleh hal-hal yang menjauhkan kita dari Tuhan. Kemerdekaan yang kita terima harus membawa kita semakin dekat kepada Tuhan dan semakin bertanggung jawab dalam menjalani kehidupan,” ujar Verawati.
Ia menekankan bahwa pesan tersebut sangat relevan bagi generasi muda yang sedang berada dalam tahap pembentukan karakter dan pencarian jati diri. Menurutnya, anak-anak dan remaja perlu mendapatkan pendampingan agar mampu menggunakan kebebasan yang dimiliki untuk hal-hal yang positif dan membangun masa depan. Kebebasan dalam memilih pergaulan, menggunakan teknologi, menentukan aktivitas, dan mengambil keputusan perlu diiringi dengan pertimbangan moral serta nilai-nilai iman.
“Anak-anak memiliki banyak kesempatan untuk menentukan masa depan. Gunakan kemerdekaan itu untuk belajar dengan sungguh-sungguh, mengembangkan talenta, membangun persahabatan yang baik, dan bertumbuh dalam iman. Jangan menggunakan kebebasan untuk melakukan sesuatu yang justru merusak diri sendiri atau masa depan,” pesannya.
Verawati juga mengajak generasi muda untuk menjadikan iman sebagai landasan dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan. Menurutnya, perkembangan teknologi dan perubahan lingkungan sosial membawa banyak peluang, tetapi juga dapat menghadirkan berbagai pengaruh negatif. Karena itu, generasi muda perlu memiliki kemampuan untuk membedakan hal yang baik dan tidak baik serta berani mengambil keputusan berdasarkan nilai-nilai Kristiani.
“Generasi muda harus mampu menjaga diri dari pengaruh negatif dan tetap berpegang pada nilai-nilai Kristiani dalam setiap langkah kehidupan. Jangan mudah mengikuti sesuatu hanya karena sedang menjadi tren. Tanyakan kepada diri sendiri apakah pilihan tersebut membawa kita menjadi pribadi yang lebih baik atau justru menjauhkan kita dari Tuhan,” ungkap Verawati.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa kemerdekaan sejati juga dapat diwujudkan melalui kepedulian dan kasih kepada orang lain. Menurutnya, kehidupan beriman tidak hanya berbicara mengenai hubungan pribadi dengan Tuhan, tetapi juga bagaimana seseorang menghadirkan kebaikan di tengah lingkungan. Anak-anak panti diajak untuk saling menghargai, membantu, menguatkan, serta membangun kebersamaan sebagai bagian dari praktik kasih dalam kehidupan sehari-hari.
“Kemerdekaan yang Tuhan berikan hendaknya menjadi kesempatan untuk bertumbuh dalam iman dan menjadi berkat bagi orang lain. Ketika kita mampu mengasihi, menghargai, membantu, dan memberikan pengaruh positif kepada sesama, kita sedang menggunakan kemerdekaan itu dengan cara yang benar,” jelasnya.
Kegiatan ibadah berlangsung dengan khidmat dan penuh suasana kekeluargaan. Rangkaian acara dipandu oleh Basaria Sitorus selaku pembawa acara, sementara anak-anak panti asuhan dan pengurus mengikuti setiap tahapan kegiatan dengan tertib dan antusias. Kehadiran Penyuluh Agama Kristen Kemenag Kota Medan tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan pembinaan rohani secara langsung kepada masyarakat, khususnya generasi muda yang membutuhkan penguatan iman dan karakter.
Ibadah kemudian ditutup dengan doa berkat dan doa penutup yang dipimpin oleh Dr. Saronisa Ginting. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan lancar dan penuh kekhusyukan, sekaligus memberikan ruang bagi peserta untuk melakukan refleksi terhadap kehidupan iman dan tanggung jawab sebagai generasi muda. Pesan tentang kemerdekaan sejati diharapkan dapat terus diingat dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui kegiatan pembinaan tersebut, Kementerian Agama Kota Medan melalui Penyuluh Agama Kristen terus berkomitmen memberikan pendampingan keagamaan yang menyentuh aspek iman sekaligus pembentukan karakter generasi muda. Pembinaan rohani diharapkan mampu membantu anak-anak dan remaja memiliki fondasi iman yang kuat, mampu menjaga diri dari berbagai pengaruh negatif, serta menggunakan kebebasan secara bertanggung jawab. Dengan demikian, generasi muda diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter, memiliki kepedulian terhadap sesama, dan mampu memberikan pengaruh positif bagi keluarga, gereja, masyarakat, dan bangsa.

