Penyuluh Agama Kristen Kemenag Medan Hadirkan Pelayanan Kasih bagi Warga Binaan Rutan Perempuan

Medan (Humas) — Kementerian Agama Kota Medan melalui Penyuluh Agama Kristen terus menghadirkan pelayanan keagamaan sebagai bagian dari upaya memperkuat mental dan spiritual warga binaan. Hal tersebut diwujudkan melalui kegiatan ibadah dan pelayanan kasih di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Perempuan Kelas II Medan, Senin (31/08/2026). Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi warga binaan untuk mendapatkan penguatan rohani, membangun kembali pengharapan, serta memaknai proses kehidupan sebagai kesempatan untuk melakukan perubahan ke arah yang lebih baik.

Pelayanan rohani tersebut diisi dengan khotbah yang disampaikan Frensa Hasugian. Dalam khotbahnya, ia mengajak warga binaan untuk tidak kehilangan harapan meskipun sedang menjalani proses kehidupan yang penuh keterbatasan. Menurutnya, setiap manusia memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri, belajar dari pengalaman, dan membangun kehidupan yang lebih baik dengan tetap mengandalkan Tuhan.

“Tidak ada seorang pun yang berada di luar kasih Tuhan. Setiap orang memiliki kesempatan untuk bangkit, memperbarui hidup, dan melangkah menuju masa depan yang lebih baik bersama Tuhan. Jangan biarkan keadaan hari ini membuat kita kehilangan harapan terhadap masa depan,” ujar Frensa.

Ia menekankan bahwa masa lalu tidak harus menjadi penghalang untuk melakukan perubahan. Menurutnya, setiap pengalaman, termasuk kesalahan dan persoalan yang pernah dilalui, dapat dijadikan bahan pembelajaran untuk membentuk pribadi yang lebih kuat dan bijaksana. Karena itu, warga binaan diajak untuk menggunakan masa pembinaan sebagai kesempatan untuk melakukan introspeksi, memperbaiki sikap, serta mempersiapkan diri ketika nantinya kembali ke tengah keluarga dan masyarakat.

“Jangan terus-menerus melihat diri kita hanya dari kesalahan yang pernah dilakukan. Jadikan pengalaman tersebut sebagai pelajaran untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Ketika kita mau berubah dan berserah kepada Tuhan, selalu ada kesempatan untuk memulai kembali,” ungkapnya.

Frensa juga mengingatkan pentingnya membangun keteguhan iman dalam menghadapi berbagai tantangan selama menjalani masa pembinaan. Menurutnya, persoalan kehidupan tidak selalu dapat diselesaikan dengan kekuatan diri sendiri, sehingga diperlukan sikap berserah dan kepercayaan kepada Tuhan. “Ketika kita tetap setia dan berserah kepada Tuhan, Dia akan memberikan kekuatan untuk menghadapi setiap persoalan yang ada. Jangan berhenti berdoa dan jangan berhenti berharap, karena setiap proses yang kita jalani dapat menjadi bagian dari pembentukan diri,” katanya.

Selain khotbah, rangkaian ibadah juga diisi dengan doa syafaat yang dipimpin oleh Trida Mandalahi. Doa tersebut dipanjatkan untuk memohon kesehatan, kekuatan, keteguhan iman, serta penghiburan bagi warga binaan dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Momen doa menjadi bagian yang memberikan ketenangan sekaligus ruang bagi peserta untuk menyampaikan harapan dan pergumulan mereka kepada Tuhan.

Kegiatan dipandu oleh Basaria Sitorus selaku pembawa acara sehingga seluruh rangkaian ibadah berlangsung tertib dan lancar. Para warga binaan mengikuti kegiatan dengan penuh perhatian dan penghayatan, menciptakan suasana ibadah yang hangat dan penuh kekeluargaan. Kehadiran Penyuluh Agama Kristen Kementerian Agama Kota Medan di Rutan Perempuan Kelas II Medan juga menjadi bentuk pelayanan yang diharapkan dapat terus memberikan penguatan kepada warga binaan selama menjalani masa pembinaan.

Pelayanan keagamaan, menurut tim penyuluh, tidak hanya bertujuan menyampaikan pesan-pesan iman, tetapi juga membantu warga binaan membangun optimisme dan kesiapan mental dalam menghadapi masa depan. Penguatan spiritual diharapkan dapat menjadi salah satu fondasi dalam proses perubahan diri, sehingga warga binaan mampu menata kembali kehidupan, memperbaiki hubungan dengan keluarga, serta mempersiapkan diri untuk kembali berperan secara positif di tengah masyarakat.

Ibadah kemudian ditutup dengan doa berkat yang dipimpin oleh Saronisa Ginting. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan lancar, tertib, dan penuh kekhusyukan hingga selesai. Melalui pelayanan kasih tersebut, warga binaan diharapkan semakin menyadari bahwa setiap orang memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri dan membangun masa depan yang lebih baik.

Kementerian Agama Kota Medan melalui Penyuluh Agama Kristen akan terus mendorong pembinaan keagamaan yang menyentuh kebutuhan spiritual masyarakat, termasuk mereka yang sedang menjalani masa pembinaan di lembaga pemasyarakatan maupun rumah tahanan. Kehadiran penyuluh diharapkan tidak hanya memberikan penguatan iman, tetapi juga menumbuhkan harapan, keteguhan hati, dan semangat perubahan. Dengan pembinaan yang berkelanjutan, warga binaan diharapkan dapat menjalani proses pembinaan dengan lebih optimistis dan mempersiapkan diri menjadi pribadi yang lebih baik ketika kembali ke tengah keluarga dan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *