Penyuluh Agama Kristen Kemenag Medan Layani Lansia Oikumene Primban, Galang Dana untuk Panti Asuhan

Medan (Humas) — Penyuluh Agama Kristen Kementerian Agama Kota Medan, Verawati Butar-Butar, M.Pd., melaksanakan pelayanan dan pembinaan rohani kepada kelompok lansia Oikumene Primban di Aula Primban, Senin (31/08/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan tugas penyuluh agama dalam memberikan pendampingan spiritual sekaligus membangun kepedulian sosial di tengah umat. Dalam pelayanan tersebut, Verawati menyampaikan renungan berdasarkan Matius 15:28 yang menekankan pentingnya iman, ketekunan, dan kepercayaan kepada Tuhan dalam menghadapi berbagai keadaan kehidupan.

Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh kekhidmatan dan keakraban serta dimoderatori oleh Dr. Saronisa Ginting. Para lansia mengikuti penyampaian renungan dengan penuh perhatian dan penghayatan, sekaligus mendapatkan penguatan untuk terus menjaga kehidupan rohani di tengah berbagai dinamika kehidupan. Pelayanan tersebut juga menjadi ruang bagi para peserta untuk saling menguatkan dan membangun kebersamaan dalam iman.

Dalam renungannya, Verawati menjelaskan bahwa Matius 15:28 memberikan gambaran mengenai keteguhan iman seseorang dalam menghadapi keadaan yang tidak mudah. Menurutnya, iman yang kuat tidak hanya terlihat ketika seseorang berada dalam kondisi baik, tetapi justru semakin bermakna ketika menghadapi persoalan dan membutuhkan kekuatan dari Tuhan. “Melalui firman Tuhan dalam Matius 15:28, kita diingatkan untuk tetap memiliki iman yang teguh dan percaya kepada Tuhan dalam setiap keadaan. Jangan mudah kehilangan pengharapan ketika menghadapi persoalan, karena Tuhan selalu menyertai orang yang terus percaya dan berpengharapan kepada-Nya,” ujar Verawati.

Ia juga mengajak para lansia untuk terus memelihara kehidupan rohani melalui doa, ibadah, membaca firman Tuhan, serta membangun hubungan yang baik dengan sesama. Menurutnya, usia lanjut bukanlah alasan untuk mengurangi aktivitas pelayanan dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Sebaliknya, pengalaman hidup yang dimiliki para lansia dapat menjadi kekuatan untuk memberikan teladan, nasihat, dan semangat kepada generasi yang lebih muda.

“Bapak dan Ibu sekalian memiliki pengalaman hidup yang sangat berharga. Jadikan pengalaman tersebut sebagai kesaksian dan teladan bagi keluarga serta generasi muda. Teruslah berdoa, beribadah, dan menunjukkan kasih kepada sesama, karena pelayanan tidak dibatasi oleh usia,” pesannya.

Selain memberikan pembinaan rohani, Verawati juga mengajak para lansia untuk menunjukkan kepedulian melalui aksi sosial. Sebelum ibadah dimulai, ia menyampaikan informasi mengenai kondisi sebuah panti asuhan yang membutuhkan bantuan setelah masa kontrak rumah yang ditempati berakhir. Informasi tersebut kemudian menjadi dorongan bagi para peserta untuk bersama-sama berpartisipasi dalam penggalangan dana sebagai bentuk kepedulian terhadap anak-anak yang membutuhkan tempat tinggal dan perhatian.

“Sebelum ibadah dimulai, saya menyampaikan kepada para lansia mengenai kondisi panti asuhan yang membutuhkan bantuan untuk pembayaran kontrak rumah. Kita tentu tidak ingin anak-anak yang tinggal di sana kehilangan tempat untuk berteduh, sehingga saya mengajak Bapak dan Ibu untuk bersama-sama membantu sesuai dengan kemampuan masing-masing,” jelas Verawati.

Menurut Verawati, penggalangan dana tersebut merupakan bentuk nyata dari pengamalan nilai kasih dalam kehidupan umat Kristiani. Iman yang diwujudkan melalui kepedulian sosial akan memberikan dampak yang lebih luas bagi lingkungan, terutama bagi mereka yang sedang menghadapi keterbatasan. “Kita tidak hanya diajak untuk memperkuat iman melalui ibadah, tetapi juga mewujudkan kasih itu dengan membantu saudara-saudara kita yang sedang membutuhkan. Sekecil apa pun bantuan yang diberikan dengan ketulusan, tentu sangat berarti bagi mereka yang membutuhkan,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa bantuan yang terkumpul akan disalurkan secara bersama-sama setelah jumlahnya dinilai telah mencukupi untuk membantu kebutuhan panti asuhan tersebut. Mekanisme tersebut dilakukan agar bantuan yang diberikan dapat lebih optimal dan benar-benar memberikan manfaat bagi penerima. “Kalau dana yang terkumpul sudah mencukupi, nantinya akan kita salurkan bersama-sama untuk membantu kebutuhan panti asuhan tersebut. Semoga apa yang kita lakukan menjadi berkat dan memberikan manfaat bagi anak-anak yang membutuhkan,” katanya.

Kegiatan pelayanan rohani tersebut mendapat respons positif dari para lansia Oikumene Primban. Selain mendapatkan penguatan melalui firman Tuhan, para peserta juga diajak untuk melihat bahwa kehidupan iman perlu diwujudkan melalui tindakan kasih dan kepedulian terhadap sesama. Semangat berbagi yang muncul dalam kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa pelayanan keagamaan dapat berjalan beriringan dengan aksi sosial yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Pelayanan kemudian dilanjutkan hingga seluruh rangkaian kegiatan selesai dengan tertib dan penuh kekhidmatan. Melalui kegiatan tersebut, Kementerian Agama Kota Medan melalui Penyuluh Agama Kristen terus berupaya menghadirkan pembinaan yang menyentuh aspek spiritual sekaligus sosial. Pendampingan kepada kelompok lansia diharapkan dapat memperkuat iman, menjaga semangat kebersamaan, serta mendorong umat untuk terus menjadi pribadi yang peduli dan bermanfaat bagi sesama.

Kegiatan pelayanan dan penggalangan dana tersebut menjadi salah satu wujud nyata bahwa nilai keimanan dapat diwujudkan melalui kepedulian dan tindakan sederhana. Para lansia tidak hanya mendapatkan penguatan rohani, tetapi juga memperoleh ruang untuk berkontribusi membantu anak-anak yang membutuhkan. Semangat tersebut diharapkan terus tumbuh dan menjadi bagian dari budaya pelayanan, kasih, serta kepedulian sosial di tengah umat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *