Di Masjid Darul Hikmah, Penyuluh KUA Medan Sunggal Sampaikan Keteladanan Akhlak Rasulullah

Medan (Humas) – Penyuluh Agama Islam KUA Medan Sunggal, Paidi, S.Ag., menyampaikan pesan dakwah dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di Masjid Darul Hikmah, Jalan Sutrisno Gang Berlian, Kota Medan, Sabtu (29/8/2026). Kegiatan tersebut dihadiri sekitar 120 jamaah, serta sejumlah tokoh masyarakat dan agama, di antaranya Afif Abdillah, anggota DPRD Kota Medan sekaligus donatur Masjid Darul Hikmah, Ketua BKM Muhammad Thamrin, Ketua STM Armen Lubis, Kepala Lingkungan 28, Akhiddin Saragi serta Kepala Lingkungan 29 Irdiansyah, tokoh agama Tanjung, dan jamaah masjid.

Acara diawali oleh protokol Rahmat Efendi, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Hafiz Afif Muhammad. Dalam sambutannya, Afif Abdillah menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan keagamaan tersebut. Ia juga menyoroti pentingnya menjaga lingkungan masyarakat dari berbagai bentuk kemaksiatan, termasuk peredaran minuman keras yang berada terlalu dekat dengan rumah ibadah. “Banyak maksiat di Kota Medan yang harus kita berantas, seperti pembiaran LGBT serta penjualan minuman keras yang tempatnya tidak jauh dari rumah ibadah. Kami dari DPRD Kota Medan akan merancang Perda agar jangan menjual minuman keras yang jaraknya sangat dekat dengan masjid,” ujar Afif Abdillah.

Ketua panitia yang juga Ketua BKM Masjid Darul Hikmah, Muhammad Thamrin, mengungkapkan rasa syukurnya karena kegiatan peringatan hari besar Islam kembali dapat dilaksanakan setelah sekitar 15 tahun. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk menghidupkan kembali syiar dan berbagai aktivitas keagamaan di lingkungan masjid. “Saya rindu melaksanakan kegiatan PHBI. Terakhir sekitar 15 tahun yang lalu, dan baru tahun ini kita laksanakan lagi. Kami ingin mengembalikan kejayaan serta kegiatan event keagamaan seperti masa remaja dahulu. Untuk melaksanakan kegiatan keagamaan tentu membutuhkan dukungan masyarakat dan jamaah Masjid Darul Hikmah,” ungkap Thamrin.

Sementara itu, Ketua STM Armen Lubis menyampaikan dukungan terhadap kegiatan keagamaan yang dilaksanakan BKM Masjid Darul Hikmah. Ia menjelaskan bahwa pengelolaan dana STM saat ini dilakukan secara transparan melalui laporan yang disampaikan secara berkala kepada anggota. “Pengelolaan dana STM di lingkungan kita sekarang ini sangat transparan dan dapat dilihat melalui grup laporan bulanan. STM siap bekerja sama dengan DKM Darul Hikmah untuk selalu mendukung kegiatan-kegiatan keagamaan,” ujar Armen Lubis.

Dukungan juga disampaikan unsur pemerintahan lingkungan. Kepala Lingkungan 28 menyatakan bahwa pemerintah akan terus proaktif dalam melakukan pembinaan terhadap masyarakat sebagai bagian dari upaya mewujudkan Kota Medan yang madani. Hal senada disampaikan Kepala Lingkungan 29, Irdiansyah, yang mendukung kepengurusan BKM yang baru. Ia meyakini kepengurusan Muhammad Thamrin mampu mengembangkan kegiatan syiar Islam di Masjid Darul Hikmah. “Kami sangat mendukung kepengurusan BKM yang baru dan meyakini bahwa Muhammad Thamrin merupakan orang baik dan memiliki kemampuan. Di tangannya, kegiatan syiar Islam di Masjid Darul Hikmah akan terlaksana dengan baik,” tuturnya.

Memasuki acara inti, Penyuluh Agama Islam KUA Medan Sunggal, Paidi, S.Ag., menyampaikan ceramah tentang keteladanan akhlak Rasulullah SAW. Ia menjelaskan bahwa peringatan Maulid Nabi bukan sekadar mengenang kelahiran Rasulullah, tetapi menjadi momentum untuk meneladani dan memperbaiki akhlak dalam kehidupan sehari-hari. “Inti dari peringatan Maulid Nabi ialah untuk memperbaiki akhlak, karena Nabi Muhammad SAW diutus ke muka bumi ini dengan tujuan untuk menyempurnakan akhlak,” jelas Paidi. Ia mencontohkan bahwa kualitas ibadah seseorang harus tercermin dalam perilaku terhadap keluarga. “Sebaik-baik suami adalah yang baik sikapnya kepada istrinya. Bukan suami yang rajin ibadah, puasa dan bersedekah, tetapi ringan tangan kepada istrinya,” tegasnya.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di Masjid Darul Hikmah menjadi momentum untuk memperkuat syiar Islam sekaligus mengajak jamaah meneladani akhlak Rasulullah SAW. Melalui kegiatan tersebut, BKM, STM, pemerintah lingkungan, tokoh masyarakat, penyuluh agama, dan jamaah menunjukkan komitmen bersama untuk menghidupkan kembali kegiatan keagamaan serta membangun masyarakat yang berakhlak, harmonis, dan religius. Kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama.(Paidi).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *