Hadirkan Motivasi Kesembuhan, Penyuluh KUA Medan Sunggal Sapa Pasien Rawat Inap RSP CPL USU

Medan (Humas) – Penyuluh Agama Islam KUA Medan Sunggal Paidi, S.Ag memberikan bimbingan dan penyuluhan keagamaan kepada pasien rawat inap RSP CPL USU Medan, Jalan Dr. Mansyur Nomor 66, Kelurahan Merdeka, Kota Medan, Senin (31/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memberikan penguatan mental dan spiritual kepada pasien selama menjalani proses perawatan.

Dalam kegiatan tersebut, Paidi didampingi Marliani, Penyuluh Agama Islam KUA Medan Perjuangan, dan Nita Lamongga, Penyuluh Agama Islam KUA Medan Barat. Bimbingan kerohanian ditujukan kepada pasien yang beragama Islam. Paidi bersama tim mendatangi pasien dari satu ruangan ke ruangan lainnya untuk menyampaikan pesan keagamaan sekaligus memberikan motivasi agar pasien tetap memiliki semangat dan harapan untuk sembuh.

Paidi menyampaikan kepada para pasien agar tidak kehilangan semangat dalam menghadapi proses pengobatan. Menurutnya, kesembuhan perlu diiringi dengan ikhtiar secara maksimal serta doa dan tawakal kepada Allah SWT. “Tetaplah semangat untuk sembuh dengan selalu mendengarkan nasihat dokter, meminum obat sesuai anjuran, serta senantiasa berdoa kepada Allah SWT,” ujar Paidi.

Ia juga mengingatkan bahwa sakit merupakan ujian yang membutuhkan kesabaran dan keteguhan hati. Karena itu, pasien diharapkan tetap berpikiran positif dan yakin bahwa setiap usaha dalam menjalani pengobatan merupakan bagian dari ikhtiar untuk memperoleh kesembuhan. Dukungan spiritual diharapkan dapat membantu pasien lebih tenang dalam menjalani masa perawatan.

Sementara itu, Marliani memberikan penguatan kepada keluarga pasien yang setia mendampingi selama menjalani perawatan. Ia mengajak keluarga untuk tetap sabar dan tabah dalam merawat serta memberikan dukungan kepada pasien. “Kesabaran dan ketabahan dalam menjaga serta mendampingi pasien tidak akan sia-sia di mata Allah. Semua pengorbanan dan kebaikan yang dilakukan akan bernilai ibadah,” ujar Marliani.

Kegiatan bimbingan dan penyuluhan kemudian ditutup dengan doa yang dipimpin Nita Lamongga. Doa dipanjatkan dengan penuh kekhusyukan dan keyakinan agar Allah SWT memberikan kesembuhan kepada para pasien serta memberikan kesabaran, kekuatan, dan ketabahan kepada keluarga yang mendampingi.

Kegiatan ini menjadi bentuk kepedulian penyuluh agama dalam menghadirkan sentuhan spiritual bagi pasien dan keluarga, sekaligus menguatkan keyakinan bahwa ikhtiar pengobatan, kesabaran, dan doa merupakan bagian penting dalam menghadapi ujian sakit.(Paidi).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *