Medan (Humas) — Penyuluh Agama Islam (PAI) KUA Kecamatan Medan Johor, Alhuda, S.Sos.I., mengajak jamaah Majelis Taklim (MT) Ar-Rahmi untuk meningkatkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW dengan meneladani akhlak dan ajaran beliau dalam kehidupan sehari-hari. Ajakan tersebut disampaikan dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar bersama MT Ar-Rahmi di Masjid Istiqomah, Jalan Seto, Medan, Rabu (2/9/2026). Kegiatan berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh kebersamaan sebagai momentum untuk kembali mengenang perjuangan Rasulullah SAW sekaligus memperkuat keimanan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Alhuda menyampaikan ceramah keagamaan dengan mengangkat lima ciri umat Nabi Muhammad SAW yang perlu diwujudkan dalam kehidupan. Kelima ciri tersebut meliputi tegas terhadap orang kafir, saling mengasihi, tekun dalam beribadah, senantiasa mencari rida Allah, serta mampu menghadirkan kesan positif dari ibadah yang dilakukan. Menurutnya, peringatan Maulid Nabi hendaknya tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk mengevaluasi sejauh mana umat mampu meneladani Rasulullah SAW dalam sikap, perkataan, dan perbuatan.
“Memperingati Maulid Nabi bukan hanya tentang mengenang kelahiran Rasulullah SAW, tetapi juga bagaimana kita membuktikan kecintaan kepada beliau dengan mengikuti ajaran dan akhlaknya. Rasulullah telah memberikan teladan yang sangat lengkap dalam menjalani kehidupan, baik dalam beribadah kepada Allah maupun dalam memperlakukan sesama manusia,” ujar Alhuda.
Ia menjelaskan, salah satu ciri umat Nabi Muhammad SAW adalah memiliki kasih sayang terhadap sesama. Kasih sayang tersebut tidak cukup hanya diwujudkan kepada keluarga dan orang-orang terdekat, tetapi juga kepada masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan dan membutuhkan bantuan. Karena itu, Alhuda mengajak jamaah MT Ar-Rahmi untuk menjadikan semangat Maulid sebagai momentum memperkuat kepedulian dan kepekaan sosial terhadap kondisi saudara-saudara yang membutuhkan uluran tangan.
“Sebagai umat Nabi Muhammad SAW, kita harus memiliki rasa kasih sayang. Ketika ada saudara kita yang sedang mengalami kesulitan, jangan sampai kita hanya menjadi penonton. Sekecil apa pun bantuan yang dapat kita berikan, apabila dilakukan dengan ikhlas, insyaallah akan memiliki nilai yang besar di hadapan Allah,” tuturnya.
Alhuda juga mengingatkan jamaah agar semangat saling mengasihi diwujudkan melalui kepedulian terhadap berbagai persoalan yang terjadi di tengah masyarakat. Ia mencontohkan saudara-saudara yang berada di Nusa Tenggara Timur (NTT) maupun daerah lainnya yang membutuhkan perhatian dan bantuan. Menurutnya, kepedulian sosial merupakan bagian dari pengamalan nilai keislaman sekaligus bentuk nyata meneladani Rasulullah SAW yang senantiasa memperhatikan kondisi umatnya.
“Rasulullah SAW sangat mencintai umatnya dan memikirkan keselamatan serta kebaikan umat hingga akhir hayat beliau. Maka, jangan sampai kita mengaku mencintai Rasulullah, tetapi tidak memiliki kepedulian terhadap saudara kita yang sedang membutuhkan. Mari kita bangun semangat berbagi, saling membantu, dan meringankan beban sesama,” ajaknya.
Selain kepedulian sosial, Alhuda menekankan pentingnya ketekunan dalam beribadah dan senantiasa mencari rida Allah SWT. Ibadah yang dilakukan dengan sungguh-sungguh, menurutnya, seharusnya memberikan dampak positif terhadap kepribadian seseorang. Ukuran keberhasilan ibadah bukan hanya terlihat dari rutinitas ritual, tetapi juga dari perubahan akhlak, semakin baiknya hubungan dengan sesama, serta tumbuhnya kesadaran untuk menjauhi perbuatan yang tidak diridai Allah.
“Kalau ibadah kita semakin baik, seharusnya akhlak kita juga semakin baik. Salat, zikir, membaca Al-Qur’an, berselawat dan berbagai ibadah lainnya hendaknya melahirkan pribadi yang lebih sabar, lebih peduli, lebih mudah memaafkan, dan semakin dekat kepada Allah. Inilah kesan positif yang harus terlihat dari ibadah kita,” jelas Alhuda.
Rangkaian peringatan Maulid Nabi kemudian ditutup dengan lantunan selawat Nabi sebagai bentuk kecintaan dan penghormatan kepada Rasulullah SAW. Lantunan selawat tersebut menjadi bagian yang menghidupkan suasana kebersamaan jamaah sekaligus mengingatkan kembali perjuangan Rasulullah dalam menyampaikan risalah Islam dan membimbing umat menuju jalan kebaikan. Jamaah diajak untuk menjadikan kecintaan kepada Rasulullah sebagai energi dalam memperbaiki diri dan memperkuat persaudaraan.
“Semoga melalui Maulid Nabi ini, kecintaan kita kepada Rasulullah SAW semakin bertambah dan kecintaan itu diwujudkan dalam kehidupan nyata. Mari kita banyak berselawat, memperbaiki ibadah, memperbaiki akhlak, serta memperkuat kepedulian kepada sesama. Kita juga berdoa semoga negeri kita senantiasa diberikan keselamatan, kedamaian, dan dijauhkan dari berbagai hal yang tidak kita inginkan,” pungkas Alhuda.
Melalui peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut, PAI KUA Kecamatan Medan Johor terus mendorong masyarakat untuk menjadikan momentum keagamaan sebagai sarana meningkatkan kualitas keimanan sekaligus memperkuat kepedulian sosial. Keteladanan Rasulullah SAW diharapkan tidak hanya dikenang melalui peringatan Maulid, tetapi benar-benar dihidupkan melalui ibadah yang tekun, akhlak yang baik, kasih sayang, dan kepedulian kepada sesama. Dengan demikian, semangat mencintai Rasulullah dapat memberikan dampak positif bagi kehidupan pribadi, keluarga, dan masyarakat.

