Bina ASN Bimas Kristen Kemenag Medan, Kabag TU Kanwil Sumut: Jadilah Penerang di Tengah Masyarakat

Medan (Humas) — Penguatan kapasitas dan profesionalitas Aparatur Sipil Negara (ASN) terus dilakukan di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kota Medan, termasuk pada jajaran Seksi Bimas Kristen. Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan pembinaan ASN yang diberikan Kepala Bagian Tata Usaha Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara sekaligus Plt. Kepala Bidang Bimas Kristen Kanwil Kemenag Sumut, Drs. Syafrizal Bancin, MM., di Aula Mini Bimas Kristen Kemenag Medan, Rabu (2/9/2026). Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat komitmen ASN dalam menjaga integritas, meningkatkan disiplin, serta memberikan pelayanan keagamaan yang semakin berkualitas kepada masyarakat.

Pembinaan tersebut diikuti ASN pada jajaran Seksi Bimas Kristen Kemenag Medan dan berlangsung dalam suasana interaktif. Turut hadir Kepala Sub Bagian Tata Usaha Kemenag Medan H. Untung Nasution, M.HI., Plt. Kasi Bimas Kristen Kemenag Medan Sontur Saragih, M.Pd.K., serta jajaran Penyuluh Agama Kristen, guru, pengawas, dan ASN di lingkungan Bimas Kristen Kemenag Medan. Kehadiran jajaran pimpinan tersebut menunjukkan adanya perhatian bersama terhadap penguatan sumber daya manusia sebagai bagian penting dalam peningkatan kualitas pelayanan Kementerian Agama.

Dalam arahannya, Syafrizal Bancin menekankan bahwa ASN Kementerian Agama tidak hanya dituntut memiliki kompetensi dalam menjalankan tugas, tetapi juga harus mampu menunjukkan integritas dan keteladanan. Menurutnya, tugas ASN, khususnya yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, memiliki tanggung jawab moral yang besar karena setiap sikap dan tindakan dapat memengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap institusi. Oleh sebab itu, setiap aparatur harus memahami bahwa pekerjaan yang dilakukan bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan bagian dari pengabdian dan pelayanan kepada masyarakat.

“ASN Kementerian Agama harus mampu menjadi contoh yang baik, baik dalam menjalankan tugas maupun dalam kehidupan bermasyarakat. Kompetensi memang penting, tetapi integritas, kejujuran, kedisiplinan, dan tanggung jawab harus menjadi landasan utama dalam melaksanakan setiap amanah,” ujar Syafrizal.

Ia juga mengingatkan jajaran Bimas Kristen agar mampu menghadapi berbagai persoalan yang muncul dengan kepala dingin dan mengedepankan penyelesaian secara bijaksana. Menurutnya, perbedaan pandangan maupun persoalan di lingkungan kerja merupakan bagian dari dinamika organisasi yang harus dikelola melalui komunikasi dan koordinasi yang baik. Setiap ASN diharapkan tidak memperbesar persoalan, tetapi menjadi bagian dari solusi dengan mengedepankan sikap profesional dan semangat kebersamaan.

“Kalau ada persoalan, jangan kita biarkan menjadi semakin besar. Mari kita selesaikan dengan komunikasi, koordinasi, dan mencari jalan keluar yang terbaik. Seorang ASN harus hadir sebagai bagian dari solusi, bukan justru menjadi sumber persoalan,” tegasnya.

Khusus kepada Penyuluh Agama Kristen, Syafrizal kembali mengingatkan pentingnya memahami posisi penyuluh sebagai salah satu ujung tombak pelayanan keagamaan. Penyuluh memiliki peran strategis dalam memperkenalkan, mengajarkan, dan membimbing masyarakat mengenai nilai-nilai keagamaan. Karena itu, penyuluh dituntut tidak hanya menguasai materi keagamaan, tetapi juga memiliki kemampuan komunikasi, memahami kondisi masyarakat, serta mampu menghadirkan pendampingan yang menyejukkan.

“Seorang Penyuluh memiliki tanggung jawab yang sangat besar karena Penyuluh Agama itu memperkenalkan, mengajari dan membimbing masyarakat tentang nilai-nilai keagamaan. Maka jadilah penerang di tengah-tengah masyarakat, jangan malah menjadi penyuluh api di tengah masyarakat,” pesannya.

Sementara itu, Kepala Sub Bagian Tata Usaha Kemenag Medan H. Untung Nasution menyambut baik pembinaan tersebut dan menilai kegiatan seperti ini penting untuk menjaga semangat serta arah kerja ASN. Ia berharap seluruh ASN Seksi Bimas Kristen dapat menjadikan pembinaan sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas diri, baik dari sisi kompetensi maupun sikap dalam melaksanakan tugas. Menurutnya, pelayanan yang baik akan lahir dari aparatur yang memiliki komitmen, disiplin, dan kesadaran untuk terus belajar.

“Pembinaan seperti ini menjadi ruang bagi kita untuk melakukan evaluasi dan memperkuat komitmen bersama. Mari kita bekerja dengan sungguh-sungguh, menjaga integritas, membangun komunikasi yang baik, serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat sesuai dengan tugas dan tanggung jawab masing-masing,” ungkap Untung.

Plt. Kasi Bimas Kristen Kemenag Medan Sontur Saragih mengatakan bahwa pihaknya akan terus mendorong jajaran ASN Bimas Kristen untuk meningkatkan kualitas kerja dan membangun budaya kerja yang positif. Ia menilai arahan dan pembinaan dari pimpinan menjadi penguatan penting bagi jajaran Bimas Kristen dalam menjalankan tugas pelayanan keagamaan. Menurutnya, setiap ASN memiliki peran yang saling berkaitan sehingga dibutuhkan kerja sama, koordinasi, dan komitmen bersama.

“Kami tentu sangat mengapresiasi pembinaan yang diberikan. Ini menjadi penguatan bagi kami untuk terus membenahi dan meningkatkan kualitas pelayanan. Kami berharap seluruh jajaran Bimas Kristen dapat bekerja semakin solid, profesional, dan memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat,” kata Sontur.

Lebih lanjut, Sontur menegaskan bahwa Seksi Bimas Kristen Kemenag Medan akan terus membangun lingkungan kerja yang mendukung pengembangan kompetensi ASN. Pembinaan tidak hanya diarahkan pada peningkatan kemampuan teknis, tetapi juga pada penguatan karakter, integritas, dan tanggung jawab sebagai aparatur negara. Dengan demikian, setiap ASN diharapkan mampu menjalankan tugas secara profesional sekaligus menjadi teladan dalam kehidupan bermasyarakat.

Kegiatan pembinaan tersebut ditutup dengan penguatan komitmen bersama untuk meningkatkan kualitas kinerja dan pelayanan. Jajaran ASN Seksi Bimas Kristen Kemenag Medan diharapkan mampu menerjemahkan setiap arahan pimpinan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari, baik dalam pelayanan administrasi, pendidikan agama, pengawasan, maupun penyuluhan kepada masyarakat. Semangat kolaborasi dan integritas tersebut diharapkan semakin memperkuat peran Bimas Kristen Kemenag Medan dalam menghadirkan pelayanan keagamaan yang humanis, profesional, dan berdampak bagi masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *