Medan (Humas) — Seksi Bimas Kristen Kantor Kementerian Agama Kota Medan terus mendorong peningkatan kompetensi dan profesionalitas Aparatur Sipil Negara (ASN), khususnya Penyuluh Agama Kristen, dalam menjalankan tugas pelayanan keagamaan di tengah masyarakat. Upaya tersebut salah satunya diwujudkan melalui pelaksanaan Uji Kompetensi Kenaikan Jenjang Fungsional Penyuluh Agama Kristen Tahun 2026 yang dilaksanakan secara daring dan dipantau langsung oleh jajaran Bimas Kristen Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam memastikan para penyuluh memiliki kompetensi yang semakin baik sekaligus mampu memberikan pelayanan keagamaan yang berkualitas dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. Rabu (2/9/2026)
Pelaksanaan uji kompetensi tersebut turut dipantau oleh Plt. Kepala Bidang Bimas Kristen Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara Drs. Syafrizal Bancin, MM., bersama Ketua Tim Penyuluhan dan Budaya Keagamaan Bidang Bimas Kristen Erapparnenge Tenta Manik serta Tim Kepegawaian Ibrahim Saleh dan Siti Aminah Siregar. Dari Kementerian Agama Kota Medan, kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Sub Bagian Tata Usaha Kemenag Medan H. Untung Nasution, M.HI, Plt. Kasi Bimas Kristen Kemenag Medan Sontur Saragih, M.Pd.K., serta Kehadiran jajaran pimpinan tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap proses pengembangan kompetensi ASN sekaligus memastikan pelaksanaan uji kompetensi berjalan dengan baik.
Uji kompetensi dibuka secara daring oleh Direktur Jenderal Bimas Kristen Kementerian Agama RI Dr. Jeane Marie Tulung, S.Th., M.Pd. Dalam pelaksanaannya, peserta mengikuti tahapan uji kompetensi sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan. Di wilayah Sumatera Utara, kegiatan tersebut dilaksanakan pada sejumlah titik, yakni Kota Medan, Kabupaten Simalungun, Kota Pematangsiantar, Kabupaten Samosir, Kabupaten Dairi, Kabupaten Tapanuli Utara, dan Kabupaten Langkat, dengan jumlah peserta sebanyak 11 orang yang terdiri atas tujuh peserta untuk jenjang Penyuluh Agama Ahli Madya dan empat peserta untuk jenjang Ahli Muda.
Plt. Kasi Bimas Kristen Kemenag Medan Sontur Saragih mengatakan bahwa uji kompetensi bukan sekadar tahapan administratif untuk kenaikan jenjang fungsional, tetapi juga menjadi momentum bagi penyuluh untuk mengukur sekaligus meningkatkan kapasitas diri. Menurutnya, penyuluh memiliki posisi strategis karena berhadapan langsung dengan masyarakat dan menjadi salah satu ujung tombak Kementerian Agama dalam menyampaikan nilai-nilai keagamaan.
“Uji kompetensi ini hendaknya tidak dipandang hanya sebagai persyaratan untuk kenaikan jenjang fungsional, tetapi sebagai kesempatan bagi para penyuluh untuk mengembangkan kemampuan, memperkuat profesionalitas, dan mengevaluasi sejauh mana kompetensi yang dimiliki sudah mampu menjawab kebutuhan masyarakat,” ujar Sontur.
Ia menambahkan bahwa perkembangan masyarakat yang semakin dinamis menuntut Penyuluh Agama Kristen untuk terus belajar dan beradaptasi. Penyuluh tidak cukup hanya memiliki kemampuan menyampaikan materi keagamaan, tetapi juga harus mampu membangun komunikasi yang baik, memahami persoalan sosial masyarakat, serta menghadirkan solusi dan pendampingan yang menyejukkan. Karena itu, peningkatan kompetensi harus berjalan beriringan dengan penguatan integritas, keteladanan, dan tanggung jawab moral.
“Penyuluh harus hadir sebagai pribadi yang dapat dipercaya dan menjadi teladan. Masyarakat membutuhkan penyuluh yang tidak hanya mampu berbicara tentang nilai-nilai agama, tetapi juga mampu menunjukkan nilai tersebut melalui sikap, pelayanan, dan tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Plt. Kabid Bimas Kristen Kanwil Kemenag Sumut Syafrizal Bancin juga memberikan motivasi kepada para peserta agar mengikuti seluruh proses uji kompetensi dengan sungguh-sungguh. Ia mengingatkan bahwa Penyuluh Agama memiliki tanggung jawab besar dalam membimbing dan memberikan pemahaman keagamaan kepada masyarakat. Penyuluh diharapkan mampu menjadi pembawa kedamaian dan memberikan penguatan di tengah berbagai persoalan yang berkembang di lingkungan masyarakat.
“Seorang Penyuluh memiliki tanggung jawab yang sangat besar karena Penyuluh Agama itu memperkenalkan, mengajari dan membimbing masyarakat tentang nilai-nilai keagamaan. Maka jadilah penerang di tengah-tengah masyarakat, jangan malah menjadi penyuluh api di tengah masyarakat,” pesannya.
Sementara itu, Kepala Sub Bagian Tata Usaha Kemenag Medan H. Untung Nasution, M.HI., menyampaikan dukungannya terhadap peningkatan kapasitas ASN di lingkungan Kemenag Medan, termasuk jajaran Bimas Kristen. Menurutnya, peningkatan kompetensi harus menjadi bagian dari budaya kerja karena kualitas aparatur akan sangat menentukan kualitas pelayanan yang diterima masyarakat. Ia juga mengingatkan agar setiap ASN terus menjaga disiplin, integritas, serta semangat memberikan pelayanan terbaik.
“Kompetensi dan integritas harus berjalan bersama. ASN yang memiliki kemampuan tetapi tidak dibarengi dengan integritas tentu belum cukup, demikian juga sebaliknya. Karena itu, mari kita jadikan setiap proses pembinaan dan uji kompetensi sebagai momentum untuk memperbaiki kualitas diri dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” ungkap Untung.
Selain pelaksanaan uji kompetensi, jajaran Bimas Kristen juga mendapatkan pembinaan yang menekankan pentingnya kerja sama dan penyelesaian berbagai persoalan secara bijaksana. Penyuluh, guru, dan pengawas agama Kristen diingatkan agar mampu membangun koordinasi yang baik serta tidak membiarkan persoalan berkembang tanpa penyelesaian. Setiap persoalan yang muncul di lingkungan kerja maupun masyarakat diharapkan dapat dihadapi dengan komunikasi, pendekatan yang humanis, dan semangat mencari solusi.
Sontur Saragih menegaskan bahwa Seksi Bimas Kristen Kemenag Medan akan terus mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di lingkungan Bimas Kristen. Menurutnya, pembinaan ASN tidak berhenti pada kegiatan formal, tetapi harus diwujudkan dalam kebiasaan kerja yang profesional, pelayanan yang responsif, dan kehadiran yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Dengan demikian, keberadaan Bimas Kristen di tengah masyarakat benar-benar dapat dirasakan melalui pelayanan dan pendampingan keagamaan yang semakin berkualitas.
“Kami berharap seluruh jajaran Bimas Kristen dapat terus membangun semangat belajar, bekerja sama, dan memberikan pelayanan dengan hati. Penyuluh, guru, maupun pengawas memiliki peran masing-masing, tetapi semuanya bermuara pada satu tujuan, yaitu menghadirkan pelayanan Kementerian Agama yang semakin baik dan memberi dampak positif bagi masyarakat,” pungkasnya.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum memperkuat sinergi antara Kemenag Kota Medan dan jajaran Bimas Kristen Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara dalam meningkatkan kualitas pelayanan keagamaan. Dengan kompetensi yang terus diperkuat, integritas yang dijaga, serta koordinasi yang semakin solid, jajaran Bimas Kristen Kemenag Medan diharapkan mampu menjalankan tugas secara profesional dan menjadi mitra masyarakat dalam membangun kehidupan keagamaan yang harmonis, damai, dan penuh kepedulian.

