Medan (Humas) – Kantor Urusan Agama (KUA) Medan Sunggal melalui Penyuluh Agama Kristen, Sindar Purba, S.Th., M.Pd., melaksanakan bimbingan kerohanian bagi pasien rawat inap Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Bina Karsa yang beralamat di Jalan Palas III, Simpang Selayang, Kota Medan, Rabu, 2 September 2026. Kegiatan tersebut ditujukan bagi pasien yang beragama Kristen, sementara pasien beragama Islam mendapatkan bimbingan dari Penyuluh Agama Islam.
Sindar Purba mengawali kegiatan dengan mengajak para pasien untuk berserah diri kepada Tuhan Yesus. Suasana bimbingan kemudian dibangun melalui senandung lagu-lagu rohani Kristen. Lagu-lagu tersebut diharapkan dapat memberikan hiburan, ketenangan, sekaligus membangkitkan semangat para pasien yang sedang menjalani perawatan di RSJ Bina Karsa.
Dalam bimbingan tersebut, Sindar Purba menyampaikan pesan Alkitabiah tentang pentingnya menghibur diri secara sehat. Menurutnya, menghibur diri dalam perspektif iman Kristen bukan sekadar mencari kesenangan duniawi yang sifatnya sementara, melainkan menemukan sukacita sejati di dalam Tuhan. “Menghibur diri dari sudut pandang iman Kristen sebenarnya berpusat pada menemukan sukacita yang sejati di dalam Tuhan, bukan sekadar mencari kesenangan duniawi yang sementara,” ujar Sindar Purba.
Ia mengutip Filipi 4:4, “Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah!” Menurut Sindar, ayat tersebut menunjukkan bahwa kekristenan tidak melarang seseorang untuk menikmati kebahagiaan, tetapi mengarahkan umat untuk menemukan hiburan yang sehat dan membangun jiwa. Sukacita yang bersumber dari Tuhan dapat menjadi kekuatan batin dalam menghadapi berbagai keadaan dan proses kehidupan.
Lebih lanjut, Sindar menjelaskan beberapa cara menghibur diri yang sehat dan sesuai dengan nilai-nilai Injil. Pertama, menikmati karya dan ciptaan Tuhan sebagai wujud rasa syukur. Kedua, membangun hubungan dengan sesama melalui persekutuan dan kebersamaan. Ketiga, menyediakan waktu untuk beristirahat secara kudus melalui makna Sabat. Keempat, mengisi pikiran dengan hal-hal yang positif sehingga hati dan pikiran tetap diarahkan kepada kebaikan serta pengharapan di dalam Tuhan.
Melalui bimbingan kerohanian tersebut, KUA Medan Sunggal terus menunjukkan kepedulian terhadap kebutuhan spiritual masyarakat, termasuk para pasien yang sedang menjalani perawatan di RSJ Bina Karsa. Penguatan rohani diharapkan dapat membantu pasien menemukan ketenangan, sukacita, dan pengharapan dalam menjalani proses perawatan. Kegiatan ini sekaligus menegaskan bahwa pendampingan keagamaan dapat menjadi bagian penting dalam memberikan dukungan moral dan spiritual bagi umat sesuai dengan agama dan keyakinannya masing-masing.(Paidi).

