Dengarkan Suara Umat, Kemenag Medan Evaluasi Kualitas Layanan Penyuluh Agama Buddha

Medan (Humas) — Kementerian Agama Kota Medan terus mendorong peningkatan kualitas pelayanan keagamaan melalui evaluasi yang melibatkan masyarakat sebagai penerima layanan. Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui pelaksanaan Survei Kepuasan Masyarakat terhadap layanan Penyuluh Agama Buddha di Kota Medan yang difasilitasi oleh Plt. Penyelenggara Buddha Kemenag Kota Medan, Irianto Saputra, S.Ag., M.Si., Sabtu (5/9/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen untuk memastikan pelayanan keagamaan yang diberikan kepada umat berjalan secara optimal, responsif, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Survei Kepuasan Masyarakat dilaksanakan untuk memperoleh gambaran mengenai pengalaman serta penilaian masyarakat terhadap pelayanan yang diberikan oleh Penyuluh Agama Buddha. Melalui survei tersebut, masyarakat diberikan ruang untuk menyampaikan penilaian dan masukan berdasarkan layanan yang telah mereka terima. Hasilnya diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi bagi jajaran Kemenag Kota Medan dalam mempertahankan aspek pelayanan yang sudah baik sekaligus melakukan perbaikan terhadap hal-hal yang masih membutuhkan peningkatan.

Plt. Penyelenggara Buddha Kemenag Kota Medan, Irianto Saputra menyampaikan bahwa keterlibatan masyarakat dalam survei menjadi bagian penting dalam menciptakan pelayanan publik yang semakin berkualitas. Menurutnya, penilaian dari masyarakat memberikan gambaran yang lebih objektif mengenai kualitas layanan Penyuluh Agama Buddha di lapangan. “Survei ini penting sebagai sarana evaluasi, karena masukan dari masyarakat menjadi bahan bagi kami untuk melihat kualitas layanan Penyuluh Agama Buddha sekaligus mengidentifikasi hal-hal yang masih perlu ditingkatkan,” ujar Irianto.

Ia menjelaskan bahwa hasil survei tidak hanya menjadi dokumen evaluasi, tetapi juga dapat digunakan sebagai dasar dalam menyusun langkah perbaikan pelayanan secara berkelanjutan. Menurutnya, pelayanan yang baik harus mampu mengikuti perkembangan kebutuhan masyarakat dan umat yang terus berubah. “Kami membutuhkan gambaran yang objektif dari masyarakat agar peningkatan kualitas layanan dapat dilakukan secara berkelanjutan dan benar-benar sesuai dengan kebutuhan umat. Karena itu, setiap penilaian dan masukan yang diberikan masyarakat sangat berarti bagi peningkatan pelayanan ke depan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Irianto menilai Penyuluh Agama Buddha memiliki peran strategis dalam memberikan bimbingan, pendampingan, dan penyuluhan keagamaan kepada umat di tengah masyarakat. Penyuluh tidak hanya dituntut memiliki pemahaman keagamaan yang baik, tetapi juga perlu mampu membangun komunikasi dan memberikan pelayanan yang mudah diterima oleh umat. “Penyuluh Agama Buddha memiliki peran yang sangat penting dalam memberikan bimbingan kepada umat, sehingga kualitas layanan mereka perlu terus dievaluasi dan dikembangkan. Dengan evaluasi yang dilakukan secara berkala, kami dapat mengetahui sejauh mana pelayanan yang diberikan telah memenuhi harapan masyarakat,” tuturnya.

Dalam pelaksanaannya, masyarakat diharapkan dapat memberikan penilaian secara jujur, objektif, dan berdasarkan pengalaman yang benar-benar dirasakan selama memperoleh layanan penyuluhan. Irianto menegaskan bahwa tidak ada masukan yang dianggap kecil selama masukan tersebut dapat memberikan kontribusi terhadap perbaikan pelayanan. “Kami mengharapkan masyarakat dapat memberikan penilaian dan masukan secara jujur, karena hal tersebut menjadi bagian penting dalam memperbaiki kualitas pelayanan Penyuluh Agama Buddha. Kritik dan saran dari masyarakat justru menjadi bahan bagi kami untuk terus berbenah,” katanya.

Ia menambahkan bahwa peningkatan kualitas pelayanan membutuhkan sinergi antara penyelenggara layanan, penyuluh, dan masyarakat sebagai penerima layanan. Komunikasi yang terbuka di antara ketiga unsur tersebut akan membantu menciptakan pelayanan keagamaan yang lebih dekat dengan kebutuhan umat. Karena itu, pelaksanaan survei diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan administratif, tetapi benar-benar menghasilkan informasi yang dapat ditindaklanjuti dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan.

Melalui pelaksanaan Survei Kepuasan Masyarakat tersebut, Kemenag Kota Medan menunjukkan komitmennya untuk menghadirkan pelayanan keagamaan yang profesional, transparan, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Hasil survei nantinya diharapkan dapat menjadi bahan untuk mempertahankan berbagai aspek pelayanan yang telah berjalan dengan baik sekaligus memperbaiki kekurangan yang ditemukan di lapangan. Dengan evaluasi yang dilakukan secara berkala dan melibatkan masyarakat, layanan Penyuluh Agama Buddha di Kota Medan diharapkan semakin berkualitas serta mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi umat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *