Medan (Humas) — Kementerian Agama Kota Medan terus memperkuat kualitas pelayanan keagamaan kepada masyarakat melalui peningkatan koordinasi, pembinaan, dan pemahaman terhadap kebutuhan umat. Upaya tersebut salah satunya dilakukan melalui keikutsertaan Plt. Penyelenggara Buddha Kemenag Kota Medan, Irianto Saputra, S.Ag., M.Si., bersama Penyuluh Buddha Kemenag Medan, Ari Suryana, dalam kegiatan pembinaan layanan Bimbingan Masyarakat (Bimas) Buddha. Kegiatan yang dilaksanakan oleh Pembimbing Masyarakat (Pembimas) Buddha Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara tersebut berlangsung di Vihara Mahasahampati, Kota Medan, Sabtu (5/9/2026), dan diikuti umat Buddha dari berbagai majelis di Kota Medan.
Kegiatan pembinaan menjadi ruang untuk memperkuat komunikasi antara Kementerian Agama dengan umat Buddha sekaligus memberikan pemahaman mengenai berbagai bentuk layanan keagamaan yang dapat diakses masyarakat. Dalam pembinaan tersebut, Pembimas Buddha Sumatera Utara menyampaikan sejumlah informasi berkaitan dengan tugas dan fungsi Bimas Buddha, termasuk pelayanan, pembinaan, serta fasilitasi terhadap kebutuhan keagamaan umat. Hal ini dinilai penting agar umat memperoleh informasi yang tepat sekaligus dapat memanfaatkan layanan Kementerian Agama sesuai dengan kebutuhan.
“Kami terus berupaya memberikan pelayanan dan pembinaan yang sesuai dengan kebutuhan umat, sehingga komunikasi antara Kementerian Agama dan umat dapat berjalan dengan baik. Karena itu, ruang dialog seperti ini perlu terus dibangun agar berbagai kebutuhan dan persoalan yang dihadapi umat dapat diketahui serta ditindaklanjuti dengan baik,” ujar Pembimas Buddha Sumatera Utara.
Selain penyampaian materi, kegiatan juga diisi dengan sesi diskusi dan dialog bersama umat. Kesempatan tersebut dimanfaatkan peserta untuk menyampaikan pertanyaan maupun berbagai hal yang berkaitan dengan pelayanan keagamaan, sehingga tercipta komunikasi dua arah yang lebih terbuka antara jajaran Kementerian Agama dan umat Buddha. “Kami berharap umat tidak ragu untuk menyampaikan kebutuhan dan pertanyaan terkait pelayanan. Semakin terbuka komunikasi yang dibangun, semakin mudah pula kita bersama-sama meningkatkan kualitas pelayanan keagamaan,” jelas Pembimas Buddha Sumatera Utara.
Sementara itu, Plt. Penyelenggara Buddha Kemenag Kota Medan, Irianto Saputra, S.Ag., M.Si., menyampaikan bahwa keikutsertaan dalam pembinaan tersebut merupakan bagian dari komitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada umat Buddha di Kota Medan. Menurutnya, pemahaman terhadap kebijakan, mekanisme layanan, dan kebutuhan umat menjadi hal penting bagi jajaran penyelenggara dalam menjalankan tugas. “Pembinaan ini menjadi kesempatan bagi kami untuk memperkuat koordinasi sekaligus memperluas pemahaman mengenai berbagai layanan Bimas Buddha. Dengan koordinasi yang baik, kami dapat memberikan pelayanan yang lebih tepat dan sesuai dengan kebutuhan umat,” tutur Irianto.
Ia juga menilai keterlibatan umat dari berbagai majelis dalam kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam membangun komunikasi dan kebersamaan. Menurutnya, pelayanan keagamaan tidak hanya berkaitan dengan penyampaian informasi, tetapi juga bagaimana Kementerian Agama dapat hadir, mendengar, dan merespons kebutuhan masyarakat. “Kami ingin terus membangun komunikasi yang terbuka dengan umat, sehingga setiap kebutuhan pelayanan dapat menjadi perhatian dan dapat dicarikan solusi bersama sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” tambahnya.
Senada dengan hal tersebut, Penyuluh Buddha Kemenag Medan, Ari Suryana, mengatakan bahwa kegiatan pembinaan memberikan penguatan bagi penyuluh dalam menjalankan tugas di tengah umat. Penyuluh tidak hanya memiliki peran dalam memberikan bimbingan keagamaan, tetapi juga menjadi salah satu penghubung dalam menyampaikan informasi dan membangun komunikasi antara Kementerian Agama dengan masyarakat. “Sebagai penyuluh, kami perlu terus meningkatkan pemahaman dan kompetensi agar dapat memberikan informasi, bimbingan, dan pendampingan yang baik kepada umat sesuai dengan kebutuhan mereka,” katanya.
Menurut Ari, sinergi antara penyelenggara, penyuluh, dan umat perlu terus dipelihara agar pelayanan keagamaan dapat berjalan secara berkelanjutan. Ia berharap hasil pembinaan dapat diteruskan melalui pelayanan dan pendampingan yang semakin dekat dengan masyarakat. “Kami berharap komunikasi dan sinergi yang telah terbangun dapat terus ditingkatkan. Dengan demikian, penyuluh dapat menjalankan tugas secara lebih optimal dalam mendampingi umat sekaligus mendukung program pelayanan Kementerian Agama,” ujarnya.
Melalui kegiatan tersebut, Plt. Penyelenggara Buddha dan Penyuluh Buddha Kemenag Medan menunjukkan komitmen untuk mendukung peningkatan kualitas pelayanan keagamaan bagi umat Buddha. Pembinaan layanan Bimas Buddha menjadi sarana untuk memperkuat pemahaman, koordinasi, dan komunikasi antara Kementerian Agama dengan umat dari berbagai majelis. Kehadiran dan keterlibatan umat dalam kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya membangun pelayanan yang lebih terbuka, responsif, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Dengan penguatan koordinasi dan komunikasi yang dilakukan secara berkelanjutan, pelayanan keagamaan bagi umat Buddha di Kota Medan diharapkan semakin optimal. Kementerian Agama Kota Medan melalui jajaran Penyelenggara dan Penyuluh Buddha akan terus mendorong terciptanya pelayanan yang informatif, mudah dipahami, dan memberikan manfaat nyata bagi umat. Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari komitmen menghadirkan pelayanan keagamaan yang humanis serta mendukung kehidupan umat beragama yang harmonis di Kota Medan.

