Medan (Humas) — Jumlah peserta didik yang terbatas tidak menyurutkan semangat guru Pendidikan Agama Katolik dalam melaksanakan tugas pembelajaran. Hal tersebut terlihat dalam monitoring proses belajar mengajar (PBM) yang dilakukan Pengawas Pendidikan Agama Katolik tingkat Sekolah Dasar Kementerian Agama Kota Medan, Dra. Sarmin Sihombing, M.Pd., di UPT SD Negeri 060887, Jalan Darusalam, Kelurahan Babura, Kecamatan Medan Sunggal, Kota Medan, Rabu (9/9/2026). Monitoring tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung pelaksanaan pembelajaran sekaligus memberikan dukungan, penguatan, dan apresiasi kepada guru dalam menjalankan tugas pendidikan.
Dalam kegiatan tersebut, Sarmin memantau proses pembelajaran Pendidikan Agama Katolik yang dilaksanakan oleh guru, Tiurma Situmorang. Meskipun peserta didik Pendidikan Agama Katolik di kelas IV hanya berjumlah satu orang, yakni Kevin Pasaribu, proses pembelajaran tetap berlangsung dengan penuh perhatian dan semangat. Guru tetap memberikan materi, pendampingan, serta kesempatan kepada peserta didik untuk berinteraksi dalam proses belajar tanpa menjadikan jumlah siswa sebagai alasan untuk mengurangi kualitas pembelajaran.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa keberhasilan proses pendidikan tidak semata-mata ditentukan oleh banyaknya peserta didik di dalam kelas. Seorang guru tetap memiliki tanggung jawab untuk memberikan pelayanan pendidikan secara maksimal kepada setiap anak yang dipercayakan kepadanya. Dengan pendekatan yang lebih personal, pembelajaran bahkan dapat menjadi ruang bagi guru untuk memahami kebutuhan peserta didik secara lebih dekat sekaligus memberikan pendampingan yang sesuai dengan perkembangan anak.
Tiurma Situmorang menunjukkan komitmen dan kesabaran dalam menjalankan tugasnya sebagai guru Pendidikan Agama Katolik. Ia terus berupaya menciptakan suasana belajar yang nyaman agar Kevin tetap memiliki motivasi untuk mengikuti pembelajaran dan memahami materi yang diberikan. Dedikasi tersebut menjadi gambaran bahwa tugas guru bukan sekadar menyampaikan materi pelajaran, tetapi juga memastikan setiap peserta didik memperoleh hak pendidikan, perhatian, dan pendampingan yang layak.
Pengawas Pendidikan Agama Katolik Kemenag Kota Medan, Sarmin Sihombing memberikan apresiasi terhadap semangat dan ketulusan Tiurma Situmorang dalam melaksanakan pembelajaran. Menurutnya, keberadaan seorang peserta didik tetap memiliki nilai dan tanggung jawab yang sama dalam penyelenggaraan pendidikan. Karena itu, guru harus tetap memberikan pelayanan terbaik tanpa membedakan jumlah peserta didik yang ada.
“Jumlah siswa bukan menjadi ukuran semangat seorang guru. Setiap anak berhak mendapatkan pendidikan terbaik dan pendampingan dengan penuh tanggung jawab. Ketika hanya ada satu siswa, bukan berarti pelayanan pendidikannya boleh berkurang. Justru di situlah komitmen dan profesionalitas seorang guru dapat terlihat,” ujar Sarmin.
Sarmin juga menilai bahwa guru Pendidikan Agama Katolik memiliki peran strategis dalam memberikan pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada pengetahuan, tetapi juga pembentukan karakter dan nilai-nilai kehidupan peserta didik. Pendidikan agama diharapkan mampu membantu siswa memahami nilai keimanan, membangun sikap yang baik, serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, pendampingan yang konsisten dari guru menjadi bagian penting dalam proses pembentukan karakter peserta didik.
Ia berharap semangat dan dedikasi yang ditunjukkan guru tersebut terus dipertahankan serta menjadi motivasi bagi para pendidik lainnya. Monitoring tidak hanya menjadi sarana untuk melihat pelaksanaan pembelajaran, tetapi juga menjadi ruang untuk membangun komunikasi, memberikan penguatan, dan bersama-sama mencari solusi terhadap berbagai kondisi yang dihadapi guru di lapangan.
Kementerian Agama Kota Medan melalui pengawas Pendidikan Agama Katolik akan terus mendorong peningkatan kualitas pembelajaran serta memastikan pelayanan pendidikan agama dapat diterima oleh setiap peserta didik. Keterbatasan jumlah siswa maupun kondisi pembelajaran bukan seharusnya menjadi penghalang dalam memberikan layanan pendidikan yang optimal. Semangat Tiurma Situmorang dalam mendampingi seorang siswa menjadi bukti bahwa dedikasi seorang guru tetap dapat menghadirkan pembelajaran yang bermakna, meskipun berlangsung dalam ruang kelas dengan jumlah peserta didik yang sangat terbatas.

