Medan (Humas) – Penyuluh Agama Katolik KUA Medan Sunggal melaksanakan kegiatan Pendampingan Katekumen pada Selasa, 8 September 2026, pukul 08.00 WIB. Kegiatan berlangsung di Aula Gereja Katolik Stasi St. Fransiskus Xaverius Sunggal, Jl. Abadi No. 54, Kelurahan Tanjung Rejo, Kecamatan Medan Sunggal. Pendampingan ini merupakan bagian dari proses pembinaan iman untuk membantu para katekumen semakin mengenal dan memahami kehidupan iman dalam Gereja Katolik.
Kegiatan pendampingan diikuti oleh Daud Tarigan dan Fitri Silalahi. Pada pertemuan tersebut, peserta mendapatkan pembinaan mengenai Sakramen Baptis dan Sakramen Ekaristi sebagai dua sakramen penting dalam kehidupan umat Katolik. Materi diberikan untuk memperkuat pemahaman peserta mengenai makna, tujuan, serta peranan kedua sakramen tersebut dalam perjalanan hidup seorang beriman.
Dalam pendalaman mengenai Sakramen Baptis, para peserta diajak memahami bahwa Baptis merupakan sakramen yang menjadi pintu masuk kehidupan Kristiani. Melalui Baptis, seseorang dipersatukan dengan Kristus, menjadi bagian dari umat Allah, dan memulai kehidupan baru dalam iman. Karena itu, para katekumen perlu mempersiapkan diri dengan sungguh-sungguh, baik secara pengetahuan maupun secara rohani.
Selanjutnya, peserta mendapatkan penjelasan mengenai Sakramen Ekaristi sebagai perayaan iman dan sumber serta puncak kehidupan Kristiani. Dalam Ekaristi, umat berkumpul untuk mendengarkan Sabda Allah dan mengambil bagian dalam perjamuan Tuhan. Para katekumen diajak memahami pentingnya Ekaristi sebagai pusat kehidupan menggereja serta membangun relasi yang semakin erat dengan Kristus dan sesama.
Dalam proses pendampingan, peserta juga diajak melihat hubungan antara Sakramen Baptis dan Sakramen Ekaristi. Baptis menjadi awal kehidupan sebagai anggota Gereja, sedangkan Ekaristi menjadi bagian penting dari perjalanan iman umat dalam membangun persatuan dengan Kristus dan komunitas Gereja. Oleh karena itu, pemahaman terhadap kedua sakramen tersebut diharapkan mendorong para katekumen untuk mempersiapkan diri dengan penuh kesadaran, iman, dan tanggung jawab.
Melalui kegiatan Pendampingan Katekumen ini, Daud Tarigan dan Fitri Silalahi diharapkan semakin memahami makna Sakramen Baptis dan Sakramen Ekaristi serta mampu mempersiapkan diri untuk menjalani kehidupan sebagai umat Katolik. Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari pelaksanaan tugas Penyuluh Agama Katolik KUA Medan Sunggal dalam memberikan pembinaan dan pendampingan iman secara berkelanjutan kepada umat, khususnya mereka yang sedang menjalani proses menjadi anggota Gereja Katolik.(RAS/PAI).

