Perkuat Tata Kelola Masjid, Kepala KUA Medan Sunggal Serahkan SK BKM Darul Huda

Medan (Humas) — Masjid tidak hanya berfungsi sebagai pusat ibadah, tetapi juga menjadi pusat pembinaan dan peradaban umat. Karena itu, pengelolaan masjid yang profesional, tertib, transparan, dan terstruktur sangat diperlukan agar seluruh fungsi masjid dapat berjalan secara optimal. Hal tersebut disampaikan Kepala KUA Medan Sunggal, H. Agus Salim, S.Ag., M.Pd.I., saat menyerahkan Surat Keputusan (SK) Badan Kemakmuran Masjid (BKM) Darul Huda di Kantor KUA Medan Sunggal, Jalan Seroja Nomor 1, Kelurahan Sunggal, Kecamatan Medan Sunggal, Kota Medan, Selasa (8/9/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Penyuluh Agama Islam KUA Medan Sunggal, Drs. H. Fuji, MA., dan Paidi, S.Ag., PLO KUA Medan Sunggal Muammar Lubis, S.Pd.I., serta Pembina BKM Ahmad Raja Thamrin. Hadir pula Ketua BKM Darul Huda terpilih, H. Mara Sukarna, Sekretaris Aldy Chairul Chandra, dan Bendahara drh. H. Hafiz Mawardi.

Acara diawali oleh pembawa acara Muammar Lubis, kemudian dilanjutkan dengan arahan dan bimbingan Kepala KUA Medan Sunggal.
Dalam arahannya, Agus Salim berharap kepengurusan BKM Darul Huda yang baru dapat membangun sinergi dan kolaborasi dengan seluruh masyarakat di lingkungan masjid. Menurutnya, masjid merupakan milik umat sehingga seluruh elemen masyarakat perlu dirangkul untuk bersama-sama memakmurkannya. “BKM yang terpilih harus bersinergi dan berkolaborasi dengan seluruh masyarakat, karena masjid adalah milik umat, milik masyarakat, bukan milik pribadi. Rangkul semua kekuatan umat agar Masjid Darul Huda semakin makmur dan ramai jamaahnya, terutama dapat terlihat dari ramainya jamaah saat salat Subuh,” ujar Agus Salim.

Lebih lanjut, Agus Salim menjelaskan bahwa terdapat tiga aspek penting yang harus menjadi perhatian pengurus BKM, yakni idaroh, imaroh, dan riayah. Idaroh berkaitan dengan manajemen dan tata kelola organisasi, termasuk pengelolaan keuangan yang harus dilakukan secara transparan. Imaroh berkaitan dengan kegiatan memakmurkan masjid melalui program keagamaan seperti peringatan hari besar Islam (PHBI), pengajian, dan berbagai kegiatan pembinaan umat. Sementara riayah berkaitan dengan pemeliharaan sarana dan prasarana masjid. “Transparansi terutama keuangan yang dipegang oleh bendahara harus transparan dan diumumkan. Kemudian imaroh, program agama seperti PHBI dan pengajian harus aktif dilaksanakan. Sedangkan riayah menyangkut pemeliharaan fisik masjid agar bersih, jamaah nyaman dan aman, termasuk keamanan kendaraan jamaah,” tegasnya.

Pembina BKM Darul Huda, Ahmad Raja Thamrin, dalam sambutannya mengapresiasi arahan dan bimbingan yang disampaikan Kepala KUA Medan Sunggal. Ia berharap seluruh pesan tersebut dapat menjadi pedoman bagi pengurus BKM dalam menjalankan amanah. “Nasihat yang disampaikan oleh Kepala KUA Medan Sunggal tadi harapannya dapat disampaikan kepada pengurus BKM yang terpilih. Kalau saya yang menyampaikan, nanti penilaian masyarakat kurang baik, tetapi kalau langsung dari Kepala KUA Medan Sunggal, maka nasihat itu akan lebih mereka pahami,” ungkap Ahmad Raja Thamrin.

Sementara itu, Ketua BKM Darul Huda terpilih, H. Mara Sukarna, menyampaikan terima kasih kepada KUA Medan Sunggal atas penerbitan dan penyerahan SK kepengurusan BKM Darul Huda periode 2026–2031. Ia menyadari bahwa amanah tersebut merupakan tanggung jawab baru yang harus dijalankan dengan sebaik-baiknya. “Saya berharap dan berdoa semoga diberikan kemudahan untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dan agama di lingkungan kami. BKM juga siap memfasilitasi pertemuan Kepala KUA Medan Sunggal dengan pengurus terpilih untuk menyampaikan tanggung jawab dan tugas masing-masing,” katanya.

Penyerahan SK BKM Darul Huda tersebut menjadi momentum penguatan tata kelola masjid sekaligus peneguhan komitmen bersama untuk menjadikan masjid sebagai pusat ibadah, pembinaan keagamaan, dan pelayanan umat. Dengan kepengurusan yang memiliki pembagian tugas yang jelas melalui aspek idaroh, imaroh, dan riayah, diharapkan BKM Darul Huda mampu bekerja secara amanah, transparan, dan kolaboratif sehingga masjid semakin makmur serta memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat. Kegiatan kemudian ditutup dengan doa yang dipimpin Penyuluh Agama Islam KUA Medan Sunggal, Fuji, dan berlangsung dengan penuh khidmat.(Paidi).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *