Medan (Humas) – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW merupakan momentum untuk mengenang kelahiran Rasulullah SAW sekaligus menumbuhkan kecintaan kepada beliau dengan meneladani akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari. Hal tersebut disampaikan Penyuluh Agama Islam KUA Medan Sunggal, Paidi, S.Ag., saat dipercaya menjadi penceramah pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di Yayasan Fard Ahillah, Jalan Kebun Indah Gang Lauser, Sunggal, Selasa (15/9/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Yayasan sekaligus Pembina Ir. Supriyadi, Kepala Madrasah Nuraini Cinta, S.Pd.I., M.M., Ketua Panitia Umiyati, para guru, orang tua siswa, serta seluruh siswa RA, MI, dan MTs Yayasan Fard Ahillah Sunggal. Rangkaian acara diawali dengan pembukaan oleh protokol yang merupakan siswa, dilanjutkan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan sari tilawah yang juga dibawakan oleh siswa.
Ketua Panitia Umiyati dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan keagamaan di lingkungan sekolah terus mendapat perhatian sebagai bagian dari pembinaan karakter peserta didik dan keluarga. “Kegiatan keagamaan di sekolah ini sangat baik. Bagi bapak dan ibu orang tua siswa, setiap bulan kami mengadakan pengajian dengan menghadirkan ustaz dari luar. Sementara bagi siswa, ada kegiatan mengaji, praktik ibadah, serta berbagai kegiatan sosial lainnya. Harapannya, kita bersama-sama mendukung segala bentuk kegiatan yang dilaksanakan di sekolah ini,” ujar Umiyati.
Suasana peringatan Maulid semakin semarak dengan berbagai penampilan siswa dan guru. Para siswa menampilkan pembacaan puisi dan tarian, sementara lantunan sholawat yang dibawakan guru dan siswa menambah kekhidmatan sekaligus kemeriahan acara. Penampilan tersebut menjadi bagian dari upaya memberikan ruang kepada peserta didik untuk mengembangkan bakat sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap nilai-nilai keislaman.
Dalam tausiyahnya, Paidi menjelaskan bahwa peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW hendaknya tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk memahami dan menerapkan keteladanan Rasulullah SAW. Ia menyampaikan tentang hukum peringatan Maulid serta sifat-sifat Rasulullah yang patut diteladani, terutama dalam membangun akhlak. “Inti dari peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW adalah bagaimana kita mengenal, mencintai, dan meneladani akhlak Rasulullah SAW. Sebagaimana hadis Nabi yang menyatakan, ‘Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak,’” ujar Paidi.
Paidi menambahkan bahwa keteladanan Rasulullah SAW juga dapat dilihat melalui kehidupan beliau bersama keluarga, sehingga dapat menjadi pedoman bagi orang tua, guru, dan peserta didik dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Menurutnya, akhlak mulia harus diwujudkan melalui sikap jujur, amanah, sabar, penyayang, menghormati orang lain, serta membiasakan diri melakukan kebaikan. “Keluarga Nabi juga memberikan banyak pelajaran tentang bagaimana membangun kehidupan yang penuh kasih sayang, kesabaran, tanggung jawab, dan ketakwaan. Nilai-nilai tersebut harus kita hadirkan dalam keluarga, sekolah, maupun lingkungan masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala KUA Medan Sunggal H. Agus Salim, S.Ag., M.Pd.I., mengapresiasi kiprah Paidi sebagai penyuluh yang mampu menjalankan tugas tidak hanya dalam pelayanan kedinasan, tetapi juga dalam pembinaan keagamaan di tengah masyarakat. “Kami sangat bersyukur memiliki penyuluh agama Islam yang memiliki potensi sangat luas. Bukan hanya mampu menyelesaikan pekerjaan di kantor, tetapi juga mampu memberikan tausiyah dan dakwah kepada masyarakat luas,” ujar Agus Salim. Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Yayasan Fard Ahillah tersebut diharapkan dapat menjadi momentum bagi seluruh keluarga besar yayasan untuk semakin mencintai Rasulullah SAW dan menerapkan akhlak beliau dalam kehidupan sehari-hari, sehingga nilai-nilai keteladanan Nabi tidak hanya dipahami, tetapi benar-benar diwujudkan dalam perilaku.(Paidi).

