Medan (Humas) — Mengingat Allah SWT dan mensyukuri berbagai nikmat yang diberikan-Nya merupakan bagian penting dalam kehidupan seorang muslim. Pesan tersebut menjadi pokok kajian dalam kegiatan Bimbingan dan Penyuluhan (Bimluh) keagamaan yang dilaksanakan Penyuluh Agama Islam (PAI) Kementerian Agama Kota Medan di Majelis Taklim (MT) Az Zikra, Jalan Talang, Kelurahan Belawan Bahagia, Kecamatan Medan Belawan, Rabu (16/9/2026).
Kegiatan tersebut menghadirkan PAI Kemenag Medan, Lela Hamidah, S.Ag., sebagai narasumber. Dalam penyuluhannya, ia mengangkat kajian QS. Al-Baqarah ayat 152 yang mengandung pesan tentang pentingnya senantiasa mengingat Allah SWT, bersyukur atas segala nikmat yang diberikan, serta tidak mengingkari nikmat-Nya. Kajian tersebut menjadi sarana bagi jamaah untuk memperkuat pemahaman keagamaan sekaligus menghubungkan nilai-nilai Al-Qur’an dengan kehidupan sehari-hari.
Dalam tausiyahnya, Lela menjelaskan bahwa QS. Al-Baqarah ayat 152 mengajarkan umat Islam untuk senantiasa menghadirkan Allah SWT dalam setiap keadaan. Mengingat Allah tidak hanya dilakukan pada waktu-waktu tertentu, tetapi menjadi kebiasaan yang membentuk kesadaran seorang muslim dalam menjalani kehidupan.
“Fadzkuruni adzkurkum wasykuru li wala takfurun, maka ingatlah kepada-Ku, niscaya Aku akan mengingatmu, bersyukurlah kepada-Ku dan janganlah kamu mengingkari nikmat-Ku,” ujarnya saat menyampaikan materi.
Menurutnya, pesan ayat tersebut perlu diwujudkan melalui kebiasaan berzikir dan membangun kesadaran untuk senantiasa bersyukur. Zikir juga tidak semata-mata dipahami sebagai aktivitas lisan, tetapi menjadi upaya untuk menghadirkan Allah SWT dalam hati sehingga dapat tercermin dalam sikap dan perilaku sehari-hari.
“Zikir bukan hanya tentang menggerakkan lisan, tetapi bagaimana hati kita senantiasa mengingat Allah dan kehidupan kita diarahkan sesuai dengan ajaran-Nya,” jelasnya.
Ia menambahkan, kesadaran untuk selalu mengingat Allah akan mendorong seseorang lebih berhati-hati dalam menjaga perkataan, perbuatan, maupun sikap terhadap orang lain. Dengan demikian, zikir tidak berhenti pada ucapan, tetapi dapat memberikan pengaruh terhadap pembentukan akhlak dan perilaku dalam kehidupan bermasyarakat.
Selain membahas zikir, Lela juga menjelaskan bahwa rasa syukur memiliki makna yang luas. Syukur tidak cukup hanya diwujudkan dengan mengucapkan hamdalah, tetapi juga dengan menyadari bahwa setiap nikmat yang dimiliki merupakan pemberian Allah SWT dan menggunakannya untuk hal-hal yang baik.
“Syukur itu bukan hanya mengucapkan alhamdulillah, tetapi juga menggunakan nikmat yang Allah berikan untuk kebaikan dan ketaatan kepada-Nya,” katanya.
Melalui pemahaman tersebut, jamaah diajak untuk melihat berbagai nikmat dalam kehidupan sebagai amanah sekaligus kesempatan untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT. Baik kesehatan, keluarga, rezeki, waktu maupun kesempatan beribadah merupakan nikmat yang perlu disyukuri dengan cara yang tepat.
Kegiatan Bimluh dipandu oleh Lita Maysarah, PAI Kemenag Medan, sebagai moderator. Para jamaah MT Az Zikra mengikuti penyampaian materi dan pembahasan dengan penuh perhatian. Setelah kegiatan penyuluhan selesai, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan salat Zuhur berjamaah yang dipimpin oleh Nita Lamongga, PAI Kemenag Medan.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Medan, Dr. H. Impun Siregar, MA, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan penyuluhan yang secara langsung menyentuh masyarakat melalui majelis taklim. Menurutnya, keberadaan Penyuluh Agama Islam memiliki peran penting dalam mendukung pelaksanaan pembinaan keagamaan, terutama dalam memberikan pemahaman yang dapat diterapkan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
“Penyuluh agama merupakan bagian penting dalam memberikan pembinaan dan pendampingan keagamaan kepada masyarakat. Melalui kegiatan seperti ini, nilai-nilai agama dapat terus disampaikan dan diharapkan memberi manfaat dalam kehidupan masyarakat,” ujar Impun.
Ia menekankan bahwa kegiatan penyuluhan tidak hanya berorientasi pada penyampaian materi, tetapi juga diharapkan mampu mendorong masyarakat untuk mengamalkan nilai-nilai agama secara nyata. Karena itu, kehadiran PAI di tengah masyarakat perlu terus diarahkan untuk memperkuat pemahaman, pengamalan, serta pembinaan kehidupan keagamaan.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Penyuluh Agama Islam Kemenag Medan dalam memberikan pembinaan keagamaan kepada masyarakat melalui majelis taklim. Selain memperkuat pemahaman terhadap ajaran agama, kegiatan ini juga menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi antara penyuluh agama dan jamaah.
Melalui Bimluh tersebut, jamaah MT Az Zikra diharapkan semakin memahami pentingnya mengingat Allah SWT dan mensyukuri setiap nikmat yang diberikan-Nya. Nilai-nilai yang terkandung dalam QS. Al-Baqarah ayat 152 diharapkan tidak hanya dipahami sebagai materi kajian, tetapi juga diterapkan melalui kebiasaan berzikir, menjaga hati dan perilaku, serta memanfaatkan setiap nikmat untuk kebaikan dan ketaatan kepada Allah SWT.

