Medan (Humas) — Memperbaiki akhlak menjadi salah satu bagian penting dalam upaya seorang muslim meneladani Rasulullah SAW dan mempersiapkan bekal menuju kehidupan akhirat. Pesan tersebut disampaikan Penyuluh Agama Islam (PAI) Kemenag Medan, Amri Sembiring, dalam tausiah bertema “Menuju Surga Bersama Sang Baginda Rasulullah” pada Rabu (16/9/2026).
Dalam tausiahnya, Amri mengajak jamaah menjadikan Rasulullah SAW sebagai teladan dalam membangun akhlak yang baik, baik dalam hubungan dengan Allah SWT maupun dengan sesama manusia. Menurutnya, kecintaan kepada Rasulullah tidak cukup hanya diungkapkan melalui selawat dan pujian, tetapi perlu dibuktikan melalui perubahan sikap dan perilaku dalam kehidupan sehari-hari.
“Kalau kita ingin bersama Rasulullah SAW, maka kita harus berusaha mengikuti sunnah dan akhlak beliau dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Amri menjelaskan bahwa Rasulullah SAW merupakan teladan utama dalam hal akhlak, kesabaran, kejujuran, kasih sayang, dan kepedulian terhadap sesama. Karena itu, akhlak Rasulullah perlu dihadirkan dalam kehidupan, mulai dari cara berbicara, bersikap, hingga memperlakukan keluarga dan masyarakat di sekitar.
“Akhlak Rasulullah SAW harus kita hadirkan dalam kehidupan, seperti berkata jujur, menjaga lisan, menghormati orang lain, bersabar, dan memiliki kepedulian terhadap sesama,” katanya.
Ia juga mengingatkan jamaah agar tidak hanya sibuk melihat kekurangan orang lain, tetapi menjadikan diri sendiri sebagai titik awal untuk melakukan perubahan. Menurutnya, perjalanan menuju kebaikan membutuhkan kesungguhan dan kemauan untuk terus melakukan evaluasi terhadap akhlak dan ibadah.
“Jangan hanya melihat kesalahan orang lain, tetapi mari kita mulai dengan melihat diri sendiri dan bertanya apa yang sudah kita perbaiki dalam akhlak dan ibadah kita,” pesannya.
Lebih lanjut, Amri mengajak jamaah menjadikan kecintaan kepada Rasulullah SAW sebagai motivasi untuk terus memperbaiki kehidupan. Menurutnya, mengikuti Rasulullah berarti berusaha menerapkan nilai-nilai kebaikan yang beliau ajarkan, baik dalam kehidupan pribadi, keluarga maupun lingkungan masyarakat.
“Mari kita mulai memperbaiki akhlak dari diri sendiri, dari keluarga, dan dari lingkungan sekitar, karena perubahan yang baik akan memberikan manfaat bukan hanya untuk diri kita, tetapi juga bagi orang lain,” tuturnya.
Menanggapi pelaksanaan kegiatan tersebut, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Medan, Dr. H. Impun Siregar, MA, menyampaikan bahwa pembinaan keagamaan melalui penyuluhan merupakan bagian penting dalam mendukung penguatan pemahaman dan pengamalan ajaran agama di tengah masyarakat. Materi tentang keteladanan Rasulullah SAW dinilai relevan untuk terus disampaikan karena akhlak merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan beragama.
“Kegiatan penyuluhan agama seperti ini merupakan bagian dari upaya memberikan pembinaan kepada masyarakat. Nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW penting untuk terus disampaikan agar tidak hanya dipahami, tetapi juga dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Impun.
Ia menambahkan, PAI memiliki peran strategis dalam menyampaikan pesan-pesan keagamaan sekaligus mendampingi masyarakat dalam membangun kehidupan yang lebih baik. Karena itu, kegiatan penyuluhan diharapkan tidak berhenti pada penyampaian materi, tetapi dapat mendorong jamaah untuk melakukan perubahan positif yang dimulai dari diri sendiri dan lingkungan terdekat.
“Penyuluh agama diharapkan terus hadir di tengah masyarakat dengan memberikan pembinaan yang menyentuh kehidupan sehari-hari. Dengan begitu, pemahaman keagamaan dapat semakin kuat dan tercermin dalam sikap, akhlak, serta hubungan sosial masyarakat,” tambahnya.
Melalui kegiatan tersebut, jamaah diharapkan semakin memahami bahwa kecintaan kepada Rasulullah SAW perlu diwujudkan melalui keteladanan dan perbaikan akhlak. Pesan yang disampaikan juga diharapkan mendorong jamaah untuk meningkatkan ibadah, menjaga ucapan dan perilaku, serta membangun hubungan yang baik dengan Allah SWT dan sesama manusia.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari pelaksanaan tugas PAI Kemenag Medan dalam memberikan pembinaan keagamaan kepada masyarakat. Dengan menjadikan Rasulullah SAW sebagai teladan dan membiasakan akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari, diharapkan semangat memperbaiki diri dapat terus tumbuh dan memberikan manfaat bagi keluarga maupun lingkungan masyarakat.

