Penyuluh Agama Katolik dan Kristen Berbagi Hikmat Allah Bersama Lansia di Yayasan Guna Budi Bakti

Medan (Humas) Kepedulian terhadap para lanjut usia diwujudkan oleh Penyuluh Agama Katolik dan Penyuluh Agama Kristen melalui kegiatan penyuluhan bersama di Panti Jompo Yayasan Guna Budi Bakti, Jalan K.L. Yos Sudarso No. 16, Martubung, Kecamatan Medan Labuhan, Kota Medan, Rabu (16/09/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari pelayanan rohani sekaligus bentuk perhatian kepada para lansia agar tetap memperoleh pendampingan dan penguatan iman.

Penyuluhan tersebut dilaksanakan dalam bentuk ibadat yang diikuti oleh para lansia di Yayasan Guna Budi Bakti. Kegiatan melibatkan Penyuluh Agama Katolik Zetra Hail Saragih dan Demaran Sigiro serta Penyuluh Agama Kristen Tiurma Butar-Butar dan Sri Ningsih Sitompul. Kehadiran para penyuluh lintas agama tersebut memberikan suasana kebersamaan dan pelayanan yang penuh perhatian bagi para lansia.

Ibadat mengangkat tema “Menjadi Saksi Hikmat Allah: Lansia yang Menginspirasi lewat Teladan Hidup”. Dalam pelaksanaannya, Tiurma Butar-Butar bertugas membawakan lagu, Sri Ningsih Sitompul memimpin doa, sedangkan Zetra Hail Saragih menyampaikan renungan. Pelayanan tersebut dikemas secara sederhana namun penuh makna, sehingga para lansia dapat mengikuti rangkaian ibadat dengan khidmat.

Dalam renungannya, Zetra membawakan Injil Lukas 7:31-35 yang mengajak umat untuk memahami karya dan hikmat Allah melalui berbagai pengalaman kehidupan. Pesan tersebut kemudian dikaitkan dengan kehidupan para lansia yang memiliki perjalanan panjang, pengalaman, serta nilai-nilai kehidupan yang dapat menjadi teladan bagi generasi yang lebih muda.

Zetra Hail Saragih menyampaikan bahwa para lansia bukan hanya membutuhkan perhatian secara fisik, tetapi juga penguatan rohani dan ruang untuk berbagi pengalaman hidup. “Para lansia memiliki pengalaman dan hikmat yang berharga. Melalui teladan hidup mereka, kita dapat belajar tentang kesetiaan, kesabaran, dan keteguhan dalam menjalani kehidupan,” ungkap Zetra.

Kegiatan penyuluhan ditutup dalam suasana penuh keakraban dan kebersamaan. Kehadiran para penyuluh di tengah para lansia diharapkan terus menjadi sarana untuk memberikan penguatan iman, membangun kepedulian, serta menghadirkan kasih dan perhatian kepada mereka yang telah melalui perjalanan panjang kehidupan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *