PAI Kemenag Medan Ajak Warga Binaan Jadikan Masa Pembinaan untuk Berubah

Medan (Humas) — Pembinaan keagamaan menjadi salah satu bagian penting dalam mendukung proses perubahan dan penguatan mental spiritual warga binaan. Hal tersebut diwujudkan melalui kegiatan pembinaan keagamaan pagi yang dilaksanakan Penyuluh Agama Islam (PAI) Kementerian Agama Kota Medan di Mushola Al Hikmah Rutan Kelas I Labuhan Deli, Rabu (16/9/2026).

Kegiatan tersebut diisi oleh PAI Kemenag Medan, Marasakti Bangunan, bersama Muhammad Rusli sebagai bagian dari pendampingan keagamaan bagi warga binaan selama menjalani masa pembinaan. Melalui kegiatan tersebut, warga binaan mendapatkan penguatan spiritual sekaligus motivasi untuk melakukan introspeksi, memperbaiki ibadah, dan mempersiapkan diri menjalani kehidupan yang lebih baik.

Dalam penyampaian materinya, Marasakti mengajak warga binaan menjadikan masa pembinaan sebagai kesempatan untuk memperbaiki diri dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Menurutnya, setiap orang memiliki kesempatan untuk belajar dari pengalaman yang telah dilalui dan berusaha menjadi pribadi yang lebih baik.

“Masa pembinaan ini hendaknya kita manfaatkan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, memperbaiki ibadah, dan mempersiapkan diri menjadi pribadi yang lebih baik,” ujarnya.

Marasakti menjelaskan bahwa proses perubahan membutuhkan kemauan, kesabaran, dan konsistensi dalam menjalankan kebaikan. Perubahan tersebut dapat dimulai dari hal-hal sederhana, seperti memperbaiki ibadah, menjaga perkataan, memperbaiki akhlak, serta membangun hubungan yang baik dengan orang lain.

“Jangan menjadikan kesalahan masa lalu sebagai alasan untuk berhenti berubah, karena setiap orang masih memiliki kesempatan untuk memperbaiki kehidupan dan menjadi lebih baik,” katanya.

Ia juga mengingatkan pentingnya memperkuat keimanan selama menjalani masa pembinaan. Kedekatan kepada Allah SWT diharapkan dapat menjadi sumber kekuatan dalam menghadapi berbagai proses dan tantangan kehidupan, sekaligus membantu warga binaan membangun kesiapan untuk menjalani kehidupan setelah menyelesaikan masa pembinaan.

“Mari kita gunakan waktu yang ada untuk memperbanyak ibadah, belajar, memperbaiki akhlak, dan mempersiapkan diri agar ketika kembali ke masyarakat kita sudah menjadi pribadi yang lebih baik,” pesannya.

Muhammad Rusli turut memberikan pendampingan selama kegiatan berlangsung. Kehadiran PAI Kemenag Medan di Rutan Kelas I Labuhan Deli merupakan bagian dari pelaksanaan pembinaan keagamaan secara berkelanjutan kepada warga binaan. Melalui pendampingan tersebut, nilai-nilai agama diharapkan dapat menjadi bekal dalam membangun sikap dan perilaku yang lebih baik.

Menanggapi pelaksanaan pembinaan tersebut, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Medan, Dr. H. Impun Siregar, MA, menekankan bahwa pembinaan keagamaan merupakan bagian penting dalam memberikan penguatan spiritual kepada masyarakat, termasuk warga binaan. Menurutnya, kegiatan keagamaan di lingkungan rutan dapat menjadi ruang untuk memberikan motivasi, membangun kesadaran diri, serta mendorong proses perubahan yang positif.

“Pembinaan keagamaan merupakan bagian penting dalam membangun kesadaran dan penguatan spiritual. Melalui kehadiran penyuluh agama, nilai-nilai keagamaan dapat terus disampaikan dan diharapkan menjadi bekal bagi warga binaan dalam menjalani proses pembinaan,” ujar Impun.

Ia menambahkan, PAI diharapkan dapat terus memberikan pendampingan dengan pendekatan yang humanis dan edukatif. Pesan-pesan keagamaan yang disampaikan hendaknya mampu memberikan semangat kepada warga binaan untuk memperbaiki diri, meningkatkan ibadah, dan mempersiapkan kehidupan yang lebih baik ketika nantinya kembali ke tengah masyarakat.

“Penyuluh agama diharapkan terus memberikan pendampingan yang membangun semangat untuk berubah. Masa pembinaan hendaknya dapat dimanfaatkan untuk belajar, memperkuat keimanan, memperbaiki akhlak, dan mempersiapkan diri kembali menjadi bagian dari masyarakat,” tambahnya.

Kegiatan pembinaan keagamaan pagi di Mushola Al Hikmah Rutan Kelas I Labuhan Deli berlangsung dengan tertib dan penuh kekhidmatan. Para warga binaan mengikuti materi yang disampaikan dengan baik, sementara pesan-pesan keagamaan yang diberikan diarahkan untuk memperkuat motivasi dan kesadaran dalam menjalani proses pembinaan.

Melalui kegiatan tersebut, PAI Kemenag Medan terus mengambil bagian dalam memberikan pendampingan keagamaan kepada warga binaan. Pembinaan diharapkan tidak hanya memberikan pemahaman agama, tetapi juga mendorong tumbuhnya kesadaran untuk memperbaiki diri, memperkuat iman, dan membangun kehidupan yang lebih baik.

Dengan menjadikan masa pembinaan sebagai kesempatan untuk belajar dan berubah, warga binaan diharapkan dapat mempersiapkan diri secara lebih baik untuk kembali ke tengah masyarakat. Nilai-nilai keagamaan yang diperoleh selama pembinaan diharapkan dapat menjadi bekal dalam membangun kehidupan yang lebih positif, menjaga akhlak, serta menjalani kehidupan dengan penuh tanggung jawab.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *