Lewat Radio Aqila FM, PAI Kemenag Medan Perluas Jangkauan Penyuluhan Keagamaan

Medan (Humas) — Penyuluhan keagamaan terus dikembangkan Kementerian Agama Kota Medan dengan memanfaatkan berbagai sarana komunikasi yang dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas. Salah satunya melalui siaran Radio Aqila FM yang menghadirkan Penyuluh Agama Islam (PAI) Kemenag Medan, Tamrin Butar-Butar, dalam Bimbingan dan Penyuluhan (Bimluh) keagamaan, Rabu (16/9/2026).

Mengangkat tema “Belajar Salat Khusyuk”, kegiatan tersebut mengajak pendengar untuk tidak hanya memperhatikan gerakan dan bacaan dalam salat, tetapi juga berupaya menghadirkan hati dan kesadaran ketika beribadah. Pemanfaatan media radio menjadi salah satu sarana penyuluhan yang memungkinkan pesan keagamaan disampaikan kepada masyarakat di tengah berbagai aktivitas sehari-hari.

Dalam penyampaiannya, Tamrin menjelaskan bahwa kekhusyukan dalam salat perlu dibangun dengan menghadirkan hati dan pikiran ketika menghadap Allah SWT. Salat tidak hanya berkaitan dengan gerakan dan bacaan, tetapi juga membutuhkan kesadaran serta pemahaman terhadap ibadah yang sedang dilakukan.

“Belajar salat khusyuk berarti belajar menghadirkan hati ketika kita menghadap Allah, memahami bacaan yang kita ucapkan, dan berusaha meninggalkan pikiran-pikiran yang dapat mengganggu salat,” ujarnya.

Menurut Tamrin, kekhusyukan bukan sesuatu yang harus langsung sempurna, melainkan perlu dilatih secara terus-menerus dalam setiap pelaksanaan salat. Karena itu, seseorang perlu membangun kebiasaan untuk lebih tenang dan memusatkan perhatian ketika memulai ibadah.

Ia juga mengajak pendengar mempersiapkan diri sebelum melaksanakan salat agar ibadah dapat dilakukan dengan lebih tenang. Persiapan tersebut antara lain dengan berwudu secara baik, memilih tempat yang nyaman, serta berusaha menenangkan pikiran sebelum takbiratul ihram. Memahami makna bacaan salat juga dinilai dapat membantu seseorang lebih fokus terhadap ibadah yang sedang dikerjakan.

Tamrin menyampaikan bahwa gangguan pikiran ketika salat merupakan hal yang kerap dialami sehingga perlu dihadapi dengan latihan dan kesungguhan. Ketika perhatian mulai teralihkan, seseorang dapat kembali memusatkan pikiran kepada bacaan dan gerakan salat tanpa terburu-buru.

“Jangan merasa bahwa khusyuk itu harus langsung sempurna, tetapi teruslah belajar dan berlatih untuk menghadirkan hati dalam setiap salat yang kita kerjakan,” katanya.

Penyampaian materi melalui Radio Aqila FM juga memberikan ruang bagi PAI Kemenag Medan untuk menghadirkan pembinaan keagamaan dengan pendekatan yang lebih luas. Masyarakat dapat memperoleh pesan-pesan keagamaan tanpa harus hadir secara langsung di lokasi kegiatan, sehingga penyuluhan dapat menjangkau pendengar yang berada di rumah, tempat kerja maupun dalam perjalanan.

Menanggapi pemanfaatan media dalam kegiatan penyuluhan tersebut, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Medan, Dr. H. Impun Siregar, MA, menilai penggunaan berbagai sarana komunikasi dapat mendukung upaya memperluas jangkauan pembinaan keagamaan kepada masyarakat. Menurutnya, perkembangan media komunikasi dapat dimanfaatkan secara positif untuk menyampaikan pesan-pesan keagamaan yang edukatif dan bermanfaat.

“Penyuluhan agama perlu terus dikembangkan dengan memanfaatkan berbagai sarana yang tersedia. Media seperti radio dapat menjadi salah satu ruang bagi Penyuluh Agama Islam untuk menyampaikan pesan keagamaan dan menjangkau masyarakat yang lebih luas,” ujar Impun.

Ia menambahkan, materi yang disampaikan melalui media hendaknya tetap diarahkan pada kebutuhan masyarakat dan memiliki nilai edukasi yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, kehadiran PAI tidak hanya dirasakan dalam kegiatan tatap muka, tetapi juga melalui berbagai media komunikasi yang dapat diakses masyarakat.

“Yang terpenting adalah pesan keagamaan yang disampaikan dapat memberikan pemahaman dan mendorong masyarakat untuk mengamalkan nilai-nilai agama dalam kehidupan. Penyuluh diharapkan terus berinovasi dalam memberikan pembinaan sesuai dengan perkembangan dan kebutuhan masyarakat,” tambahnya.

Melalui Bimluh bertema “Belajar Salat Khusyuk” tersebut, masyarakat diharapkan semakin memahami pentingnya menghadirkan ketenangan, kesadaran, dan pemahaman dalam melaksanakan salat. Materi yang disampaikan juga diharapkan tidak berhenti sebagai pengetahuan, tetapi dapat diterapkan dalam pelaksanaan ibadah sehari-hari.

Pemanfaatan Radio Aqila FM menjadi salah satu bentuk pengembangan metode penyuluhan yang dilakukan PAI Kemenag Medan. Dengan memanfaatkan media komunikasi, pembinaan keagamaan diharapkan dapat terus hadir lebih dekat dengan masyarakat serta memberikan manfaat dalam meningkatkan pemahaman dan pengamalan nilai-nilai keagamaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *