Medan (Humas) — Perayaan Ganesha Chaturthi 2026 di Shri Maha Ganesha Kuil Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Tanjung Gusta Medan menjadi momentum bagi umat Hindu untuk memperkuat sraddha dan bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Pelaksana Tugas (Plt) Penyelenggara Hindu Kota Medan, Karma Perangin Angin, S.Ag., hadir sekaligus memberikan sambutan pada perayaan yang berlangsung Selasa (15/9/2026).
Perayaan berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh kebersamaan dengan menghadirkan pemujaan kepada Dewa Ganesha sebagai simbol kebijaksanaan dan penghalau berbagai rintangan. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari pembinaan kehidupan keagamaan umat Hindu di lingkungan Rutan Kelas I Tanjung Gusta, serta memberikan ruang bagi warga binaan untuk menjalankan aktivitas keagamaan dan memperkuat kehidupan spiritual.
Dalam sambutannya, Karma Perangin Angin menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya perayaan Ganesha Chaturthi di lingkungan Rutan Kelas I Tanjung Gusta. Ia mengajak umat Hindu menjadikan momentum tersebut sebagai sarana untuk semakin mendekatkan diri kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa melalui peningkatan sraddha dan bhakti.
“Perayaan Ganesha Chaturthi hendaknya menjadi momentum untuk meningkatkan sraddha dan bhakti, sekaligus menumbuhkan semangat untuk senantiasa memperbaiki diri,” ujar Karma.
Menurutnya, penguatan sraddha dan bhakti perlu diwujudkan tidak hanya melalui pelaksanaan persembahyangan, tetapi juga tercermin dalam sikap dan perilaku sehari-hari. Nilai-nilai keagamaan yang diperoleh melalui perayaan diharapkan dapat menjadi pedoman dalam menjalani kehidupan dengan penuh kesadaran, ketekunan, dan tanggung jawab.
Karma menjelaskan bahwa perayaan Ganesha Chaturthi memiliki makna penting dalam menguatkan kehidupan spiritual umat Hindu. Pemujaan kepada Dewa Ganesha menjadi sarana untuk mengingat nilai-nilai kebijaksanaan, kecerdasan, serta pengendalian diri dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan.
“Nilai-nilai kebijaksanaan dan pengendalian diri yang terkandung dalam ajaran Hindu hendaknya dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.
Ia juga menekankan bahwa sraddha dan bhakti yang semakin kuat diharapkan dapat diwujudkan melalui ketekunan beribadah, perilaku yang baik, serta kemauan untuk terus melakukan introspeksi dan memperbaiki diri. Hal tersebut dinilai penting, terutama dalam menjalani proses pembinaan kehidupan di lingkungan pemasyarakatan.
Pelaksanaan Ganesha Chaturthi di lingkungan Rutan juga memiliki arti penting dalam mendukung pembinaan kehidupan keagamaan umat Hindu. Kegiatan tersebut memberikan ruang bagi umat untuk tetap menjalankan aktivitas keagamaan sekaligus memperkuat hubungan spiritual dengan Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Pembinaan keagamaan di lingkungan pemasyarakatan diharapkan dapat memberikan penguatan batin dan mendorong setiap individu untuk menjalani kehidupan dengan lebih baik.
Menanggapi pelaksanaan perayaan tersebut, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Medan, Dr. H. Impun Siregar, MA, menyampaikan bahwa pembinaan kehidupan keagamaan merupakan bagian penting dalam memberikan penguatan spiritual kepada masyarakat, termasuk umat Hindu yang berada di lingkungan pemasyarakatan. Menurutnya, kegiatan keagamaan dapat menjadi ruang untuk memperkuat nilai-nilai spiritual sekaligus mendorong umat menjalani kehidupan dengan lebih baik.
“Pembinaan keagamaan merupakan bagian penting dalam membangun kehidupan spiritual umat. Melalui kegiatan seperti perayaan Ganesha Chaturthi, umat dapat terus memperkuat sraddha dan bhakti sekaligus mengamalkan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Impun.
Ia menambahkan, Kementerian Agama Kota Medan terus mendorong pelaksanaan pembinaan keagamaan bagi seluruh umat beragama secara berkelanjutan. Menurutnya, keberadaan pembina dan penyelenggara agama memiliki peran dalam memastikan umat memperoleh pendampingan serta ruang untuk menjalankan kehidupan keagamaannya dengan baik.
“Penyelenggara agama diharapkan terus hadir memberikan pendampingan dan pembinaan kepada umat. Nilai-nilai keagamaan yang disampaikan hendaknya dapat memberikan penguatan batin, membentuk perilaku yang baik, dan menjadi bekal dalam menjalani kehidupan,” tambahnya.
Perayaan Ganesha Chaturthi 2026 turut dihadiri Kepala Rutan Kelas I Tanjung Gusta, Andi Surya, serta Wakil Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Medan, Selwa Raja, M.Bp. Dalam kegiatan tersebut, Karma Perangin Angin juga didampingi staf, Danraaz, S.Kom. Kehadiran berbagai unsur tersebut memperlihatkan dukungan terhadap pelaksanaan pembinaan keagamaan umat Hindu di lingkungan Rutan Kelas I Tanjung Gusta.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan tertib dan penuh khidmat di Shri Maha Ganesha Kuil Rutan Kelas I Tanjung Gusta. Melalui perayaan tersebut, umat Hindu diharapkan semakin memperkuat sraddha dan bhakti serta menjadikan nilai-nilai kebijaksanaan, pengendalian diri, dan ketekunan sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.
Perayaan Ganesha Chaturthi 2026 sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat pembinaan mental dan spiritual umat Hindu secara berkelanjutan. Dengan dukungan berbagai pihak, pembinaan keagamaan diharapkan dapat terus memberikan ruang bagi umat untuk meningkatkan kehidupan spiritual, memperbaiki perilaku, serta membangun semangat untuk menjalani kehidupan yang lebih baik.

