Medan (Humas) – Kesehatan jiwa merupakan bagian penting dari kesehatan secara menyeluruh. Gangguan jiwa adalah kondisi ketika fungsi mental, emosi, dan perilaku seseorang mengalami gangguan. Karena itu, pelayanan di rumah sakit jiwa tidak hanya mencakup aspek medis dan psikologis, tetapi juga membutuhkan dukungan sosial dan spiritual untuk membantu pasien menjalani proses pemulihan dan beradaptasi kembali dengan lingkungan.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap penguatan spiritual warga binaan, Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Medan Sunggal, Paidi, S.Ag., bersama Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Medan Selayang, Heri Fitrian, memberikan pendampingan keagamaan kepada warga binaan RSJ Bina Karsa Medan, Jalan Pales III Nomor 19, Kelurahan Simpang Selayang, Kota Medan, Rabu (16/9/2026).
Kegiatan diawali dan dibuka oleh Paidi dengan mengajak para warga binaan untuk senantiasa bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW secara bersama-sama. Suasana kemudian dilanjutkan dengan penyampaian motivasi keagamaan yang bertujuan memberikan penguatan hati serta menumbuhkan keyakinan dan semangat dalam menjalani proses pemulihan.
Dalam penyampaiannya, Paidi mengingatkan bahwa setiap penyakit merupakan bagian dari ketetapan Allah SWT. Manusia hendaknya tetap berikhtiar, bersabar, dan memelihara keyakinan kepada Allah SWT. “Semua penyakit itu bersumber dari Allah SWT. Allah yang memberikan penyakit dan yakinlah bahwa Allah juga yang akan memberikan obatnya,” ujar Paidi.
Paidi menambahkan bahwa setiap manusia harus tetap memiliki harapan dan tidak mudah berputus asa dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan. Menurutnya, keyakinan kepada Allah SWT perlu terus ditanamkan agar warga binaan memiliki semangat untuk menjalani proses pemulihan. “Sebagai manusia kita harus senantiasa yakin bahwa keajaiban itu bisa terjadi kepada siapa pun orangnya,” tambah Paidi.
Sementara itu, Heri Fitrian memberikan penguatan spiritual melalui pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an dengan lantunan yang merdu. Bacaan Al-Qur’an tersebut menciptakan suasana yang lebih tenang, nyaman, dan khusyuk sehingga para warga binaan dapat mengikuti kegiatan dengan penuh perhatian. Kegiatan kemudian ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Heri Fitrian.
Kepala KUA Kecamatan Medan Sunggal, H. Agus Salim, S.Ag., M.Pd.I., memberikan dukungan terhadap kegiatan pendampingan yang dilakukan para penyuluh agama. Menurutnya, dakwah dan bimbingan keagamaan harus terus hadir di tengah masyarakat, termasuk bagi mereka yang sedang menjalani perawatan dan pemulihan di rumah sakit jiwa.
“Dakwah ini sangat dinantikan oleh mereka. Karena itu, jangan pernah putus asa untuk terus membimbing dan memberikan motivasi kepada pasien di Rumah Sakit Jiwa Bina Karsa. Mereka membutuhkan pendampingan dengan kesabaran yang lebih tinggi karena kondisi yang mereka hadapi membutuhkan perhatian khusus,” ujar Agus Salim.
Agus Salim juga menekankan bahwa penyuluh agama perlu menjalankan tugas dengan penuh kesabaran, ketulusan, dan pendekatan yang humanis. Kehadiran penyuluh bukan hanya untuk menyampaikan pesan-pesan keagamaan, tetapi juga memberikan rasa diperhatikan, didengarkan, dan dikuatkan kepada mereka yang sedang menghadapi ujian kehidupan.
Pendampingan keagamaan tersebut menjadi bagian dari ikhtiar penyuluh agama dalam memberikan motivasi dan penguatan spiritual kepada warga binaan. Melalui pendekatan yang humanis dan keagamaan, diharapkan mereka dapat memperoleh ketenangan batin, membangun kembali harapan, serta semakin termotivasi untuk menjalani proses pemulihan dengan sabar, ikhtiar, dan berserah diri kepada Allah SWT. (Paidi)

