Medan (Humas) Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) menyelenggarakan kegiatan Pencegahan dan Penanggulangan Terorisme, Radikalisme, serta Intoleransi pada Rabu (16/9/2026). Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 12.30 WIB tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman dan kesadaran generasi muda mengenai pentingnya menjaga persatuan dan keutuhan bangsa. Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan dari berbagai lingkungan pendidikan dan masyarakat di Sumatera Utara.
MAN 3 Medan turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut dengan mengirimkan tiga perwakilan resmi. Mereka terdiri atas Guru Bimbingan dan Konseling (BK), Taufik Din Meuraksa, S.Pd., serta dua orang siswa, Ahmad Fauzi Sinambela dan Nadhira Khairunnisa. Keikutsertaan tersebut menjadi bentuk dukungan MAN 3 Medan terhadap upaya pencegahan penyebaran paham radikal dan sikap intoleran di kalangan pelajar.
Selama kegiatan berlangsung, para peserta mendapatkan pembekalan mengenai bahaya radikalisme dan intoleransi yang dapat berkembang di tengah masyarakat, termasuk melalui ruang digital. Materi yang disampaikan juga menekankan pentingnya sikap toleransi, saling menghormati antarumat beragama, serta penguatan moderasi beragama. Selain itu, peserta memperoleh pemahaman mengenai deteksi dini terhadap berbagai potensi yang dapat mengarah pada tindakan kekerasan dan terorisme di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
Era digital menjadi salah satu perhatian penting dalam kegiatan tersebut karena informasi dan berbagai paham dapat tersebar dengan cepat melalui media sosial. Para pelajar diharapkan mampu bersikap kritis dalam menerima, menyaring, dan menyebarkan informasi yang diperoleh dari internet. Kemampuan tersebut diperlukan agar generasi muda tidak mudah terpengaruh oleh konten yang mengandung ujaran kebencian, intoleransi, maupun ajakan yang dapat mengancam persatuan.
Kepala MAN 3 Medan, Dr. H. Burhanuddin, M.Pd., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut dan keikutsertaan perwakilan madrasah. “Saya mengapresiasi keikutsertaan perwakilan MAN 3 Medan dalam kegiatan yang diselenggarakan Polda Sumut. Saya berharap wawasan yang diperoleh dapat diterapkan dan disebarluaskan kepada seluruh warga madrasah sehingga para siswa mampu menjadi generasi yang cerdas, inklusif, toleran, serta memiliki wawasan kebangsaan. Radikalisme dan intoleransi harus kita cegah sejak dini dengan memperkuat nilai-nilai moderasi beragama, Pancasila, dan semangat kebinekaan,” ujarnya.
Menurutnya, lingkungan pendidikan memiliki peran penting dalam membentuk karakter peserta didik yang mampu menghargai keberagaman dan menjaga persatuan. Upaya pencegahan radikalisme dan intoleransi tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat, tetapi juga membutuhkan keterlibatan sekolah, keluarga, dan masyarakat. Karena itu, MAN 3 Medan terus mendorong peserta didik untuk membangun sikap terbuka, menghargai perbedaan, serta bijak dalam menghadapi berbagai informasi di era digital.
Keikutsertaan MAN 3 Medan dalam kegiatan Polda Sumut tersebut menjadi bagian dari komitmen madrasah dalam membangun lingkungan pendidikan yang aman, toleran, dan berkarakter. Melalui penguatan wawasan kebangsaan dan moderasi beragama, madrasah terus mendorong peserta didik agar mampu menghadapi berbagai tantangan sosial secara bijak. Para perwakilan yang mengikuti kegiatan tersebut diharapkan dapat membagikan pengetahuan yang diperoleh kepada warga madrasah sebagai bagian dari upaya bersama mencegah berkembangnya radikalisme dan intoleransi.

